Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Digital dan Konvensional di SDN 3 Kereng Bangkirai Difa Septiana; Eny Emelia Hewuni; Rafiela Loli; Matius Timan Herdi Ginting
Kayee: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : CV. Rumoh Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/het47m69

Abstract

Penggunaan media pembelajaran merupakan faktor penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan bermakna, terutama di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran berbasis digital (video animasi percakapan dan komik digital) serta media konvensional (pop-up book) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN 3 Kereng Bangkirai, Kalimantan Tengah. Kegiatan praktik mengajar ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, masing-masing selama 2 × 40 menit, dengan melibatkan 8 orang siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan angket motivasi yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata motivasi belajar siswa dari 37,87 pada pre-test menjadi 38,50 pada post-test, dengan kenaikan sebesar 0,63 poin. Data observasi juga mengungkapkan perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, antara lain peningkatan fokus perhatian, keaktifan dalam tanya jawab, keberanian dalam mengemukakan pendapat, serta peningkatan kemampuan kerja sama. Kombinasi media digital dan konvensional terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Integrasi kedua jenis media ini mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa—visual, auditori, dan kinestetik—serta berhasil menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menghargai keberagaman dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang bervariasi dan inovatif berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa sekolah dasar.
Perkembangan Kristologi Abad Pertama Eny Emelia Hewuni; Mitra Fitria; Reyhan Revando; Sarmauli Sarmauli
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2026): April-Juni, Ilmu Sosial dan IPA
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1a9sx754

Abstract

This study aims to determine the development of Christology in the first century. This study uses a qualitative approach with a library research type. Data analysis techniques use content analysis and historical-theological analysis. The results of the study found that the understanding of the development of Christology from the first to the fifth century was a long journey in which the church attempted to formulate a precise understanding of the person of Jesus Christ. Starting from the testimony of the apostles in the New Testament, Christological thought developed through challenges from Gnosticism, Arianism, Nestorianism, and Monophysitism. Through ecumenical councils such as Nicaea (325 AD), Constantinople (381 AD), Ephesus (431 AD), and Chalcedon (451 AD), the church established the doctrine that Jesus Christ is true God and true man, with two natures united in one person without mixing, without changing, without dividing, and without separating. Figures such as Ignatius, Irenaeus, Athanasius, Cyrillus, and Leo the Great played an important role in this formulation. This understanding of historical Christology remains a solid foundation for Christian faith to this day