Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) dan Mikroskopis Pada Penderita Diabetes Melitus Agus Ikhsan Jayadi; Ershandi Resnhaleksmana; Fihiruddin; Erlin Yustin Tatontos; Lina Sundayani
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v5i1.332

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya infeksi tuberkulosis (TBC). Deteksi dini TBC pada pasien DM sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Dua metode diagnosis yang umum digunakan adalah pemeriksaan mikroskopis dan Tes Cepat Molekuler (TCM). Perbedaan sensitivitas dan akurasi kedua metode ini perlu dievaluasi khususnya pada pasien dengan DM. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan mikroskopis dalam mendeteksi TBC pada penderita diabetes melitus. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian dengan jumlah 36 orang pasien Diabetes melitus yang menunjukkan gejala klinis TBC dan memenuhi kriteria inklusi. Setiap subjek dilakukan pemeriksaan dahak menggunakan metode mikroskopis (pewarnaan Ziehl-Neelsen) dan TCM (menggunakan alat GeneXpert MTB/RIF). Hasil dari kedua metode kemudian dibandingkan untuk menentukan tingkat kesesuaian dan perbedaan deteksi menggunakan analisa deskriftif. Hasil Penelitian: Hasil pemeriksaan TCM menunjukkan bahwa 35 sampel (97,22%) tidak terdeteksi (Not Detected), sementara 1 sampel (2,78%) menunjukkan hasil positif dengan kategori High. Hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan hasil 35 sampel (97,22%) negatif dan 1 sampel (2,78%) positif dengan hasil BTA 3(+). Kesamaan hasil antara kedua metode menunjukkan adanya kesesuaian 100%. Kesimpulan: Hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) dan Mikroskopis sama  terhadap pemeriksaan pada pasien Diabetes melitus yang beresiko Tuberkulosis.