Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki beban kasus tinggi. Upaya peningkatan mutu pemeriksaan TB di fasilitas kesehatan dilakukan melalui kegiatan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) dengan metode uji silang (cross check) mikroskopis menggunakan aplikasi E-TBC 12. Tujuan: Mengetahui perbedaan hasil pembacaan (discordance) PME metode E-TBC 12 triwulan 1 dan 2 tahun 2024 antara fasilitas kesehatan (faskes) pengirim sediaan TB dengan Laboratorium Rujukan Intermediet (LRI) di Provinsi NTB, serta menganalisis kualitas pembuatan dan pembacaan sediaan. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder hasil PME uji silang metode Lot Quality Assurance System (LQAS) di Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi Provinsi NTB. Sampel penelitian adalah seluruh slide sediaan TB triwulan 1 dan 2 tahun 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi dan persentase. Hasil: Cakupan faskes yang mengikuti uji silang pada triwulan 1 sebesar 77,87% dan triwulan 2 sebesar 80,33% (belum mencapai target ≥90%). Kinerja baik (tanpa kesalahan) pada triwulan 1 sebesar 96,84% dan triwulan 2 sebesar 99,99%. Kualitas pembuatan sediaan baik pada triwulan 1 sebesar 85,26% dan triwulan 2 sebesar 86,73%. Kualitas pembacaan baik pada triwulan 1 sebesar 96,27% dan triwulan 2 sebesar 94,50%. Kesimpulan: Cakupan uji silang belum memenuhi target nasional, meskipun kinerja baik dan kualitas sediaan berada di atas 85%.