Hazrina Ayudiah
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Teologis dan Sosiologis Terhadap Konsep Etika Sosial dalam Pemikiran Tafsir Fazlur Rahman Hazrina Ayudiah; Mulazi Ibbna; Farid Adnir
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/42wx6t29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis bagaimana pendekatan teologis dan sosiologis membentuk konsep etika sosial dalam pemikiran tafsir Fazlur Rahman, mengingat metode penafsiran klasik yang cenderung tekstual-normatif dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab dinamika sosial kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif, dengan data primer berupa kitab-kitab ulumul Qur'an dan karya babon metodologi tafsir, serta data sekunder berupa artikel jurnal, tesis, dan disertasi lima tahun terakhir. Data dianalisis melalui tiga teknik, yaitu analisis isi, analisis komparatif, dan sintesis-integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi teologis Rahman bersifat teo-antroposentris, di mana kesadaran ketuhanan (taqwa) harus terwujud dalam penegakan keadilan sosial, sementara pendekatan sosiologisnya beroperasi melalui teori Double Movement yang menjembatani konteks sosio-historis turunnya ayat dengan kebutuhan etis masyarakat modern. Analisis komparatif memperlihatkan bahwa kedua pendekatan ini saling melengkapi, di mana teologi berfungsi sebagai sumber nilai (source of values) dan sosiologi sebagai ruang aktualisasinya (locus of application), meskipun ditemukan pula titik tengkar berupa kerawanan subjektivitas penafsir dalam memisahkan prinsip universal dari konteks partikular. Penelitian ini menyimpulkan bahwa etika sosial dalam pemikiran Rahman merupakan hasil dialektika antara teks, konteks sosio-historis, dan nalar kritis penafsir, yang melahirkan formula metodologis dialogis-progresif berupa keadilan distributif, egalitarianisme gender, dan perlindungan kaum tertindas (mustad'afin) sebagai prinsip etis hidup bagi pembacaan Al-Qur'an di era modern.
Batasan Metodologis Tafsir Maqasidi dalam Studi Al-Qur’an Hazrina Ayudiah; Zafrani Rizqi; Safrizal Rambe; Nur Khomisah Hasibuan
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2exm5808

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan metodologi tafsir maqāṣidī dalam studi Al-Qur'an kontemporer, yang di satu sisi menawarkan fleksibilitas kontekstualisasi makna, namun di sisi lain masih menyisakan ambiguitas epistemologis, elastisitas konsep, dan risiko subjektivitas interpretatif penafsir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara kritis dan merumuskan batasan-batasan metodologis yang melekat pada paradigma tafsir maqāṣidī saat ini. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui teknik analisis isi (content analysis) serta analisis komparatif-kritis. Sumber data primer bersumber dari karya tokoh kunci tafsir maqāṣidī (al-Syāṭibī, Ibn ‘Āsyūr, Jasser Auda, Wasfi Asyur, dan Abdul Mustaqim), sedangkan sumber sekunder berupa publikasi ilmiah kritis mutakhir dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2021–2026). Penelitian ini berhasil merumuskan lima batasan metodologis utama yang mencakup aspek konseptual (elastisitas makna maqāṣid), epistemologis (ketidakjelasan posisi di antara paradigma tafsir), prosedural (kurangnya detail langkah operasional untuk menjamin replikasi), validitas-otoritatif (ketiadaan kriteria pengujian kompetensi mufasir), serta relasi teks-tujuan (risiko reduksi otoritas naṣṣ demi kemaslahatan). Hasil analisis menyimpulkan bahwa guna mengatasi fragmentasi dan transisi paradigmatik ini, diperlukan integrasi terstruktur antara pendekatan maqāṣid klasik, pendekatan sistem, dan kerangka kontekstual-tematik agar tafsir maqāṣidī berkembang menjadi metodologi penafsiran yang ilmiah, kredibel, dan akuntabel secara akademik.