Nurul Fajri
Universitas Islam As Syafi'iyah, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The use of CBT-oriented group guidance as a preventive intervention against bullying among adolescents Yuliana Yuliana; Puji Gusri Handayani; Nurul Fajri; Susiati Susiati; Wa Ode Lili Andriani Nasri; Olfakhrina Olfakhrina
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1211300

Abstract

Bullying among adolescents remains a persistent problem that negatively affects students’ psychological, social, and academic well-being. Although Cognitive Behavioral Therapy (CBT) has frequently been used to address bullying-related problems, its application within group guidance as a preventive intervention remains limited. Therefore, this study aimed to examine the potential effectiveness of CBT-oriented group guidance in reducing bullying behavior tendencies among adolescents. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The participants consisted of 10 students from SMK Maitreyawira Batam who demonstrated moderate to high bullying behavior tendencies. The intervention was implemented through structured group guidance sessions incorporating psychoeducation, cognitive restructuring, behavioral exercises, and emotional regulation training. Data were collected using a modified bullying behavior questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant reduction in bullying behavior tendency scores following the intervention (p = 0.003). Descriptive analysis indicated that all participants shifted from the high category to the moderate category. These findings suggest that CBT-oriented group guidance may contribute to reducing bullying behavior tendencies among adolescents. However, the findings should be interpreted cautiously due to the small sample size and the absence of a control group.
Analisis Pembentukan Citra Diri dalam Perilaku Berias pada Remaja Perempuan Nurul Fajri
Journal of Behavioral Innovation Vol. 1 No. 1 (2026): Journal of Behavioral Innovation
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/jbi.v1i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan citra diri pada remaja perempuan melalui perilaku bermakeup di smp islam al azhar 19 cibubur. fokus penelitian diarahkan pada empat rumusan masalah: (1) bagaimana pengalaman remaja perempuan dalam menggunakan makeup dalam kehidupan sehari-hari, (2) bagaimana praktik ber-makeup berkontribusi terhadap pembentukan citra diri, (3) faktor-faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi pembentukan citra diri terkait penggunaan makeup, dan (4) bagaimana remaja menegosiasikan tekanan sosial dan standar kecantikan melalui perilaku ber-makeup. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap sepuluh remaja perempuan yang duduk di bangku kelas vii dan viii. data dianalisis menggunakan metode tematik dengan mengacu pada teori konsep diri carl rogers, interaksionisme simbolik goffman, dan social comparison theory festinger sebagai kerangka interpretatif. hasil penelitian menunjukkan bahwa makeup bagi remaja tidak hanya berfungsi sebagai alat estetika, tetapi juga sebagai media negosiasi identitas dan kontrol sosial. makeup digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri, membangun kesan positif di lingkungan sekolah, dan menutupi ketidaknyamanan terhadap penampilan. faktor-faktor eksternal seperti media sosial, teman sebaya, dan dukungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan citra diri remaja. media sosial menjadi sumber utama pembelajaran makeup dan standar kecantikan, sementara teman sebaya berperan sebagai pemberi validasi sosial melalui pujian atau komentar terhadap penampilan. selain itu, remaja menampilkan beragam strategi dalam menghadapi tekanan sosial dan standar kecantikan, antara lain adaptasi sosial, resistensi selektif, dan redefinisi kecantikan. makeup juga berperan sebagai sarana emotional regulation dan self-expression, meskipun dalam beberapa kasus menimbulkan appearance anxiety akibat ketergantungan pada validasi eksternal. secara keseluruhan, perilaku ber-makeup pada remaja perempuan di smp islam al azhar 19 cibubur menggambarkan proses dinamis pembentukan citra diri yang dipengaruhi oleh interaksi sosial, media, dan nilai-nilai budaya sekolah islam. penelitian ini menegaskan pentingnya peran bimbingan konseling sekolah dalam mengembangkan literasi media, penerimaan diri (self-compassion), dan pemahaman kecantikan yang lebih sehat serta seimbang antara aspek fisik dan moral.