Claim Missing Document
Check
Articles

Pentingnya pelaksanaan home visit oleh guru bimbingan dan konseling Puji Gusri Handayani; Hafiz Hidayat
Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Jambore Konseling 3
Publisher : Ikatan Konselor Indonesia (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan rumah sebagai tempat pendidikan pertama bagi siswa hendaklah dapat memberikan peranan yang baik untuk perkembangannya. Pada Kenyataanya, disadari masih banyak keluarga atau lingkungan rumah yang bermasalah sehingga menimbulkan permasalahan bagi siswa terutama dalam proses belajar di sekolah. Permasalahan siswa dapat dilihat dari mana masalah itu datang, baik itu dari hubungan dalam keluarga dan situasi keluarga. Masalah keluarga dan situasi keluarga dapat mempengaruhi siswa di sekolah dalam hal konsentrasi belajar dan aktivitas sekolah, sehingga mengakibatkan turunnya prestasi belajar siswa. Oleh karena itu guru bimbingan dan konseling perlu melakukan kegiatan home visit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami, serta pada nantinya bias mengaplikasikan bagaimana pelaksanaan home visit oleh guru bimbingan dan konseling secara baik dan benar sesuai dengan langkah-langkah home visit, yang terdiri dari perencanaan home visit, pelaksanaan home visit, evaluasi home visit, tindak lanjut home visit, Analisis home visit, dan laporan home visit. Untuk itu kita perlu membahas secara mendalam tentang pentingnya kegiatan home visit yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling, serta bagaimana langkah-langkahnya. Jika kegiatan home visit bisa dilakukan dengan efektif maka permasalahan siswa di sekolah dapat terentaskan dan siswa mempunyai hasil belajar yang maksimal.
PENDEKATAN COUNSELING REBT DALAM MENANGGULANGI CULTURE SHOCK MAHASISWA RANTAU Handayani, Puji Gusri
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 6, No 2 (2019): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2019)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.5 KB) | DOI: 10.33373/kop.v6i2.2134

Abstract

Memasuki budaya yang berbeda memungkinkan individu untuk menjadi orang asing dalam budaya tersebut, di mana individu dihadapkan pada situasi di mana kebiasaan mereka diragukan. Hal ini dapat menyebabkan kejutan (ketidakpastian) dan stres, yang dapat menyebabkan konsep diri dan identitas budaya individu dan mengakibatkan kecemasan. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar individu mengalami gangguan mental dan fisik, setidaknya untuk periode waktu tertentu. Struktur baru ini akan menjadi lebih terlihat melalui pengalaman emosional dan efektif ketika berinteraksi dengan budaya baru. Banyaknya imigran dan pelajar luar negeri yang memiliki latar belakang budaya berbeda untuk belajar sains di lingkungan perguruan tinggi yang sama dapat menyebabkan tidak terbiasa dengan budaya lokal adalah masalah yang sering mempengaruhi seseorang di negara asing. Demikian pula apa yang terjadi pada siswa dalam persepsi orang dalam kesehatannya, sehingga terjadi kejutan budaya karena tidak memahami perbedaan karakteristik individu lain dari sudut pandang orang lain. Mengatasi culture shock adalah dengan menggunakan pendekatan REBT (Rasional Emotif Behaviour Therapy). REBT digunakan untuk mengatasi kecemasan, persoalan emosi, ketakutan, fobia, dan lain-lain. Culture shock merupakan penyakit akibat kecemasan sehingga bisa diatasi dengan menggunakan REBT.
SELF REGULATED LEARNING (STUDY FOR STUDENTS REGULAR AND TRAINING) Hafiz Hidayat; Puji Gusri Handayani
Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.059 KB) | DOI: 10.30870/jpbk.v3i1.3196

Abstract

Self Regulated Learning (Study for regular and training students). This study aims to describe self regulated learning of regular students and training, and to test the difference of self regulated learning of regular and training class students.The samples used are 65 students of SMA N 5 Padang selected with purposive sampling and simple random sampling technique The instrument used is "Self Regulated Learning Scale" (SSRL) with reliability of 0.817.Research findings show that (1) self regulated learning of regular class students and training is quite good, (2) there are differences of self regulated learning of regular students with training class students, where regular class students have self-regulated learning better than the students of the training class. Keyword: Self Regulated Learning
KONTRIBUSI CULTURE SHOCK TERHADAP SELF ADJUSTMENT MAHASISWA KELAS INTERNASIONAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG Puji Gusri Handayani; Verlanda Yuca
Jurnal Neo Konseling Vol 1, No 3 (2019): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00207kons2019

Abstract

This study aims to describe culture shock and self adjustment on students, and examine the contribution of culture shock to student self adjustment. The population is the international class students of Padang State University as many as 212 students using simple random sampling techniques. The research method uses descriptive and regression. The instruments used were "Inventory Culture Shock" (ICS) with a reliability of 0.74 and "Inventory Self Adjusment Puji and Verlanda" (ISAPUVE) with a reliability of 0.80. The conclusion of this research is that there is a contribution of culture shock to the self adjusmnet of international class students at Universitas Negeri Padang.
Fenomena Culture Shock Pada Mahasiswa Perantauan Tingkat 1 Universitas Negeri Padang Puji Gusri Handayani; Verlanda Yuca
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 6, No 3 (2018): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/129000

Abstract

This study aims to describe culture shock of students outside and inside Sumatra and examine the differences in student culture shock based on gender and region of origin. The study population was 2018 level 1 / class students at Padang State University who migrated to Padang from outside and inside West Sumatra with a sample of 300 students selected by simple random sampling technique. The instrument used is "Inventory Culture Shock" (ICS) with a reliability of 0.74. The findings of the study show that culture shock of students from outside West Sumatra is classified as medium and originating from within West Sumatra is relatively low. Then, there was no difference in culture shock between students from outside and in West Sumatra.
Training and Workshop Implementation of Group Counseling with Expressive Therapy Techniques for The Prevention of Students Sexual Harassment in Junior High School 16 Padang Syahniar Syahniar; Firman Firman; Puji Gusri Handayani
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.245 KB) | DOI: 10.24036/4.33311

Abstract

The training and workshop activities are carried out based on the phenomenon of the many problems that have arisen in the global era with sophisticated and modern technology today, one of the events experienced by many junior high school students is sexual harassment both physically and verbally. For this reason, counselors and counselors must make various counseling and counseling services, one of which is group guidance services, including efforts to prevent sexual harassment among students. Group counseling services can be done with a variety of approaches, one of which is the approach and techniques of expressive therapy counseling. The expressive therapist believes that individuals are different in expressing what is in themselves, there are individuals who are more open to express what is felt in him, including communicating the anxiety he feels. The results show that there is an increase in understanding and knowledge of school counselors / school counselors, especially in terms of implementing counseling in schools. During this time in school, counseling teachers carry out counseling with traditional methods, namely asking with special techniques, but after this training the counseling teacher can conduct counseling with an expressive therapy approach.
Profil Kecerdasan Adversitas Siswa Berlatar Belakang Budaya Minangkabau Puji Gusri Handayani; Hafiz Hidayat; Verlanda Yuca; Rahmi Dwi Febriani; Frischa Meivilona Yendi
Jurnal Neo Konseling Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00719kons2023

Abstract

Adversity quotient affects the ability in learning and also student learning achievement, in addition, the adversity quotient affects how a person overcomes the ability to problems. Because of this problem, it takes a high adversity quotient to be able to survive in all conditions. The purpose of this study was to describe the adversity quotient of MAN 1 Padang students and test the difference in the adversity quotient of male and female students. This study uses a comparative quantitative approach. The sample in the study was 130 students, of which 55 were male and 65 were female students. With sampling techniques that are simple random sampling. The measurement used is "Scale Adversity Quotient Profile Modification" with reliable of 0.85. The results explained that the quotient of MAN 1 Padang students is in the campers category. It was later discovered that female students were taller than men. Thus it can be concluded that the culture attached to students greatly affects a person's adversity quotient. The adversity quotient of female students is higher than the male field because students adhere to a matrilineal culture.
Motivasi Berprestasi (Kajian dalam Budaya Minangkabau dan Jawa) puji gusri handayani; Hafiz Hidayat
Jurnal Counseling Care Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Counseling Care
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.874 KB) | DOI: 10.22202/jcc.2018.v2i2.3330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi berprestasi  siswa sekolah menengah dan menguji perbedaan motivasi berprestasi siswa berdasarkan gender dan budaya. Populasi penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Negeri (SMAN) 1 Sitiung yang berlatar belakang budaya Jawa dan Minangkabau; dengan sampel sebanyak 215 orang siswa yang dipilih dengan teknik  multistage  sampling. Instrumen yang digunakan adalah “Skala Motivasi Berprestasi” dengan reliabilitas 0,88. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa motivasi berprestasi siswa dari kedua budaya tersebut tergolong tinggi, dan terdapat perbedaan motivasi berpretasi siswa antara siswa berlatar belakang budaya, di mana siswa yang berlatar budaya Jawa lebih tinggi motivasi berprestasi daripada siswa yang berlatar belakang budaya Minangkabau, dan terdapat perbedaan motivasi berprestasi berdasarkan gender.
Motivasi Berprestasi (Kajian dalam Budaya Minangkabau dan Jawa) puji gusri handayani; Hafiz Hidayat
Jurnal Counseling Care Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Counseling Care
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.874 KB) | DOI: 10.22202/jcc.2018.v2i2.3330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi berprestasi  siswa sekolah menengah dan menguji perbedaan motivasi berprestasi siswa berdasarkan gender dan budaya. Populasi penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Negeri (SMAN) 1 Sitiung yang berlatar belakang budaya Jawa dan Minangkabau; dengan sampel sebanyak 215 orang siswa yang dipilih dengan teknik  multistage  sampling. Instrumen yang digunakan adalah “Skala Motivasi Berprestasi” dengan reliabilitas 0,88. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa motivasi berprestasi siswa dari kedua budaya tersebut tergolong tinggi, dan terdapat perbedaan motivasi berpretasi siswa antara siswa berlatar belakang budaya, di mana siswa yang berlatar budaya Jawa lebih tinggi motivasi berprestasi daripada siswa yang berlatar belakang budaya Minangkabau, dan terdapat perbedaan motivasi berprestasi berdasarkan gender.
Creative Biblio-Counseling to Enhance Adversity Quotient of Juvenile Prisoners Puji Gusri Handayani; Hafiz Hidayat; Rahmi Dwi Febriani; Soeci Izzati Adlya; Shaamilah Binti Shahabuddin
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 6 No 1 (2023): January-June
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v6i1.6152

Abstract

The adversity quotient has an important role in an individual's life. By having a high adversity quotient, individuals will be able to overcome the difficulties faced. Juvenile prisoners are individuals who require special attention in an effort to improve their quotient of adversity to avoid becoming recidivists. This study aimed to test the effectiveness of creative biblio-counselling to improve the adversity quotient of juvenile prisoners. This study used a pre-experimental design with pre-test and post-test designs. The population in this study was 50 child prisoners, then 8 juvenile prisoners selected using purposive sampling techniques. The research instrument is the profile adversity quotient modification scale which has a high level of reliability and validity. The data analysis used is the Wilcoxon test. The results showed that the adversity quotient of juvenile prisoners increased after creative biblio-counseling treatment. Therefore, based on the findings of this study, counselors at LPKA can apply creative biblio-counseling using books, videos, and films to improve the adversity quotient of juvenile prisoners and as a basis for supporting adolescent development tasks.
Co-Authors Abdillah, Wahyu Abdul Hanan Abdul Rauf Abrar, Muhammad Fauzan Adlya, Soechi Izzati Afifah, Zahra Nisrina Agus Ria Kumara Aisha , Septya Akhmad Rifqi Azis Amirah, Nadiratul Aprilyansa, Ari Ardi, Lailatul Afifah Azmatul Khairiah Sari Brescia, Reggiana Chandra, Mutiara Putri Christine Masada Hirashita Tobing Daharnis Daharnis Dari, Messy Wulan Dina Sukma Edris Zamroni Ega Fitria Zalma Fazli, M. Febriani, Rahmi Dwi Fikri, Miftahul Firman Firman Firza Firza Frischa Meivilona Yendi Gudnanto Gusinia, Azzahra Hardi Gusni Dian Suri Hafiz Hidayat Hafiz Hidayat Hafiz Hidayat Hafiz Hidayat Hakim, Fahma Hanifa, Nurul Hariko, Rezki Hasan, Ikhwanul Herman, Pebriani Yusnia Hidayah, Alyani Riska Hidayat, Hafiz Humayroh, Dinda Ifdil Ifdil Indah Lestari, Indah Indrama, Leony Sarah Indriyani Santoso Irda Yani Br Purba Ismira, Ismira Kurnia, Reni Liwa, Salsha Nadilla Maharani, Intan Mardiah, Suci Amelia Musriati, Wina Nasution, Indra Pernanda Putra Netrawati, Netrawati Nilma Zola Nurfarhanah Nurfarhanah Nurul Fajri Prayitno, Irwan Purba, Irda Yani Putra, Ade Herdian Putra, Febri Wandha Putri Oktavia Putri Rahmadani, Putri Putriani, Lisa Putriani, Lisa  Rahmadani, Indah Rezki Hariko Purba Ridho, Fadilur Rima Pratiwi Fadli Ronvy, Al Shaffaat Rosanty, Nabilah Safira Zahira Putri Sagita, Fitria Shaamilah Binti Shahabuddin Sidratullah, Yasifa Soeci Izzati Adlya Soma, Yona Mita Sukmawati, Indah Susiati, Susiati Syahniar Syahniar Syahputra, Yuda Syahril, Putri Wie Taufik Taufik TRIAVE NUZILA ZAHRI Triyono Triyono Wa Ode Lili Andriani Nasri Yendi, Fricha Meiviolona Yeni Karneli Yuca, Verlanda Zadrian Ardi Zikra Zulvi, Nur Adila Wafiqoh