p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ebers Papyrus
Frans Ferdinal
Bagian Biokimia dan Biologimolekuler Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI TOKSISITAS DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA) DENGAN METODE ABTS Debbie Violine; Frans Ferdinal; Eny Yulianty
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ha3dpm75

Abstract

Reactive oxygen species (ROS) dalam jumlah yang normal berfungsi dalam transduksi sinyal, pertahanan imunitas tubuh, mekanisme apoptosis, pertumbuhan, perkembangan, dan diferensiasi sel, serta mempertahankan homeostasis tubuh. Apabila ROS diproduksi melebihi kapasitas antioksidan dalam tubuh, maka dapat menyebabkan stres oksidatif yang merusak sel dan memicu berbagai penyakit kronis. Antioksidan merupakan suatu zat yang dapat menetralkan ROS dalam tubuh. Buah pare (Momordica charantia) memiliki ciri khas rasa yang sangat pahit dan dikenal kaya akan nutrisi yang memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kapasitas antioksidan secara in vitro dengan metode ABTS serta mengetahui tingkat toksisitas pada ekstrak buah pare dengan metode BSLT menggunakan larva Artemia salina sebagai organisme uji. Pengujian kapasitas antioksidan dinyatakan dalam nilai IC50 yaitu sebesar 22,356 µg/mL dan uji toksisitas pada ekstrak buah pare didapatkan nilai LC50 sebesar 259,786 µg/mL. Kapasitas antioksidan dalam ekstrak buah pare tergolong dalam kategori sangat kuat (IC50 < 50 µg/mL). Selain itu, tingkat toksisitas yang diperoleh termasuk dalam kategori tingkat toksisitas sedang (LC50 100 – 500 µg/mL).
EKSPLORASI KANDUNGAN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUNGA LAWANG (ILLICIUM VERUM) Muhammad Novtyan Putra Ramadhan; Shirly Gunawan; David Limanan; Frans Ferdinal; Eny Yulianti
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36990

Abstract

Beberapa tumbuhan memiliki potensi efek antioksidan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan stres oksidatif. Antioksidan eksogen dapat diperoleh dari sumber alami, salah satunya tanaman herbal seperti bunga lawang (Illicium verum). Tanaman ini banyak tumbuh di pegunungan Maluku dan telah lama dipakai dalam pengobatan tradisional misalnya sebagai antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, serta tingkat toksisitas bunga lawang. Ekstrak bunga diperoleh melalui metode maserasi dengan menggunakan pelarut metanol. Pengujian fitokimia dilakukan dengan pendekatan semikualitatif. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl), ABTS (2,2’-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid), dan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Uji toksisitas dilakukan dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Pengujian fitokimia didapatkan hasil ekstrak bunga lawang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, kumarin, kuinon, antosianin, betasianin, glikosida, kardioglikosida, steroid, terpenoid, dan tanin. Pada pengujian kapasitas antioksidan ekstrak bunga lawang dengan metode DPPH didapatkan IC50 = 206,918 µg/mL, dengan metode ABTS didapatkan IC50 = 16,135 µg/mL, dengan metode FRAP didapatkan IC50 = 23,711 µg/mL. Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak bunga lawang sebagai antioksidan yang kuat.