Ketombe (Pityriasis capitis) adalah masalah kulit kepala secara umum ditandai dengan pengelupasan kulit dan dapat memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui profil pengetahuan mahasiswa tentang terapi antiketombe. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif yang melibatkan responden berjumlah 207 mahasiswa di Surabaya, responden dipilih melalui accidental sampling pada Maret 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, yang kemudian dianalisis dengan Microsoft Excel 2021. Mayoritas responden berusia 20 tahun (33,82%) dan didominasi oleh perempuan (82,61%), dengan proporsi mahasiswa rumpun non-kesehatan yang lebih besar (60,39%) dibandingkan rumpun kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (49,76%) memiliki pengetahuan “cukup” mengenai terapi antiketombe, diikuti oleh 28,50% yang memiliki pengetahuan “baik”, sedangkan 21,74% lainnya berada pada kategori “kurang”. Sebanyak 60,9% responden mengetahui bahwa ketombe disebabkan oleh jamur dan 74,4% responden mengetahui bahwa ketombe dipengaruhi oleh cuaca panas serta kelembapan. Pengetahuan tentang produk antiketombe menunjukkan bahwa 63,8% mengetahui sampo antijamur efektif, tetapi 46,9% salah menganggap sampo antibakteri juga efektif. Kesimpulan dari peneltian ini yaitu tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai terapi antiketombe masih berada pada kategori “cukup”, sehingga diperlukan upaya edukasi lanjutan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai terapi antiketombe dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup.