Nurjana Cyntia Rahman
IAIN Sultan Amai Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APPROACHES AND STRATEGIES FOR ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING IN THE CONTEXT OF MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Nurjana Cyntia Rahman; Burhanuddin Abdul Karim Mantau; Yanty K. Manoppo
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v7i2.5189

Abstract

  This article examines the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning approaches and strategies within the policy framework of Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), or Independent Learning–Independent Campus. PAI learning within the MBKM framework emphasizes flexibility, authentic learning experiences, and student autonomy through humanistic, constructivist, experiential, and value-based approaches. These approaches strengthen character formation, value internalization, and the development of students’ reflective capacity. Furthermore, project-based learning, project-collaborative learning, problem-based learning, and blended learning strategies enable students to apply Islamic values in real-life contexts through projects, interdisciplinary collaboration, problem solving, and digital technology. Overall, PAI learning in MBKM becomes more contextual, applicable, and relevant to the needs of modern society. The implication of this study is that PAI learning in higher education needs to be designed more adaptively, collaboratively, and practically so that Islamic values are not only understood conceptually but also internalized and implemented in students’ academic, social, and professional lives. Therefore, this article highlights the importance of adaptive curriculum design, lecturers’ roles as facilitators, and collaboration with external partners in optimizing the implementation of PAI within the MBKM framework. The impact of implementing Islamic Religious Education (PAI) learning approaches and strategies within the MBKM framework is increased student engagement and independence in the learning process, the development of critical thinking, collaboration, and problem-solving skills, and the strengthening of the internalization and application of Islamic values ??in academic, social, and professional life. PAI learning also becomes more contextual, applicable, and relevant to the needs of society and the workplace.    
Pendidikan Agama Dalam Filsafat Pendidikan Islam: Antara Tradisi dan Inovasi Nurjana Cyntia Rahman; Kasim Yahiji; Muh Hasbi
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/3gv8v696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi pendidikan agama dalam perspektif filsafat pendidikan Islam dengan menyoroti hubungan antara tradisi dan inovasi sebagai dua unsur penting dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui kajian terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan berbagai literatur relevan yang membahas filsafat pendidikan Islam, pendidikan agama, tradisi, dan inovasi pendidikan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan mensintesis berbagai konsep yang ditemukan dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki tiga landasan utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi yang menjadi dasar pengembangan pendidikan agama. Tradisi pendidikan Islam berfungsi sebagai fondasi moral dan spiritual melalui penguatan adab, keteladanan, dan nilai-nilai keislaman, sedangkan inovasi berperan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital, pembaruan kurikulum, serta pengembangan metode pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi tradisi dan inovasi merupakan pendekatan yang paling relevan untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai Islam. Temuan ini memiliki relevansi yang kuat bagi pengembangan pendidikan agama di Indonesia, khususnya dalam mendukung implementasi kurikulum integratif, penguatan kompetensi pedagogik dan literasi digital guru, serta pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap perubahan sosial dan teknologi. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam mampu menjadi landasan konseptual dan praktis dalam membangun sistem pendidikan agama yang holistik, adaptif, dan berkelanjutan.