Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi pendidikan agama dalam perspektif filsafat pendidikan Islam dengan menyoroti hubungan antara tradisi dan inovasi sebagai dua unsur penting dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui kajian terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan berbagai literatur relevan yang membahas filsafat pendidikan Islam, pendidikan agama, tradisi, dan inovasi pendidikan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan mensintesis berbagai konsep yang ditemukan dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki tiga landasan utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi yang menjadi dasar pengembangan pendidikan agama. Tradisi pendidikan Islam berfungsi sebagai fondasi moral dan spiritual melalui penguatan adab, keteladanan, dan nilai-nilai keislaman, sedangkan inovasi berperan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital, pembaruan kurikulum, serta pengembangan metode pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi tradisi dan inovasi merupakan pendekatan yang paling relevan untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai Islam. Temuan ini memiliki relevansi yang kuat bagi pengembangan pendidikan agama di Indonesia, khususnya dalam mendukung implementasi kurikulum integratif, penguatan kompetensi pedagogik dan literasi digital guru, serta pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap perubahan sosial dan teknologi. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam mampu menjadi landasan konseptual dan praktis dalam membangun sistem pendidikan agama yang holistik, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026