sulfikar muhaemin
IAI DDI Mangkoso

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model IMT-PAI: Sintesis Pustaka Sistematis Pendekatan Interdisipliner, Multidisipliner, Dan Transdisipliner Dalam Manajemen Media Dan Sumber Belajar Pendidikan Agama Islam sulfikar muhaemin; Noviyanti Noviyanti; Bakri Bakri; Husnul Khatimah
Dahzain Nur Vol 16 No 1 (2026): Dahzain Nur
Publisher : STAI YAPIS Takalar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69834/dn.v16i1.436

Abstract

Prior studies on interdisciplinary, multidisciplinary, and transdisciplinary (MIT) approaches in Islamic Religious Education (PAI) generally remain conceptual and focus on curriculum or classroom learning, leaving their specific application to the management of PAI media and learning resources systematically unexamined and without an operational model. This study addresses that gap by synthesizing the literature to formulate a model for managing PAI media and learning resources based on the three approaches. The research uses a systematic literature review with descriptive qualitative analysis of 30 primary documents selected based on thematic relevance, recency, and source credibility. The synthesis shows that: (1) the three MIT approaches can be mapped onto four integrative dimensions of PAI media management, namely philosophical-theological, pedagogical-psychological, technological-managerial, and socio-cultural; (2) synthesizing these dimensions produces a new model called the IMT-PAI Model, consisting of five cyclical components (faith-knowledge, integrative planning, collaborative development, reflective implementation, and transformative evaluation); and (3) this model differs from previous MIT models in that it specifically operationalizes disciplinary integration at the level of media and learning-resource management rather than curriculum alone. The study recommends empirical testing of the IMT-PAI Model and the formulation of PAI media development policies that remain responsive to technology while preserving Islamic values.
REKONSTRUKSI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KECERDASAN ARTIFISIAL (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN ABAD KE-21 Sulfikar Muhaemin; Ana Cahayani; Ridwan; Amaluddin; Susanto
Jurnal Andi Djemma/Jurnal Pendidikan Vol 9 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/5cgmq663

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji ulang arah pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah pesatnya kehadiran kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari lanskap pendidikan abad ke-21. Kajian ini berangkat dari kegelisahan akademik bahwa adopsi teknologi AI dalam pembelajaran sering kali berjalan lebih cepat dibandingkan kesiapan kurikulum PAI dalam merespons secara etis dan spiritual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan menelaah literatur, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-reflektif untuk merumuskan prinsip dan model rekonstruksi kurikulum PAI yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pemanfaatan AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum PAI berbasis AI perlu ditopang oleh tiga model yang saling melengkapi, yaitu model integratif-etik berbasis maqāṣid al-syarī‘ah, model interkonektif sains-teknologi-wahyu, dan model transformatif-adaptif. Ketiga model ini menegaskan bahwa AI seyogianya diposisikan sebagai wasilah (sarana) pedagogis, bukan sebagai penentu tujuan pendidikan itu sendiri, sehingga penguatan akidah, akhlak, dan kesadaran spiritual peserta didik tetap menjadi orientasi utama. Dengan demikian, kurikulum PAI yang adaptif terhadap teknologi sekaligus kukuh pada nilai keislaman diyakini mampu menjawab tantangan literasi digital, personalisasi pembelajaran, dan kesenjangan akses teknologi tanpa mereduksi hakikat pendidikan Islam sebagai proses pembentukan manusia yang berilmu dan beradab.