Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan Hukum Pidana Terhadap Kasus Pencurian Biasa Di Tinjau Dari Faktor Kemiskinan Di Desa Ajibaho Kecamatan Sibiru Biru Seftiana Br Sembiring; Bonanda Japatani Siregar; Nelvitia Purba; Ismed Batubara
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.6211

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan hukum pidana terhadap kasus pencurian biasa serta pengaruh faktor kemiskinan terhadap terjadinya tindak pidana dan proses penegakan hukumnya di Desa Ajibaho, Kecamatan Sibiru Biru. Tujuan penelitian adalah menganalisis penerapan hukum pidana pada kasus pencurian biasa, mengkaji kemiskinan sebagai faktor penyebab terjadinya pencurian, serta mengetahui hubungan kemiskinan dengan pertimbangan dalam penegakan hukum pidana. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data lapangan, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh besar terhadap terjadinya pencurian biasa. Keterbatasan ekonomi mendorong sebagian masyarakat melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam praktiknya, penegakan hukum pidana di Desa Ajibaho tidak selalu dilakukan melalui proses formal sesuai ketentuan perundang-undangan, tetapi sering diselesaikan melalui musyawarah desa dengan pendekatan keadilan restoratif. Pendekatan tersebut mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi pelaku serta bertujuan menjaga keharmonisan masyarakat. penerapan hukum pidana terhadap pencurian biasa dipengaruhi faktor kemiskinan dan nilai sosial masyarakat sehingga penegakan hukum cenderung fleksibel serta mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan sosial.
Pemberdayaan Industri Rumah Tangga Keripik Singkong Pedas Untuk Meningkatkan Pendapatan dan Daya Saing Produk Masyarakat Nagori Maligas Bayu, Simalungun Alkausar Saragih; Ismed Batubara; Arief Hadian; Arifin Zainal; Kinkin Kartika
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 3: September 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i3.952

Abstract

p Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan industri rumah tangga keripik singkong pedas di Nagori Maligas Bayu, Kabupaten Simalungun, dalam rangka meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus memperkuat daya saing produk lokal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan pengetahuan dalam pengolahan singkong yang higienis, rendahnya kualitas kemasan, serta minimnya strategi pemasaran yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui pendekatan partisipatif, tim pengabdian melaksanakan serangkaian kegiatan berupa pelatihan pengolahan singkong dengan teknik produksi yang lebih modern dan higienis, pelatihan desain kemasan yang menarik serta sesuai standar pasar, dan pendampingan strategi pemasaran berbasis digital. Selain itu, dilakukan pula pembinaan manajemen usaha sederhana meliputi pencatatan keuangan dan perhitungan biaya produksi agar pelaku usaha memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan usahanya secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam memproduksi keripik singkong pedas dengan kualitas rasa yang lebih konsisten dan daya tahan produk yang lebih lama. Produk yang dihasilkan juga mengalami peningkatan nilai tambah melalui penggunaan kemasan modern dan label merek lokal yang lebih menarik. Pemasaran berbasis media sosial yang diperkenalkan terbukti mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar wilayah Simalungun. Peningkatan omzet penjualan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inovasi dalam usaha kecil menjadi capaian nyata dari program ini. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi signifikan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan industri rumah tangga berbasis potensi lokal.