Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Risiko Ergonomi dan Intervensi Manual Material Handling pada Toko Bahan Bangunan: Studi Kasus Pengabdian Masyarakat di UMKM Kulon Progo Ayudyah Eka Apsari; Diyah Dwi Nugraheni; Ahmad Zada Hilmi Syifa'
Jurnal ABDI RAKYAT Vol. 2 No. 2 (2025): JURNAL ABDI RAKYAT
Publisher : Universitas Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/jar.v2i2.643

Abstract

Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) represent a major occupational health challenge in small, and medium enterprises (SMEs), particularly in manual material handling (MMH) activities performed without mechanical assistance. This community service study aimed to analyze ergonomic risks and implement ergonomic interventions in MMH activities at TB. XX, a building material store in Kulon Progo. The method applied a multidisciplinary approach involving workplace observation, ergonomic risk identification, assessment of musculoskeletal complaints, standardized posture analysis, managerial engagement to ensure organizational commitment, and ergonomic interventions through proper lifting technique training and simple assistive devices. The results indicated that three workers performed MMH involving loads of 3–30 kg for approximately four hours per day and reported musculoskeletal complaints in the neck, shoulders, lower back, and legs. Ergonomic and participatory interventions are expected to reduce WMSD risks and improve occupational safety, comfort, and productivity in SMEs
Penerapan Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Pekerja Pengolahan Tempe: Studi Kasus UMKM Tempe Tiga Putra, Jepara Ayudyah Eka Apsari; Diyah Dwi Nugraheni; Ahmad Zada Hilmi Syifa
WASANA NYATA Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v10i1.2200

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada sektor UMKM, khususnya pada proses produksi tempe yang masih menggunakan metode tradisional dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. UMKM Tempe Tiga Putra sebagai objek Pengabdian memiliki berbagai potensi hazard seperti paparan panas, lantai licin, serta pengangkatan beban berat yang berisiko terhadap keselamatan pekerja. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tahap identifikasi masalah melalui observasi dan wawancara, tahap sosialisasi, tahap pendampingan, serta tahap edukasi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perbaikan sederhana seperti penataan ulang stasiun kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya K3 mampu menurunkan potensi risiko kecelakaan kerja. Selain itu, penerapan sistem kerja yang lebih terstruktur juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam proses produksi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penerapan sistem K3 yang terintegrasi dan berkelanjutan pada UMKM mampu meminimalisir risiko kecelakaan kerja serta meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan.
Pengaruh Perekat PVAc dan PVAc/VAE terhadap Kinerja Tarik Geokomposit Berbasis Geomat-Rami dan Geotesktil-Polietilen untuk Proteksi Pantai Taufiq Rizki; Rina Afiani Rebia; Diyah Dwi Nugraheni
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abrasi pantai merupakan permasalahan pesisir yang dipengaruhi oleh interaksi gelombang, arus, dan pergerakan material granular, sehingga diperlukan material proteksi dengan stabilitas mekanik yang baik.  Penelitian ini bertujuan untuk memfabrikasi dan mengevaluasi kinerja mekanik geokomposit tiga lapis berbasis geomat-rami dan geotekstil-polietilen sebagai alternatif material struktur lunak. Variabel penelitian meliputi variasi struktur geomat-rami dan perekat. Skruktur geomat-rami terdiri atas konvensional (K), pola simpul berdiameter 2,5 cm (T2), dan pola simpul berdiameter 5 cm (T5). Sedangkan perekat yang digunakan adalah polivinil asetat (PVAc) dan polivinil asetat/etilena-vinil asetat (PVAc/VAE). Fabrikasi dilakukan dengan metode hot-pressing pada suhu 103°C dan tekanan ±20 bar selama 120 menit. Evaluasi dilakukan melalui uji tarik berdasarkan ASTM D3039 untuk menentukan kekuatan tarik dan elongasi. Hasil menunjukkan bahwa variasi struktur geomat-rami memberikan tren peningkatan kekuatan tarik dan elongasi pada kedua perekat. Kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada sampel T2 dengan perekat PVAc sebesar 23,95 MPa, sedangkan elongasi tertinggi terdapat pada sampel T5 dengan perekat PVAc/VAE sebesar 18,26%. Hasil ini menunjukkan kinerja mekanik yang baik dan berpotensi dikembangkan sebagai material proteksi pantai berbasis struktur lunak.
Penerapan Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Pekerja Pengolahan Tempe: Studi Kasus UMKM Tempe Tiga Putra, Jepara Ayudyah Eka Apsari; Diyah Dwi Nugraheni; Ahmad Zada Hilmi Syifa
WASANA NYATA Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v10i1.2200

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada sektor UMKM, khususnya pada proses produksi tempe yang masih menggunakan metode tradisional dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. UMKM Tempe Tiga Putra sebagai objek Pengabdian memiliki berbagai potensi hazard seperti paparan panas, lantai licin, serta pengangkatan beban berat yang berisiko terhadap keselamatan pekerja. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tahap identifikasi masalah melalui observasi dan wawancara, tahap sosialisasi, tahap pendampingan, serta tahap edukasi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perbaikan sederhana seperti penataan ulang stasiun kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya K3 mampu menurunkan potensi risiko kecelakaan kerja. Selain itu, penerapan sistem kerja yang lebih terstruktur juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam proses produksi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penerapan sistem K3 yang terintegrasi dan berkelanjutan pada UMKM mampu meminimalisir risiko kecelakaan kerja serta meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan.