Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA LANSIA HIPERTENSI Siska Sakti Angraini; Vino Rika Nofia; Honesty Diana Morika; Engla Sulistia; Anggelina Effendi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3259

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang membutuhkan pengobatan seumur hidup. Salah satu faktor dari keberhasilan pengobatan pasien hipertensi adalah kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi melalui dukungan keluarga berupa dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional, lansia yang mendapatkan berbagai macam dukungan dari anggota keluarga lebih memungkinkan untuk patuh dalam menjalani terapi minum obat sehingga dapat lebih mengendalikan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Pukesmas Andalas Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional studi. Populasinya yaitu lansia penderita hipertensi di Pukesmas Andalas Padang tahun 2025 berjumlah 286 orang. Sampelnya berjumlah 74 orang lansia penderita hipertensi. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian dari 74 responden lansia penderita hipertensi, 31 responden (41.9%) mendapatkan dukungan keluarga yang cukup, dan 34 responden (45.9%) mendapatkan kepatuhan minum obat anti hipertensi yang rendah. Berdasarkan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p-value 0,000 (p ≤ 0,05) yang menunjukan ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Puskesmas Andalas Padang. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan lansia penderita hipertensi dalam minum obat antihipertensi. Disarankan Bagi pelayanan kesehatan yaitu Petugas Kesehatan di Puskesmas Andalas Padang, agar dapat meningkatkan pelayanan serta memberikan informasi berupa lefleat kepada keluarga yang memiliki lansia dengan hipertensi dan juga kepada lansia penderita hipertensi tentang pentingnya kepatuhan atau ketaatan dalam mengkonsumsi obat hipertensi.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Lansia Hipertensi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD MAYJEN H.A THALIB KOTA SUNGAI PENUH Hasrinal Hasrinal; Engla Sulistia; Harry Firstiandi; Ika Yulia Darma
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30825

Abstract

Pendahuluan: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian neonatal. BBLR didefinisikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia gestasi. Berdasarkan data RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh, kasus BBLR masih ditemukan setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan case control retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin periode Januari–Juni 2025 sebanyak 521 orang dengan sampel 156 responden yang terdiri dari 78 kasus dan 78 kontrol dengan perbandingan 1:1. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus dan purposive sampling untuk kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan kejadian BBLR (p=0,000) dan terdapat hubungan antara riwayat penyakit kronis dengan kejadian BBLR (p=0,046) dan tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian BBLR (p=0,133). Kesimpulan: status pekerjaan dan riwayat penyakit kronis merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR.Kata kunci: BBLR, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Penyakit Kronis