Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN WABAH COVID 19 Hasrinal Hasrinal; Chamy Rahmatiqa; Agil Zefri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1514

Abstract

Dunia dihebohkan dengan munculnya virus model baru, yang dikenal dengan virus corona. Coronaviruses (CoV) merupakan bagian dari keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). COVID 19 per Kabupaten Provinsi Jambi pada tahun 2021 dari bulan januari-september penderita COVID 19 yang positif di kabupaten kerinci sebanyak 576 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat dengan perilaku pencegahan wabah COVID 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Kerman Kabupaten Kerinci Tahun 2021.Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan tanggal 7 Desember 2021 29 Februari 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien lanjut lansia (Elderly) usia 60-74 tahun yang berjumlah 230 orang dan sampel sebanyak 38 orang dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, kemudian data diolah dan dianalisis secara univariat deskriptif dan bivariat dengan uji chi-square dan korelasi.Hasil penelitian diperoleh lebih dari separuh (55,3%) responden tidak dilakukan dalam perilaku pencegahan wabah virus corona, lebih dari separuh (63,2%) responden negatif dalam persepsi masyarakat dengan (p value 0,004). Berarti terdapat hubungan persepsi masyarakat dengan perilaku pencegahan wabah COVID 19. Diharapkan pihak puskesmas dapat memberi informasi kesehatan tentang persepsi masyarakat dengan perilaku pencegahan virus corona.Kata Kunci : Persepsi Mayarakat ; Perliaku Pencegahan Wabah COVID 19.
PEMANFAATAN PROLANIS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PASIEN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS RAWANG BARAT Weni sartiwi; Andhika Herlina; Hasrinal Hasrinal; Emira Apriyeni; Indah Komala Sari; Eravianti Eravianti; Harry Firstiandi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3277

Abstract

Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) merupakan pelayanan kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi yang menderita penyakit kronis yaitu hipertensi dan diabetes mellitus untuk mencapai kualitas hidup yang optimal, efektif dan efisien. Namun masih banyak masyarakat yang belum memanfaatakan pelayanan tersebut salah satunya karena pengetahuan dan dukungan keluarga yang rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan prolanis dalam meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga pasien hipertensi dan Diabetes Mellitus di puskesmas rawang barat kota padang tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional penelitian dilakukan di Puskesmas Rawang Barat tanggal 20- 25 Februari 2025 Populasi penelitian ini sebanyak 122 orang dengan sampel sebanyak 55 orang, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner, dianalisa secara univariat dan bivariat dengan mengunakan uji Chi-Square p <0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa kurang dari separuh responden mengalami pemanfaatan prolanis buruk (49,1%), memiliki pengetahuan rendah (60%), dan dukungan keluarga rendah (45,5%). Hasil uji chi- square ada hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan prolanis (p value = 0,001), dan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaataan prolanis (p value= 0,140). Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan dan dengan pemanfaatan prolanis dan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan prolanis di Puskesmas Rawang Barat Padang. Saran diharapkan kepada pihak Puskesmas memberikan penyuluhan dengan media poster/leaflet dan informasi khususnya mengenai jadwal senam prolanis kepada pasien yang datang berkunjung ke puskesmas.Kata kunci : Pengetahuan, dukungan keluarga, pemanfaatan senam prolanis
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD MAYJEN H.A THALIB KOTA SUNGAI PENUH Hasrinal Hasrinal; Engla Sulistia; Harry Firstiandi; Ika Yulia Darma
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30825

Abstract

Pendahuluan: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian neonatal. BBLR didefinisikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia gestasi. Berdasarkan data RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh, kasus BBLR masih ditemukan setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan case control retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin periode Januari–Juni 2025 sebanyak 521 orang dengan sampel 156 responden yang terdiri dari 78 kasus dan 78 kontrol dengan perbandingan 1:1. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus dan purposive sampling untuk kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan kejadian BBLR (p=0,000) dan terdapat hubungan antara riwayat penyakit kronis dengan kejadian BBLR (p=0,046) dan tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian BBLR (p=0,133). Kesimpulan: status pekerjaan dan riwayat penyakit kronis merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR.Kata kunci: BBLR, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Penyakit Kronis