ABSTRAK Kepatuhan kunjungan ke Posyandu merupakan elemen krusial dalam pemantauan tumbuh kembang balita secara berkelanjutan. Namun, rendahnya tingkat partisipasi ibu masih menjadi tantangan di Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, yang berdampak pada meningkatnya risiko keterlambatan deteksi gangguan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat literasi kesehatan dengan loyalitas kunjungan ibu balita ke Posyandu di Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita dengan sampel 132 responden yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur melalui wawancara terpimpin. Analisis data menggunakan Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 43,94% responden memiliki literasi kesehatan rendah dan 30,30% responden tidak loyal dalam kunjungan ke Posyandu. Berdasarkan hasil uji bivariat, diperoleh nilai p=0,00 dengan nilai OR=10,15. Temuan ini menjelaskan bahwa ibu dengan literasi kesehatan rendah memiliki risiko 10,15 kali lipat untuk tidak loyal dalam kunjungan ke Posyandu dibandingkan dengan ibu dengan literasi kesehatan tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara literasi kesehatan ibu dengan loyalitas kunjungan ke Posyandu. Puskesmas dan kader Posyandu disarankan untuk mengoptimalkan program edukasi kesehatan melalui metode yang lebih interaktif guna meningkatkan literasi serta partisipasi aktif ibu balita.