Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perbedaan Efektifitas Breast Care dan Teknik Marmet terhadap Kelancaran Air Susu Ibu pada Ibu Post Partum Lili Dariani; Siti Khadijah
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v%vi%i.875

Abstract

Menyusui merupakan suatu upaya alamiah dalam memberikan air susu ibu kepada bayi sejak lahir sampai usia 2 tahun. Proses menyusui segera dilakukan setelah bayi lahir. Tetapi kenyataan dilapangan banyak ibu yang mengalami ketidakefektifan proses menyusui. Salah satu faktor penyebabnya yaitu produksi ASI tidak lancar atau sedikit yang karena kurangnya hormon prolaktin. Untuk merangsang hormon prolaktin pada ibu setelah melahirkan dapat dilakukan dengan perawatan payudara atau Breast Care dan Teknik marmet. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan efektivitas breast care dan teknik marmet pada ibu post partum terhadap kelancaran Air Susu Ibu. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimental dengan desigen bentuk perbandingan kelompok statistic. Populasi penelitian ini adalah semua ibu postpartum. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 13 orang untuk masing-masing kelompok. Data diolah menggunakan uji mann whitney. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,046, maka terdapat perbedaan breast care dengan teknik marmet dalam mempengaruhi produksi ASI ditinjau dari indikator ibu, sedangkan  untuk indikator bayi diperoleh nilai p = 0,034, maka terdapat perbedaan breast care dengan teknik marmet dalam produksi ASI. Teknik marmet lebih efektif dibandingkan dengan breast care dalam meningkatkan produksi ASI. 
Pelatihan Pelayanan Kebidanan Komplementer Bagi Bidan Sebagai Upaya Inovasi Enterpreneur di Kota Bukittinggi Lili Dariani; Siti Khadijah; Sania Lailatu Rahmi; Rosa Mesalina
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i1.423

Abstract

Pelayanan komplementer menjadi peluang bagi bidan untuk mengembangkan profesionalisme dalam pelaksanaan praktik kebidanan secara lebih komprehensif. Pelayanan kebidanan komplementer dan pelayanan kesehatan tradisional integrasi belum ada, demikian pula dengan regulasi yang mengatur pelayanan kebidanan komplementer. Hasil wawancara dengan pengurus organisasi profesi, jumlah bidan yang terdaftar adalah 263 orang dan 30 orang diantranya memiliki praktek mandiri bidan. Hanya 3.3% bidan yang melaksanakan pelayanan kebidanan komplementer. Dari paparan diatas diperlukan upaya integrasi pelayanan kebidanan konvesional dengan pelayanan kebidanan komplementer untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Bidan sebagai pelaksana diharapkan dapat meningkatkan inovasi entrepreneur di PMB Kota Bukittinggi sehingga mampu memberdayakan potensi diri. Salah satu upaya pemecahan masalah yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan keterampilan pelayananan komplementer bidan di PMB Kota Bukittinggi dengan melaksanakan pelatihan kebidanan komplementer. Kegiatan pelatihan bermitra dengan organisasi profesi IBI Kota Bukittinggi.
OPTIMALISASI PERAN KADER DALAM PENCEGAHAN ANEMIA IBU HAMIL DI KOTA BUKITTINGGI Arneti Arneti; Yosi Sefrina; Lili Dariani
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2562

Abstract

Anemia ibu hamil mempunyai dampak besar terhadap ibu dan janin. Pemerintah memprogramkan pemberian tablet besi sebanyak 90 tablet selama kehamilan untuk pencegahannya. Kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe sangat erat kaitannya dengan pencegahan   anemia   ibu   hamil dan dibutuhkan pendamping untuk memantaunya.   Selain   keluarga,   kader  kesehatan sangat berperan dalam pemantauan konsumsi tablet  Fe  oleh ibu hamil dengan  melakukan  kunjungan  rumah. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam upaya peningkatan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil. Metode pelaksanaan kegiatan dengan pre test, pemberian materi, role play dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan pemberian edukasi pada kader kesehatan dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya konsumsi tablet Fe dalam pencegahan anemia pada ibu hamil. Diharapkan dapat melakukan pembinaan lebih lanjut terhadap optimalisasi peran kader dalam peningkatan konsumsi tablet Fe.Kata Kunci: Anemia, Kehamilan, Peran Kader
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA FILM DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIGOBALEH KOTA BUKITTINGGI Dariani, Lili; Khadijah, Siti; Sefrina, Yosi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2945

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker kedua paling banyak di derita wanita Indonesia pada rentang usia 15-44 tahun. Sumatera Barat merupakan provinsi kedua di Indonesia dengan jumlah kanker serviks tertinggi yaitu 82 per 100.000 penduduk. Menyikapi permasalahan ini, pemerintah mencanangkan program deteksi dini penyakit kanker serviks salah satunya dengan melakukan skrining Inspeksi Visual Asam asetat (IVA). Usaha untuk meningkatkan kesadaran wanita agar berperan aktif dalam mengikuti program deteksi dini kanker serviks, yaitu dengan penyebarluasan informasi melalui promosi kesehatan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas promosi kesehatan dengan media film dan leaflet terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh  Kota Bukittinggi.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pre test-post test. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh  Kota Bukittinggi pada bulan Mei-September 2024. Populasi pada penelitian ini adalah semua wanita usia subur (WUS) yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh tahun 2024 sebanyak 2394 orang. Cara pemilihan sampel menggunakan Simple Random Sampling sebanyak 14 responden kelompok intervensi dengan film dan 14 responden kelompok intervensi leaflet.Hasil uji statistic pada kelompok yang menggunakan media film diperoleh P value 0.001. Sedangkan kelompok promosi kesehatan menggunakan media leaflet didapatkan nilai P value 0.004.Kesimpulan penelitian ini yaitu promosi kesehatan menggunakan media film lebih efektif dalam meningkatakan pengetahuan dibandingkan dengan media leaflet. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan promosi kesehatan menggunakan media film karena lebih efektif dari pada leaflet dalam meningkatkan pengetahuan seseorang.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN STUNTING PADA BALITA KOTA PAYAKUMBUH Bachtar, Fitrina; Sefrina, Yosi; Dariani, Lili; Arneti, Arneti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2903

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan nasional yang perlu mendapatkan perhatian serius. Tahun 2021persentase balita stunting 24,4%. Angka ini menunjukkan tidak tercapainya target tahun 2021 yaitu21,1%. Data Propinsi Sumatera Barat berdasarkan SSGI tahun 2019 adalah 27,47%, dan tahun 202123.3%. Prevalensi stunting di Sumatera Barat masih berada diatas standar yang ditetapkan WHO yaitu<20 % dan Angka stunting Payakumbuh adalah 20%. Tujuan penelitian untuk menganalisis determinankejadian stunting berdasarkan faktor intervensi gizi spesifik di Kota Payakumbuh. Jenis penelitian iniadalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control yang dilakukan di kota payakumbuhpada bulan juli s.d november 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SSGI yang diberikankepada subjek penelitian anak dan ibu yang memiliki anak usia 12-59 bulan yang berjumlah 80 orang,diambil dengan dengan metode systematic random sampling. Data dianalisis secara komputerisasi dandisajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan pengujian statistik chisquare. dengan derajat α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan stunting belum terlaksanasecara maksimal dan tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap risiko kejadian stunting padabalita di Kota Payakumbuh tahun 2022. Diharapkan pemerintah kota Payakumbuh dapat menidaklanjutirekomendasi hasil penelitian sebagai bahan analisis implementasi kebijakan dan memfasilitasi penelitianberkelanjutan sesuai road map penelitianKata Kunci: Faktor, determinan, stunting
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembentukan Dan Pelatihan Kelompok Cegah Stunting (Centing ) Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam Lili Dariani; Sefrina, Yosi; Bachtar, Fitrina
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 2 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i2.6173

Abstract

Indonesia faces nutritional problems which have a serious impact on the quality of human resources (HR). One of the problems of malnutrition that is still quite high in Indonesia is stunting. The results of the 2021 Indonesian Toddler Nutritional Status Study (SSGI), the national stunting rate fell by 1.6 percent per year. Based on data from the Sungai Pua Community Health Center regarding the recapitulation of nutritional status of toddlers (TB/U) in measurements in February 2022, the data on stunting incidence was obtained as follows: Nagari Batu Palano (13%), Nagari Padang Laweh (20%), Nagari Batagak (15%) , Nagari Sariak (12.3 %), Nagari Sungai Pua 9.23 %. Based on the data above, the Padang Laweh village is the village with the highest incidence of stunting and there is no group that cares about stunting. One of the problem solving efforts carried out in community service activities is to increase the human resource capacity of groups concerned with stunting prevention through structured formation and training activities. The targets for this activity are teenagers and elements of society who have been selected by providing material by resource persons using the lecture, question and answer method.
Analysis of Implementation of Ferrous Tablets Supplementation Program for Adolescent Girl ini Bukittinggi Mesalina, Rosa; Dariani, Lili; Rahmai, Sania Lailatu
Journal of Midwifery Vol. 9 No. 2 (2024): Published on Desember 2024
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.9.2.45-59.2024

Abstract

Anemia has become one of the nutritional problems in the world. The government has made efforts to prevent anemia through the provision of iron supplement tablets, but its implementation has not been optimal in reducing the incidence of anemia. The purpose of the research is to analyze the iron tablet supplementation program for adolescents in Bukittinggi. The research is qualitative with a phenomenological study approach. The sample was determined through purposive sampling, consisting of 11 people. Data were collected through in-depth interviews and focus group discussions using interview guideline research instruments. Data were analyzed using thematic analysis as a construction for developing an intervention model for anemia prevention efforts. The research findings identified important themes, namely the unavailability of regional regulatory policies, limited human resources, funding, utilization of promotional media, weak monitoring and evaluation systems, suboptimal recording and reporting, as well as obstacles from cultural factors, low knowledge, lack of concern, and suboptimal family support. It is recommended to initiate a regional policy study to accommodate the solutions found in the research.
Pemberdayaan Kader Pos Yandu Remaja Wujudkan Generasi Milenial Bebas Stunting di Kelurahan Aur Kuning Kecamatan ABTB Kota Bukittinggi Lili Dariani; Siti Khadijah; Rosa Mesalina
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1260

Abstract

Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia adalah balita pendek (stunting). Minimnya keterlibatan remmaja dalam pencegahan stunting menyebabkan rendahnya efektivitas edukasi gizi di masyarakat. Tujuan PkM adalah untuk meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini serta upaya penanggulangan masalah gizi remaja. Kegiatan dilaksankan pada hari Sabtu, 20 Juli 2024 di PosYandu Remaja Aur Kuning. Program ini menggunakan pendekatan edukasi berbasis kader posyandu remaja melalui sosialisasi, pelatihan dan pendampingan langsung. Peserta yaitu 25 orang remaja, 2 orang kader Pembina Posyandu remaja, 1 orang bidan penangguingjawab Poskeskel dan 1 orang penanggungjawab program Posyandu Remaja dan Puskesmas. Setelah program pendampingan ini, tingkat pemahaman kader meningkat dari 45% menjadi 85%, sementara jumlah remaja yang aktif dalam program meningkat dari 10 menjadi 25 orang dalam waktu tiga bulan. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja tentang pencegahan stunting dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Pendampingan Ibu Hamil Melalui Layanan Antenatal Care dan Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Pemetaan Risiko Prenatal Rahmi, Sania Lailatu; Sefrina, Yosi; Mesalina, Rosa; Dariani, Lili
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3556

Abstract

Prenatal risk factors associated with stunting can be reduced by monitoring prenatal risk factors with appropriate management. The objective of the Community Service Program (PkM) is to increase the knowledge and awareness of pregnant women regarding prenatal risk factors for stunting so that they can receive appropriate counseling and education. The method used was cross-program collaboration with community health centers and direct involvement in examining pregnant women using the 10T standard. The instrument used was a questionnaire containing 15 questions to measure the success of the education. The results achieved were that 80% of pregnant women received 10T antenatal care services, 96.7% of pregnant women had stunting risk factors, with the mapping of risk factors finding 73.3% had low education, 86.7% had incomes below the minimum wage, 63.3% had risky BMI, 66.7% were anemic, and 56.7% had non-standard antenatal visits. The average knowledge score before assistance was 59, increasing to 77 after assistance, a ±30.5% increase. Further efforts are needed to sustain PkM activities in the form of strengthening the role of cadres and health workers in continuous monitoring.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Capaian Imunisasi Dasar pada Anak Usia 9-24 Bulan Khaira, Annisa Nabila; Dariani, Lili; Murni, Hasrah
Jurnal Bidan Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Bidan Mandiri, Volume 3 No.2 Oktober 2025
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jbm.v3i2.2457

Abstract

Immunization in Indonesia has reduced the incidence of dangerous diseases, but the coverage of complete basic immunization (IDL) is still below the national target of 90%, especially in West Sumatra Province. Reducing infant and child mortality remains a major challenge, where family support plays an important role in the success of immunization. This study aims to determine the relationship between family support and basic immunization coverage in children aged 9–24 months in the working area of the South Batipuh Community Health Center in 2025. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design conducted from January to June 2025. The study population consisted of 111 respondents, and 50 samples were obtained using the Lameshow formula. The sampling technique was Multistage Random Sampling with two selected villages, namely Padang Laweh and Guguak Malalo. Data were collected through interviews using questionnaires about family support and documentation studies of KIA books to see the completeness of basic immunization. Data analysis was performed univariately and bivariately using the Chi-Square test (α=0.05). The results showed that 52% respondents did not receive family support and 58% of children had not been fully immunized. A p-value of 0.002 indicated a significant relationship between family support and basic immunization coverage. The study showed that family support affects basic immunization coverage in children aged 9-24 months in the working area of the South Batipuh Community Health Center.