Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perbedaan Efektifitas Breast Care dan Teknik Marmet terhadap Kelancaran Air Susu Ibu pada Ibu Post Partum Lili Dariani; Siti Khadijah
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v%vi%i.875

Abstract

Menyusui merupakan suatu upaya alamiah dalam memberikan air susu ibu kepada bayi sejak lahir sampai usia 2 tahun. Proses menyusui segera dilakukan setelah bayi lahir. Tetapi kenyataan dilapangan banyak ibu yang mengalami ketidakefektifan proses menyusui. Salah satu faktor penyebabnya yaitu produksi ASI tidak lancar atau sedikit yang karena kurangnya hormon prolaktin. Untuk merangsang hormon prolaktin pada ibu setelah melahirkan dapat dilakukan dengan perawatan payudara atau Breast Care dan Teknik marmet. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan efektivitas breast care dan teknik marmet pada ibu post partum terhadap kelancaran Air Susu Ibu. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimental dengan desigen bentuk perbandingan kelompok statistic. Populasi penelitian ini adalah semua ibu postpartum. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 13 orang untuk masing-masing kelompok. Data diolah menggunakan uji mann whitney. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,046, maka terdapat perbedaan breast care dengan teknik marmet dalam mempengaruhi produksi ASI ditinjau dari indikator ibu, sedangkan  untuk indikator bayi diperoleh nilai p = 0,034, maka terdapat perbedaan breast care dengan teknik marmet dalam produksi ASI. Teknik marmet lebih efektif dibandingkan dengan breast care dalam meningkatkan produksi ASI. 
Pelatihan Pelayanan Kebidanan Komplementer Bagi Bidan Sebagai Upaya Inovasi Enterpreneur di Kota Bukittinggi Lili Dariani; Siti Khadijah; Sania Lailatu Rahmi; Rosa Mesalina
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i1.423

Abstract

Pelayanan komplementer menjadi peluang bagi bidan untuk mengembangkan profesionalisme dalam pelaksanaan praktik kebidanan secara lebih komprehensif. Pelayanan kebidanan komplementer dan pelayanan kesehatan tradisional integrasi belum ada, demikian pula dengan regulasi yang mengatur pelayanan kebidanan komplementer. Hasil wawancara dengan pengurus organisasi profesi, jumlah bidan yang terdaftar adalah 263 orang dan 30 orang diantranya memiliki praktek mandiri bidan. Hanya 3.3% bidan yang melaksanakan pelayanan kebidanan komplementer. Dari paparan diatas diperlukan upaya integrasi pelayanan kebidanan konvesional dengan pelayanan kebidanan komplementer untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Bidan sebagai pelaksana diharapkan dapat meningkatkan inovasi entrepreneur di PMB Kota Bukittinggi sehingga mampu memberdayakan potensi diri. Salah satu upaya pemecahan masalah yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan keterampilan pelayananan komplementer bidan di PMB Kota Bukittinggi dengan melaksanakan pelatihan kebidanan komplementer. Kegiatan pelatihan bermitra dengan organisasi profesi IBI Kota Bukittinggi.
OPTIMALISASI PERAN KADER DALAM PENCEGAHAN ANEMIA IBU HAMIL DI KOTA BUKITTINGGI Arneti Arneti; Yosi Sefrina; Lili Dariani
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2562

Abstract

Anemia ibu hamil mempunyai dampak besar terhadap ibu dan janin. Pemerintah memprogramkan pemberian tablet besi sebanyak 90 tablet selama kehamilan untuk pencegahannya. Kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe sangat erat kaitannya dengan pencegahan   anemia   ibu   hamil dan dibutuhkan pendamping untuk memantaunya.   Selain   keluarga,   kader  kesehatan sangat berperan dalam pemantauan konsumsi tablet  Fe  oleh ibu hamil dengan  melakukan  kunjungan  rumah. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam upaya peningkatan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil. Metode pelaksanaan kegiatan dengan pre test, pemberian materi, role play dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan pemberian edukasi pada kader kesehatan dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya konsumsi tablet Fe dalam pencegahan anemia pada ibu hamil. Diharapkan dapat melakukan pembinaan lebih lanjut terhadap optimalisasi peran kader dalam peningkatan konsumsi tablet Fe.Kata Kunci: Anemia, Kehamilan, Peran Kader
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembentukan Dan Pelatihan Kelompok Cegah Stunting (Centing ) Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam Lili Dariani; Sefrina, Yosi; Bachtar, Fitrina
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 2 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i2.6173

Abstract

Indonesia faces nutritional problems which have a serious impact on the quality of human resources (HR). One of the problems of malnutrition that is still quite high in Indonesia is stunting. The results of the 2021 Indonesian Toddler Nutritional Status Study (SSGI), the national stunting rate fell by 1.6 percent per year. Based on data from the Sungai Pua Community Health Center regarding the recapitulation of nutritional status of toddlers (TB/U) in measurements in February 2022, the data on stunting incidence was obtained as follows: Nagari Batu Palano (13%), Nagari Padang Laweh (20%), Nagari Batagak (15%) , Nagari Sariak (12.3 %), Nagari Sungai Pua 9.23 %. Based on the data above, the Padang Laweh village is the village with the highest incidence of stunting and there is no group that cares about stunting. One of the problem solving efforts carried out in community service activities is to increase the human resource capacity of groups concerned with stunting prevention through structured formation and training activities. The targets for this activity are teenagers and elements of society who have been selected by providing material by resource persons using the lecture, question and answer method.
Analysis of Implementation of Ferrous Tablets Supplementation Program for Adolescent Girl ini Bukittinggi Mesalina, Rosa; Dariani, Lili; Rahmai, Sania Lailatu
Journal of Midwifery Vol. 9 No. 2 (2024): Published on Desember 2024
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.9.2.45-59.2024

Abstract

Anemia has become one of the nutritional problems in the world. The government has made efforts to prevent anemia through the provision of iron supplement tablets, but its implementation has not been optimal in reducing the incidence of anemia. The purpose of the research is to analyze the iron tablet supplementation program for adolescents in Bukittinggi. The research is qualitative with a phenomenological study approach. The sample was determined through purposive sampling, consisting of 11 people. Data were collected through in-depth interviews and focus group discussions using interview guideline research instruments. Data were analyzed using thematic analysis as a construction for developing an intervention model for anemia prevention efforts. The research findings identified important themes, namely the unavailability of regional regulatory policies, limited human resources, funding, utilization of promotional media, weak monitoring and evaluation systems, suboptimal recording and reporting, as well as obstacles from cultural factors, low knowledge, lack of concern, and suboptimal family support. It is recommended to initiate a regional policy study to accommodate the solutions found in the research.
Pemberdayaan Kader Pos Yandu Remaja Wujudkan Generasi Milenial Bebas Stunting di Kelurahan Aur Kuning Kecamatan ABTB Kota Bukittinggi Lili Dariani; Siti Khadijah; Rosa Mesalina
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1260

Abstract

Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia adalah balita pendek (stunting). Minimnya keterlibatan remmaja dalam pencegahan stunting menyebabkan rendahnya efektivitas edukasi gizi di masyarakat. Tujuan PkM adalah untuk meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini serta upaya penanggulangan masalah gizi remaja. Kegiatan dilaksankan pada hari Sabtu, 20 Juli 2024 di PosYandu Remaja Aur Kuning. Program ini menggunakan pendekatan edukasi berbasis kader posyandu remaja melalui sosialisasi, pelatihan dan pendampingan langsung. Peserta yaitu 25 orang remaja, 2 orang kader Pembina Posyandu remaja, 1 orang bidan penangguingjawab Poskeskel dan 1 orang penanggungjawab program Posyandu Remaja dan Puskesmas. Setelah program pendampingan ini, tingkat pemahaman kader meningkat dari 45% menjadi 85%, sementara jumlah remaja yang aktif dalam program meningkat dari 10 menjadi 25 orang dalam waktu tiga bulan. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja tentang pencegahan stunting dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Pendampingan Ibu Hamil Melalui Layanan Antenatal Care dan Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Pemetaan Risiko Prenatal Rahmi, Sania Lailatu; Sefrina, Yosi; Mesalina, Rosa; Dariani, Lili
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3556

Abstract

Prenatal risk factors associated with stunting can be reduced by monitoring prenatal risk factors with appropriate management. The objective of the Community Service Program (PkM) is to increase the knowledge and awareness of pregnant women regarding prenatal risk factors for stunting so that they can receive appropriate counseling and education. The method used was cross-program collaboration with community health centers and direct involvement in examining pregnant women using the 10T standard. The instrument used was a questionnaire containing 15 questions to measure the success of the education. The results achieved were that 80% of pregnant women received 10T antenatal care services, 96.7% of pregnant women had stunting risk factors, with the mapping of risk factors finding 73.3% had low education, 86.7% had incomes below the minimum wage, 63.3% had risky BMI, 66.7% were anemic, and 56.7% had non-standard antenatal visits. The average knowledge score before assistance was 59, increasing to 77 after assistance, a ±30.5% increase. Further efforts are needed to sustain PkM activities in the form of strengthening the role of cadres and health workers in continuous monitoring.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Capaian Imunisasi Dasar pada Anak Usia 9-24 Bulan Khaira, Annisa Nabila; Dariani, Lili; Murni, Hasrah
Jurnal Bidan Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Bidan Mandiri, Volume 3 No.2 Oktober 2025
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jbm.v3i2.2457

Abstract

Immunization in Indonesia has reduced the incidence of dangerous diseases, but the coverage of complete basic immunization (IDL) is still below the national target of 90%, especially in West Sumatra Province. Reducing infant and child mortality remains a major challenge, where family support plays an important role in the success of immunization. This study aims to determine the relationship between family support and basic immunization coverage in children aged 9–24 months in the working area of the South Batipuh Community Health Center in 2025. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design conducted from January to June 2025. The study population consisted of 111 respondents, and 50 samples were obtained using the Lameshow formula. The sampling technique was Multistage Random Sampling with two selected villages, namely Padang Laweh and Guguak Malalo. Data were collected through interviews using questionnaires about family support and documentation studies of KIA books to see the completeness of basic immunization. Data analysis was performed univariately and bivariately using the Chi-Square test (α=0.05). The results showed that 52% respondents did not receive family support and 58% of children had not been fully immunized. A p-value of 0.002 indicated a significant relationship between family support and basic immunization coverage. The study showed that family support affects basic immunization coverage in children aged 9-24 months in the working area of the South Batipuh Community Health Center.
Hubungan Personal Hygiene dan Kepatuhan ANC dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil Hafizhah, Najwa Zahra; Stellata, Alyxia Gita; Dariani, Lili
Jurnal Bidan Mandiri Vol 2 No 2 (2024): Vol. 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jbm.v2i2.2510

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women remains a public health issue in Agam Regency. A preliminary survey at Lubuk Basung Health Center showed that 13.33% of pregnant women experienced CED, although ANC coverage in the Polindes Jorong II Balai Ahad area had reached 91%. This indicates that other factors may influence the incidence of CED, such as poor personal hygiene, ANC non-compliance, low nutritional knowledge, and socioeconomic factors. This study aimed to identify factors associated with CED among pregnant women, including personal hygiene, ANC compliance, parity, income, and nutritional knowledge. This quantitative study used a cross-sectional design conducted from January to May 2025 in the working area of Polindes Jorong II Balai Ahad, Lubuk Basung, Agam Regency. The sample consisted of 60 pregnant women selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires, interviews, and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) measurements, and analyzed using the chi-square test (p < 0.05). The results showed that 6.7% of pregnant women experienced CED. There was a significant relationship between personal hygiene (p = 0.022) and ANC compliance (p = 0.027) with CED, while parity, income, and nutritional knowledge were not significant.
Cegah Stunting Sejak Dini Melalui Inovasi Edukasi Pintar di Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam Sefrina, Yosi; Dariani, Lili; Rahmi, Sania Lailatu; Mesalina, Rosa
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 10 No. 1 (2026): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v10i1.11142

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia karena dapat berdampak pada kesehatan anak-anak, perkembangan otak, dan kualitas hidup di masa depan. Pemberian edukasi dan pemantauan tumbuh kembang merupakan salah satu kunci untuk mencegah stunting. Upaya penanggulangan stunting secara komprehensif memerlukan sinergisitas multi faktor termasuk peran serta aktif dari masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan kelompok cegah stunting dalam pemantauan tumbuh kembang balita melalui pemberian edukasi pintar dan simulasi pemantauan tumbuh kembang. Lokasi kegiatan PkM nagari Padang Laweh dengan sasaran kegiatan kelompok cegah stunting, kader dan ibu balita sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi melalui pelatihan, sosialisasi dan simulasi pemantauan tumbuh kembang menggunakan aplikasi berbasis web “Lihat Ceria Besti”, melatih keterampilan stimulasi tumbuh kembang berdasarkan hasil pemantauan tumbuh kembang dan pendampingan kelompok cegah stunting. Instrumen untuk menilai keberhasilan berupa kuesioner dan lembar observasi keterampilan. Hasil kegiatan didapatkan 100% balita dengan pertumbuhan normal, 100% balita dengan perkembangan sesuai, telah dilaksanakannya kegiatan pendampingan anggota kelompok cegah stunting sebanyak 2 kali, rata-rata pengetahuan sebelum pendampingan 54.3 menjadi 92.2 setelah pendampingan, terjadi peningkatan ±69.8%, dan 100% kelompok intervensi sudah dapat melakukan pemantauan tumbuh kembang berbasis web menggunakan aplikasi ”LIHAT CERIA BESTI”.