Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Internalisasi Nilai Keagamaan dalam Menumbuhkan Kesadaran Beragama di Kalangan Remaja di MA Raudhatul Jannah Palangka Raya Barikatul Hikmah; Musytari Lildia; Zahroul Firdausy; Eka Wulandari; Surawan Surawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7297

Abstract

Perkembangan sosial dan kemajuan teknologi pada era modern membawa berbagai perubahan dalam kehidupan remaja, termasuk dalam cara mereka memahami dan menjalankan nilai-nilai keagamaan. Remaja sebagai kelompok usia yang berada pada tahap pencarian jati diri sering menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sosial, pergaulan, maupun media digital yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku keberagamaan mereka. Dalam kondisi tersebut, proses internalisasi nilai-nilai keagamaan menjadi sangat penting sebagai upaya untuk menanamkan pemahaman, kesadaran, serta penghayatan terhadap ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Internalisasi nilai keagamaan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pengetahuan agama, tetapi juga mencakup proses pembentukan sikap, kebiasaan, dan perilaku religius yang dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai keagamaan dalam menumbuhkan kesadaran beragama di kalangan remaja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap remaja serta pihak-pihak yang terlibat dalam pembinaan keagamaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai keagamaan dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pembiasaan kegiatan keagamaan, pemberian keteladanan oleh guru dan orang tua, serta pembinaan dan bimbingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Proses tersebut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman ajaran agama, menumbuhkan kesadaran dalam menjalankan ibadah, serta membentuk sikap dan perilaku religius pada remaja dalam kehidupan sehari-hari