Indah Pratiwi
Universitas Muhammadiyah Palopo, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Moderasi Keterampilan Literasi Digital pada Hubungan Antara Sentimen Pasar Berbasis AI dan Perilaku Herding Investor Perorangan di Pasar Modal Indah Pratiwi; Halim Usman; Sukri
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2497

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sentimen pasar berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap perilaku herding investor perorangan serta menguji peran keterampilan literasi digital sebagai variabel pemoderasi dalam konteks pasar modal Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei terhadap 300 investor perorangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berdomisili di wilayah Sulawesi Selatan, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia, pengalaman investasi, dan keaktifan bertransaksi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur tiga konstruk utama (sentimen pasar berbasis AI, perilaku herding, dan keterampilan literasi digital) serta beberapa variabel kontrol demografis dan perilaku investasi; analisis dilakukan dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS‑SEM) melalui pengujian model pengukuran (validitas dan reliabilitas) dan model struktural (uji pengaruh langsung serta moderasi dua tahap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen pasar berbasis AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku herding investor perorangan, sementara keterampilan literasi digital berpengaruh negatif terhadap herding dan secara signifikan memperlemah pengaruh sentimen AI terhadap herding, setelah mengendalikan faktor usia, pengalaman investasi, frekuensi transaksi, dan karakteristik platform. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan literasi digital investor merupakan komponen kunci dalam perancangan kebijakan edukasi keuangan dan desain fitur AI di platform investasi untuk memitigasi risiko perilaku herding yang dipicu algoritma, serta menegaskan perlunya regulasi yang lebih AI‑aware di pasar modal. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau eksperimental, memanfaatkan data transaksi aktual, serta menguji model serupa pada instrumen dan konteks pasar yang berbeda (misalnya kripto, sukuk, atau pasar lintas negara) guna memperkaya pemahaman mengenai dinamika herding di era kecerdasan buatan.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2020–2024 Hajra Yustika; Indah Pratiwi; Nispa Sari; Muhammad Kasran
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2026): November - Januari
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i1.2044

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kualitas audit pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024, dengan fokus pada ukuran perusahaan (firm size), audit tenure, dan reputasi auditor. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis regresi data panel dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang telah diaudit. Sampel terdiri dari 10 bank dengan total 50 observasi selama lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa firm size berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan audit tenure berpengaruh negatif dan signifikan. Reputasi auditor tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, ketiga variabel terbukti signifikan memengaruhi kualitas audit dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,622, yang berarti model mampu menjelaskan 62,2% variasi kualitas audit. Temuan ini menunjukkan bahwa bank beraset besar cenderung menghasilkan audit yang lebih berkualitas karena kompleksitas operasional dan pengawasan regulatif yang tinggi. Sebaliknya, masa perikatan auditor yang terlalu panjang dapat menurunkan independensi. Tidak signifikannya reputasi auditor menunjukkan bahwa standar pengawasan ketat di sektor perbankan cenderung menekan perbedaan kualitas antar auditor. Secara teoretis dan praktis, penelitian ini menegaskan peran faktor kelembagaan dan hubungan auditor–klien dalam meningkatkan kualitas audit pada industri perbankan.