Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Kewirausahan kepada Ibu-ibu PKK di Kelurahan Takkalala Kota Palopo Husnani Aliah; Abdullah Syukur; Sukri; Arman Bin Anuar
Abdimas Langkanae Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Ibu Rumah Tangga (IRT) dalam berwirausaha sangat penting dalam meningkatkan taraf hidup suatu keluarga dan juga mendorong tumbuhnya ekonomi bangsa melalui usaha micro, kecil, dan menengah. Sebelum memulai suatu usaha maka sangat diperlukan pengetahuan atau pelatihan dalam berwirausaha. Hal ini diperlukan karena dalam berwirausaha seseorang harus mempunyai manajemen usaha yang cukup agar usaha yang direncanakan dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pengabdi melakukan pendampingan dan pelatihan kewirausahaan kepada Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Takkalala agar membuka wawasan mereka tentang pentingnya berwirausaha. Pelatihan kewirausahaan dilaksanakan dalam satu hari yang dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan salah satu contoh produk yang bisa dijadikan bisnis usaha. Salah satu bisnis yang banyak diminati oleh IRT adalah bisnis kuliner khusunya makanan ringan atau cemilan. Cemilan biasanya dimakan sebelum atau sesudah makanan pokok. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini yang dikemas dalam pendampingan dan pelatihan pembuatan lava cake timbattu, maka membangkitkan semangat ibu-ibu dalam berwirausaha.
Policy-Driven Hybrid Work and Employee Well-Being in the Public Sector: The Moderating Role of Job Autonomy Roswiyanti; Dyan Fauziah Suryadi; Sukri; Lukman
Fundamental and Applied Management Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Fundamental and Applied Management Journal
Publisher : Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/famj.v4i2.814

Abstract

The psychological well-being of civil servants has emerged as a critical concern in post-pandemic public sector human resource management, particularly amid the institutionalization of hybrid work arrangements through government regulation. This study investigates the effect of policy-driven hybrid work on employee well-being among civil servants (Aparatur Sipil Negara) in Kota Palopo, Indonesia, and examines the moderating role of job autonomy in this relationship. Grounded in the Job Demands–Resources (JD-R) Model, Self-Determination Theory (SDT), and Conservation of Resources (COR) Theory, the study employs a quantitative cross-sectional design with respondents selected through proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 4.0. Results confirm that policy-driven hybrid work positively and significantly affects employee well-being, and that job autonomy significantly moderates this relationship, amplifying well-being outcomes among civil servants with higher autonomy. These findings advance JD-R theory by conceptualizing job autonomy as a conversion resource that determines how effectively state-mandated hybrid work arrangements translate into employee psychological well-being, with important implications for hybrid work policy design in non-Western public bureaucracies.
Efek Moderasi Keterampilan Literasi Digital pada Hubungan Antara Sentimen Pasar Berbasis AI dan Perilaku Herding Investor Perorangan di Pasar Modal Indah Pratiwi; Halim Usman; Sukri
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2497

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sentimen pasar berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap perilaku herding investor perorangan serta menguji peran keterampilan literasi digital sebagai variabel pemoderasi dalam konteks pasar modal Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei terhadap 300 investor perorangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berdomisili di wilayah Sulawesi Selatan, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia, pengalaman investasi, dan keaktifan bertransaksi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur tiga konstruk utama (sentimen pasar berbasis AI, perilaku herding, dan keterampilan literasi digital) serta beberapa variabel kontrol demografis dan perilaku investasi; analisis dilakukan dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS‑SEM) melalui pengujian model pengukuran (validitas dan reliabilitas) dan model struktural (uji pengaruh langsung serta moderasi dua tahap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen pasar berbasis AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku herding investor perorangan, sementara keterampilan literasi digital berpengaruh negatif terhadap herding dan secara signifikan memperlemah pengaruh sentimen AI terhadap herding, setelah mengendalikan faktor usia, pengalaman investasi, frekuensi transaksi, dan karakteristik platform. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan literasi digital investor merupakan komponen kunci dalam perancangan kebijakan edukasi keuangan dan desain fitur AI di platform investasi untuk memitigasi risiko perilaku herding yang dipicu algoritma, serta menegaskan perlunya regulasi yang lebih AI‑aware di pasar modal. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau eksperimental, memanfaatkan data transaksi aktual, serta menguji model serupa pada instrumen dan konteks pasar yang berbeda (misalnya kripto, sukuk, atau pasar lintas negara) guna memperkaya pemahaman mengenai dinamika herding di era kecerdasan buatan.