Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Mutu Pendidikan Rafiyanta Rafiyanta; Ririn Putri Anggia; Siti Maimunah; Valina Zahra
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/72vmz778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep manajemen mutu pendidikan, komponen-komponen yang memengaruhi mutu pendidikan, serta prinsip-prinsip yang mendasari implementasi manajemen mutu pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan mutu pendidikan sebagai salah satu faktor utama dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan manajemen mutu pendidikan. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu pendidikan merupakan sistem pengelolaan pendidikan yang dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa mutu pendidikan dipengaruhi oleh beberapa komponen utama, yaitu tenaga pendidik, peserta didik, kurikulum, sarana dan prasarana, kepala sekolah, serta dukungan orang tua dan masyarakat. Selain itu, implementasi manajemen mutu pendidikan didasarkan pada prinsip fokus pada peserta didik, kerja sama tim, perbaikan berkelanjutan, kepemimpinan yang efektif, pengambilan keputusan berdasarkan data dan fakta, serta orientasi pada kepuasan pelanggan pendidikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen mutu pendidikan secara konsisten mampu meningkatkan kualitas lembaga pendidikan serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan berkelanjutan.
Konsep Zakat dalam Perspektif Fikih Islam: Kajian tentang Syarat, Rukun, Nisab dan Haul Surya Bakti; Putri Zahara Siregar; Rima Annisa; Rosa Planturia; Rizky Bunga Ananda; Siti Maimunah
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.873

Abstract

Zakat is one of the pillars of Islam that plays an important role in the lives of Muslims, both as an act of worship and as an instrument of social welfare. However, public understanding of the concepts, requirements, pillars, nisab, haul, and distribution of zakat still needs to be improved to ensure its implementation is in accordance with Islamic law. This study aims to analyze the concept and implementation of zakat from the perspective of Islamic jurisprudence and examine its role in improving social welfare. This research employs a library research method with a descriptive qualitative approach. Data were collected through documentation studies from books, scientific journals, and other relevant literature, and analyzed using content analysis techniques. The results indicate that zakat has interconnected spiritual and social functions. Its implementation must fulfill specific requirements and pillars and be based on the provisions of nisab and haul. Furthermore, the proper distribution of zakat to eligible recipients (mustahik) can help reduce social inequality and improve community welfare. Therefore, zakat serves not only as a religious obligation but also as an instrument for economic empowerment and social development within Muslim communities.