Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Keilmuan Islam Berbasis Maqasid Asy-Syariah dalam Pengembangan Pendidikan Tinggi Kontemporer Abdul Rouf; Muhammad Faisal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.8549

Abstract

Integrasi keilmuan Islam berbasis maqasid asy-syariah merupakan agenda akademik yang mendesak dalam konteks pengembangan pendidikan tinggi kontemporer, khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana prinsip-prinsip maqasid asy-syariah dapat dijadikan fondasi epistemologis dan aksiologis bagi integrasi keilmuan Islam dalam pendidikan tinggi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-komparatif dan analisis literatur sistematis terhadap 24 sumber akademik, studi ini mengembangkan framework integrasi keilmuan Islam berbasis maqasid yang mencakup lima dimensi: epistemologis, kurikular, pedagogis, institusional, dan etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqasid asy-syariah, sebagaimana dikonseptualisasikan oleh Auda (2008) dan al-Raysuni (2005), menyediakan sistem nilai yang koheren dan transformatif untuk mengarahkan proses integrasi keilmuan agar tidak sekadar bersifat teknis-formal, melainkan substantif dan bermakna. Temuan juga mengungkapkan bahwa implementasi integrasi keilmuan berbasis maqasid di perguruan tinggi Islam Indonesia menghadapi tantangan struktural berupa dikotomi ilmu, resistensi institusional, dan fragmentasi epistemologis. Model pengembangan bertahap yang ditawarkan mencakup indikator terukur untuk setiap dimensi integrasi serta roadmap strategis yang mengakomodasi keberagaman konteks kelembagaan. Studi kasus terhadap tiga perguruan tinggi Islam di Indonesia mengilustrasikan bahwa keberhasilan integrasi sangat bergantung pada kepemimpinan akademik yang visioner, keselarasan antara visi integrasi dan praktik institusional, serta komitmen terhadap prinsip kemaslahatan sebagai orientasi utama pendidikan tinggi Islam.
Integrasi Ilmu dan Agama: Model Pengembangan Keilmuan Berbasis Tauhid di Era Kontemporer Abdul Rouf; Said Maskur; Muhammad Faisal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.8833

Abstract

Integrasi ilmu dan agama merupakan agenda intelektual yang mendesak di era kontemporer, khususnya dalam konteks pengembangan keilmuan Islam yang berorientasi tauhid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif model pengembangan keilmuan berbasis tauhid sebagai kerangka integratif yang menghubungkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-komparatif dan analisis literatur sistematis terhadap 24 sumber akademik, studi ini mengembangkan framework integrasi ilmu berbasis tauhid yang mencakup lima dimensi: ontologis-tauhidi, epistemologis-integratif, metodologis-interdisipliner, aksiologis-kemaslahatan, dan institusional-kurikular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tauhid sebagai prinsip unifikasi menyediakan fondasi filosofis yang paling koheren untuk mengintegrasikan berbagai tradisi keilmuan, sebagaimana dikonseptualisasikan oleh al-Attas (1995) dan Bakar (1999). Temuan juga mengungkapkan bahwa implementasi integrasi berbasis tauhid di perguruan tinggi Islam Indonesia menghadapi tantangan struktural berupa dikotomi ilmu yang mengakar, resistensi epistemologis, fragmentasi kurikulum, dan minimnya model praktis yang teruji. Model pengembangan bertahap yang ditawarkan mencakup indikator terukur untuk setiap dimensi serta roadmap strategis yang mengakomodasi keberagaman konteks kelembagaan. Studi kasus terhadap tiga perguruan tinggi Islam di Indonesia mengilustrasikan bahwa keberhasilan integrasi sangat bergantung pada komitmen institusional terhadap paradigma tauhid, pengembangan kapasitas dosen integratif, dan desain kurikulum yang secara eksplisit menghubungkan disiplin ilmu dengan prinsip-prinsip keislaman