Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Moderasi Beragama sebagai Strategi Ketahanan Sosial: Analisis terhadap Polarisasi Keagamaan Pasca Digitalisasi Dakwah Siti Fatimah; Muhammad Faisal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.8554

Abstract

Digitalisasi dakwah telah membawa transformasi fundamental dalam lanskap keberagamaan Indonesia, namun pada saat yang sama memicu fenomena polarisasi keagamaan yang mengancam ketahanan sosial. Penelitian ini menganalisis peran moderasi beragama sebagai strategi ketahanan sosial dalam menghadapi polarisasi keagamaan pasca digitalisasi dakwah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dan kerangka analisis multidimensi yang mencakup dimensi teologis, sosiologis, digital, institusional, dan kultural, penelitian ini mengembangkan model transformasi berfase empat yakni identifikasi, mitigasi, resiliensi, dan transformasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa algoritma media sosial menciptakan enklave digital yang memperkuat segregasi keagamaan, sementara otoritas keagamaan tradisional mengalami delegitimasi oleh munculnya dai selebritas dan ustadz influencer. Framework yang dikembangkan mengidentifikasi lima dimensi integratif dengan indikator terukur untuk menilai tingkat moderasi beragama di ruang digital. Studi kasus terhadap tiga lembaga keagamaan di Indonesia menunjukkan variasi signifikan dalam respons institusional terhadap polarisasi digital. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital keagamaan, reformulasi otoritas dakwah berbasis kompetensi, dan pembangunan ekosistem digital yang inklusif sebagai strategi ketahanan sosial berkelanjutan
The New Paradigma of Islamic Knowledge: Integrasi Ilmu, Teknologi, dan Spiritualitas Siti Fatimah; Said Maskur; Muhammad Faisal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.8834

Abstract

Dikotomi ilmu agama dan ilmu umum telah menjadi problem epistemologis yang mengakar dalam tradisi akademik Islam kontemporer, menghasilkan fragmentasi keilmuan yang menghambat pengembangan paradigma integratif. Penelitian ini menganalisis paradigma baru keilmuan Islam yang mengintegrasikan ilmu, teknologi, dan spiritualitas sebagai respons terhadap tantangan epistemologis era Society 5.0 dan Industry 5.0. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dan kerangka analisis multidimensi yang mencakup dimensi epistemologis, kurikular, teknologis, spiritual, dan institusional, penelitian ini mengembangkan model transformasi berfase empat yakni dekonsruksi, reorientasi, integrasi, dan institutionalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemikiran Al-Attas tentang dewesternization, Al-Faruqi tentang Islamisasi ilmu, dan Amin Abdullah tentang integrasi-interkoneksi memberikan fondasi epistemologis yang saling melengkapi bagi paradigma baru ini. Framework yang dikembangkan mengidentifikasi lima dimensi integratif dengan indikator terukur untuk menilai tingkat integrasi ilmu-teknologi-spiritualitas dalam lembaga pendidikan Islam. Studi kasus terhadap tiga universitas Islam di Indonesia menunjukkan variasi signifikan dalam implementasi paradigma integratif. Penelitian ini merekomendasikan reformulasi epistemologi keilmuan Islam, pengembangan kurikulum transdisipliner berbasis tauhid, dan penguatan infrastruktur teknologi-spiritualitas sebagai strategi transformasi keilmuan Islam kontemporer