Mutiara Mastina Fithri Daulay
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Pemanfaatan Teknologi Pendidikan di Era Digital Lutfiyah Rahmi; Aisah Nurkhofifah Lubis; Mutiara Mastina Fithri Daulay; Muhammad Irwan Padli Nasution
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.9278

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Transformasi ini mendorong terjadinya pergeseran dari pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik melalui pemanfaatan teknologi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAI, dampaknya, serta tantangan dan upaya penguatan dalam implementasinya di era digital. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber seperti buku dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik pembahasan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memperoleh gambaran yang sistematis mengenai transformasi pembelajaran PAI berbasis teknologi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAI meliputi penggunaan media pembelajaran digital, platform pembelajaran daring, serta aplikasi dan sumber belajar keislaman. Transformasi ini memberikan dampak positif berupa peningkatan efektivitas pembelajaran, motivasi belajar, serta perluasan akses sumber belajar. Namun demikian, terdapat berbagai tantangan seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan melalui peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana, serta penguatan literasi digital dan nilai-nilai karakter Islami.
Hukum Pemerkosaan dalam Perspektif Fikih Kontemporer: Tinjauan Konsep, Pembuktian, dan Sanksi dalam Hukum Islam Lutfiyah Rahmi; Aisah Nurkhofifah Lubis; Mutiara Mastina Fithri Daulay; Suci Rezeki Nasution; Ali Imran Sinaga
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.9488

Abstract

Penelitian ini membahas pemerkosaan dalam perspektif fikih kontemporer dengan menekankan aspek konsep, pembuktian, dan perlindungan korban dalam hukum Islam serta relevansinya dengan hukum positif Indonesia. Pemerkosaan dipahami sebagai hubungan seksual yang dilakukan dengan unsur paksaan (ikrāh) tanpa adanya kerelaan (riḍā), sehingga tidak dapat disamakan dengan zina yang terjadi atas dasar kesepakatan. Dalam fikih jinayah, perbuatan ini dikategorikan sebagai bentuk kezaliman yang sepenuhnya menjadi tanggung Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License (CC BY SA 4.0) 1 Copyright; Lutfiyah Rahmi, Aisah Nurkhofifah Lubis, Mutiara Mastina Fithri Daulay, Suci Rezeki Nasution, Ali Imran Sinaga . Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum e-ISSN 3026-2917 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn p-ISSN 3026-2925 Volume (…) Nomor (…) (Tahun) jawab pelaku, sedangkan korban tidak dibebani sanksi hukum maupun moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-yuridis melalui analisis literatur fikih, Al-Qur’an, hadis, serta peraturan perundang-undangan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, pemerkosaan merupakan pelanggaran terhadap perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), kehormatan (ḥifẓ al-‘ird), dan keturunan (ḥifẓ al-nasl). Selain itu, dalam hukum positif Indonesia melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), korban memperoleh perlindungan hukum yang lebih komprehensif melalui mekanisme pembuktian, pendampingan, dan pemulihan. Dengan demikian, terdapat keselarasan antara hukum Islam dan hukum positif dalam menempatkan perlindungan korban sebagai prioritas utama serta penegasan pertanggungjawaban penuh terhadap pelaku pemerkosaan.
Analisis Komponen RPS Mata Kuliah Rumpun PAI dalam Perspektif Outcome-Based Education (OBE) Lutfiyah Rahmi; Aisah Nurkhofifah Lubis; Mutiara Mastina Fithri Daulay; Diva Amanda Br Bangun; Siti Halimah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.9526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen-komponen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada mata kuliah rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam perspektif Outcome-Based Education (OBE). Komponen yang dianalisis meliputi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, metode pembelajaran, dan asesmen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian adalah RPS mata kuliah Sejarah Peradaban Islam dan Fikih Munakahat pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Data diperoleh melalui analisis dokumen, wawancara, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen-komponen RPS telah disusun sesuai dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE). CPL menjadi dasar dalam perumusan CPMK, yang selanjutnya dijabarkan ke dalam Sub-CPMK secara bertahap pada setiap pertemuan. Metode pembelajaran yang digunakan telah mengarah pada pendekatan student-centered learning dan asesmen telah mendukung pengukuran capaian pembelajaran mahasiswa. Namun, masih ditemukan beberapa aspek yang perlu disempurnakan, terutama pada konsistensi hubungan antara CPMK dan Sub-CPMK serta penyelarasan asesmen dengan capaian pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyempurnaan komponen RPS agar implementasi OBE dapat berjalan lebih efektif dan optimal.