Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pesantren dan Tantangan Disrupsi Global: Strategi Adaptasi Kurikulum dan Kepemimpinan Mujid; Said Maskur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.10438

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan epokal berupa disrupsi global yang mengguncang fondasi kurikulum dan kepemimpinan tradisionalnya. Artikel ini menganalisis strategi adaptasi kurikulum dan kepemimpinan pesantren dalam menghadapi disrupsi global melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka analisis lima dimensi, yakni ontologis, epistemologis, aksiologis, metodologis-strategis, dan teleologis-transformatif. Melalui proses empat fase transformasi, yaitu identifikasi disrupsi, adaptasi kurikulum, transformasi kepemimpinan, dan resiliensi institusional, penelitian ini memetakan trajektori perubahan yang dialami pesantren dalam merespons guncangan disrupsi tanpa kehilangan identitas keislamannya. Studi kasus terhadap Pesantren Modern Darussalam Gontor, Pesantren Lirboyo Kediri, dan Pesantren Al-Zaytun Indramayu mengungkap model adaptasi yang beragam namun saling melengkapi. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama, meliputi degradasi kurikulum keagamaan, krisis otoritas kepemimpinan, fragmentasi institusional, dan ketergantungan teknologis, yang mengancam keberlangsungan adaptasi tersebut. Temuan menunjukkan bahwa adaptasi pesantren yang berkelanjutan memerlukan sinergi antara reorientasi kurikulum yang kontekstual dan kepemimpinan transformatif yang berakar pada tradisi keislaman, di mana disrupsi bukan direspons sebagai ancaman melainkan sebagai katalisator pembaruan institusional yang tetap berpegang pada nilai-nilai autentik pesantren.
Kepemimpinan Pendidikan Yang Adaptif Dan Visioner Dukhroini Ali; Resdin Efendi Pasaribu; Mujid; Erma Fatmawati; Khotimatus Sholikhah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i4.8781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan pendidikan yang adaptif dan visioner dalam menghadapi tantangan perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika dunia pendidikan di era globalisasi. Kepemimpinan pendidikan tidak lagi hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga dituntut mampu membangun inovasi, kolaborasi, dan transformasi kelembagaan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah, artikel jurnal, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan yang adaptif ditandai dengan kemampuan pemimpin dalam merespons perubahan secara cepat, fleksibel, dan solutif, sedangkan kepemimpinan visioner diwujudkan melalui kemampuan merancang arah dan tujuan pendidikan jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan mutu lembaga pendidikan. Selain itu, pemimpin pendidikan yang efektif mampu mengintegrasikan nilai-nilai inovasi, komunikasi, penguatan budaya organisasi, serta pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan pendidikan yang adaptif dan visioner menjadi faktor strategis dalam menciptakan lembaga pendidikan yang kompetitif, responsif, dan relevan terhadap kebutuhan zaman
Moderasi Beragama Dan Pluralitas Penafsiran Islam Mujid; Muhammad Faisal
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i4.8784

Abstract

This article examines the relationship between religious moderation and the plurality of Islamic interpretations through hermeneutical analysis of contemporary Islamic discourse. Religious moderation, promoted as the official paradigm of religiosity in Indonesia, faces fundamental epistemological and hermeneutical challenges when confronted with the reality of pluralistic interpretations of religious texts. Through hermeneutical-critical analysis integrating the thoughts of Fazlur Rahman, Khaled Abou El Fadl, and Nasr Hamid Abu Zayd, this study develops a five-dimensional framework encompassing textual-hermeneutical, contextual-historical, ethical-normative, social-dialogical, and institutional-structural dimensions as the foundation for religious moderation based on interpretive plurality. Furthermore, this research formulates a four-phase transformative model comprising deconstruction of interpretive authoritarianism, hermeneutical reorientation, dialogical-integrative engagement, and institutionalization of wasatiyyah to guide the formation of moderate and inclusive Islamic discourse. The findings identify four critical risks, namely interpretive trivialization, hermeneutical relativism, institutional co-optation, and neo-essentialism, which potentially impede the realization of authentic religious moderation