Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK DALAM PEROLEHAN SUARA PARTAI GOLKAR PADA PEMILU LEGISLATIF DI KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2024 Nilhakim; Wiwin Guanti; Reno
Cross-border Vol. 9 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas pelaksanaan pendidikan politik Partai Golkar dalam mempengaruhi perolehan suara pada Pemilu Legislatif di Kabupaten Sambas Tahun 2024. Indonesia sebagai negara demokrasi menempatkan partai politik sebagai pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Seiring berkembangnya sistem demokrasi, pendidikan politik menjadi faktor penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Partai Golkar sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab memberikan pendidikan politik yang efektif. Namun, perolehan suara Golkar di Kabupaten Sambas mengalami penurunan dari 33.817 suara pada tahun 2019 menjadi 31.784 suara pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, mengkaji Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik serta kondisi lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan politik telah berjalan secara formal namun belum efektif mempengaruhi perilaku pemilih. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sumber daya, rendahnya kesadaran politik masyarakat, strategi komunikasi yang belum optimal, dan fragmentasi Dapil.
Konsep Judicial Review terhadap Undang-Undang di Indonesia: Perspektif Siyāsah Dustūriyyah dan Otoritas Ahl al-Ḥall wa al-‘Aqd Wiwin Guanti
Cendekia Inovatif Dan Berbudaya Vol. 3 No. 3 (2026): Cendekia Inovatif dan Berbudaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/cendib.v3i3.1192

Abstract

This research examines the conceptual intersection between the judicial review mechanism in Indonesia and the Siyāsah dustūriyyah perspective on monitoring legislative products. Indonesia's constitutional transition toward constitutional supremacy positions the Constitutional Court (MK) as the guardian of the constitution, whereas in Islamic constitutional law, the Wilāyat al-maẓālim institution oversees legislation produced by ahl al-ḥall wa al-‘aqd (AHWA). Utilizing a normative legal research method with statutory, conceptual, and comparative approaches, this study aims to extract and synthesize the philosophical foundations of both legal systems. The results indicate that the existence of the Constitutional Court is a modern manifestation of Wilāyat al-maẓālim, functioning to evaluate legislative products (laws) to ensure they do not conflict with the highest norms. To perform this function optimally and prevent new forms of oppression, the constitutional judicial institution must utilize capability (al-quwwah) and moral integrity (al-amānah) to ensure the establishment of substantive justice according to Ibn Taymiyyah's principles. In conclusion, the concept of judicial review in positive constitutional law and Siyāsah dustūriyyah does not experience an ontological or epistemological clash, but rather symmetrically combines to limit state apparatus arbitrariness, guarantee human rights, and uphold justice.