Narizky Nur Fakhri Maulidina
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Collaborative Governance Dalam Pengembangan Kampung Wisata Kayutangan Heritage Untuk Mengatasi Kemiskinan Di Kota Malang Indira Anggun Septianingrum; Fazrul Ilham Syahreza; Izza Mutia Aqila; Nazwa Septiana; Narizky Nur Fakhri Maulidina; Ardiyansah; Tauran
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 1 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Sustainable Development Goals (SDGs) mendorong pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis budaya (heritage-based tourism). Kota Malang memiliki keunikan karena konsisten menempati peringkat persentase kemiskinan terendah di Jawa Timur, salah satunya karena kontribusi Kampung Wisata Kayutangan Heritage. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme Collaborative Governance dalam pengembangan Kampung Wisata Kayutangan Heritage untuk mengatasi kemiskinan secara struktural. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksplanatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam berbasis representasi Pentahelix, serta data sekunder terkait. Analisis dibedah menggunakan teori Nicholas Henry (2013) dan model Ansell & Gash (2008). Hasil penelitian menunjukkan kolaborasi lintas sektor berhasil menggerakkan roda perekonomian berbasis masyarakat (Community-Based Tourism) melalui pelibatan 254 UMKM, 44 kedai tematik, serta penciptaan lapangan kerja lokal. Keberhasilan ini didukung oleh lonjakan kunjungan hingga mencapai 466.296 wisatawan pada tahun 2025. Melalui peran Pokdarwis, akumulasi pendapatan didistribusikan kembali secara inklusif kepada warga dalam bentuk program sosial seperti beasiswa, santunan, subsidi iuran, hingga jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antaraktor di Kayutangan Heritage efektif menjadi instrumen ekonomi makro yang melestarikan warisan budaya sekaligus mengentaskan kemiskinan perkotaan secara berkelanjutan.