Program Sustainable Development Goals (SDGs) mendorong pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis budaya (heritage-based tourism). Kota Malang memiliki keunikan karena konsisten menempati peringkat persentase kemiskinan terendah di Jawa Timur, salah satunya karena kontribusi Kampung Wisata Kayutangan Heritage. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme Collaborative Governance dalam pengembangan Kampung Wisata Kayutangan Heritage untuk mengatasi kemiskinan secara struktural. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksplanatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam berbasis representasi Pentahelix, serta data sekunder terkait. Analisis dibedah menggunakan teori Nicholas Henry (2013) dan model Ansell & Gash (2008). Hasil penelitian menunjukkan kolaborasi lintas sektor berhasil menggerakkan roda perekonomian berbasis masyarakat (Community-Based Tourism) melalui pelibatan 254 UMKM, 44 kedai tematik, serta penciptaan lapangan kerja lokal. Keberhasilan ini didukung oleh lonjakan kunjungan hingga mencapai 466.296 wisatawan pada tahun 2025. Melalui peran Pokdarwis, akumulasi pendapatan didistribusikan kembali secara inklusif kepada warga dalam bentuk program sosial seperti beasiswa, santunan, subsidi iuran, hingga jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antaraktor di Kayutangan Heritage efektif menjadi instrumen ekonomi makro yang melestarikan warisan budaya sekaligus mengentaskan kemiskinan perkotaan secara berkelanjutan.