Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KPBU Viaduct by Gubeng dalam Tata Kelola Kemitraan Berkelanjutan Naflah Hekshala Purwanto; Arnelita Ayu Az-zahwa; Cahya Amalia Zahra; Nasywa Aulia Sabrina; Vaneza Ayu Dwi Kirana; Tjitjik Rahaju; Ardiyansah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5868

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan program rumah padat karya Viaduct by Gubeng Kota Surabaya dalam mendukung pencapaian SDGs Tujuan 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. Masalah utama yang diteliti adalah koordinasi antar aktor yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kemitraan dalam program tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif serta indikator keberhasilan Public Private Partnership yaitu kinerja waktu kinerja biaya transfer risiko dan value of money. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan telah terlaksana namun belum berjalan maksimal karena ketidakseimbangan peran serta lemahnya koordinasi pemerintah dan swasta. Program memberikan manfaat awal berupa pembukaan lapangan kerja dan pemanfaatan aset publik tetapi dampaknya belum berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan KPBU tidak hanya bergantung pada desain kebijakan tetapi juga kualitas pengelolaan implementasi lapangan serta evaluasi berkala guna memperkuat sinergi program bagi masyarakat kota secara berkelanjutan inklusif adaptif responsif efisien transparan akuntabel melalui kolaborasi lintassektor yang konsisten dan terukur bersama berkesinambungan.
Implementasi Kebijakan Program Kesetaraan Hadir untuk Masyarakat Surabaya (KRISNA) oleh Pemerintah Kota Surabaya Nur Intan Agustriani Ginting; Nadia Ayu Ardiani; Dwi Khoirotul Utami; Yesha Verlita Evelin; Icha Chelsea Elisabeth Naibaho; Tjitjik Rahayu; Ardiyansah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Program Kesetaraan Hadir untuk Masyarakat Surabaya (KRISNA) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), dengan latar belakang masih tingginya angka putus sekolah yang menunjukkan kesenjangan antara kebijakan dan realitas di lapangan. Program KRISNA merupakan inovasi pendidikan kesetaraan berbasis komunitas yang menyediakan akses pendidikan nonformal secara gratis dan fleksibel melalui PKBM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Analisis implementasi mengacu pada model Van Meter dan Van Horn yang mencakup standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, hubungan antarorganisasi, karakteristik pelaksana, kondisi sosial ekonomi dan politik, serta disposisi implementator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah berjalan cukup baik dalam memperluas akses pendidikan, didukung oleh SOP, sistem digital, dan koordinasi lintas sektor, namun masih terdapat kendala seperti keterbatasan tutor, rendahnya motivasi peserta, serta faktor sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sumber daya, peningkatan koordinasi, dan pendekatan sosial yang lebih adaptif agar implementasi program lebih optimal dan berkelanjutan.
Implementasi Program Padat Karya di Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya Joceline Larissa Pratama Ginting; Anggi Defira Marchegiani; Annisa Aulia Rahmah; Legina Ayu Puspita; Melanika Netta Anggraini; Tjitjik Rahaju; Ardiyansah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6293

Abstract

Program Padat Karya merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan pengangguran, khususnya di wilayah perkotaan dengan tingkat pekerjaan informal yang tinggi. Di Kelurahan Manyar Sabrangan, program ini menjadi relevan dalam menjawab keterbatasan akses masyarakat terhadap pekerjaan tetap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Padat Karya serta menilai efektivitasnya dalam mengurangi pengangguran di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Padat Karya telah berjalan cukup efektif dalam menyediakan lapangan kerja sementara dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Program ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif serta memperkuat peran pemerintah kelurahan sebagai fasilitator. Namun, implementasi program masih menghadapi kendala pada aspek komunikasi kebijakan yang belum optimal, keterbatasan kualitas sumber daya manusia, serta belum adanya sistem pengawasan dan standar operasional prosedur yang jelas. Selain itu, program masih cenderung berorientasi jangka pendek dan belum sepenuhnya mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan demikian, Program Padat Karya efektif sebagai solusi sementara, namun memerlukan penguatan sistem dan keberlanjutan kebijakan agar dampaknya lebih optimal.
Implementasi Program Satu Kartu Keluarga Satu Sarjana: Upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam Mendukung Pendidikan Berkualitas Salma Shadiyah; Zahra Salsa Billa; Hellen Nurassifa; Anggita Kusuma; Anggi Wulandari; Tjijik Rahayu; Ardiyansah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6335

Abstract

Akses terhadap pendidikan tinggi masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Satu Kartu Keluarga Satu Sarjana di Kota Surabaya sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu pendidikan berkualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model implementasi kebijakan Merilee S. Grindle, yang menitikberatkan pada isi kebijakan dan konteks implementasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi di UPTD Liponsos Kalijudan sebagai pelaksana program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui pemberian bantuan biaya kuliah, fasilitas asrama, uang saku, sarana belajar, dan pendampingan akademik selama masa studi. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan kuota penerima, ketergantungan pada pihak eksternal, sinkronisasi data yang belum optimal, serta koordinasi antarpelaksana yang belum sepenuhnya efektif. Secara umum, program ini memberikan manfaat nyata dalam memperluas kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dan berpotensi menjadi instrumen pemutus rantai kemiskinan antargenerasi. Meskipun demikian, penguatan koordinasi, perluasan cakupan penerima, dan keberlanjutan pendanaan masih diperlukan agar tujuan kebijakan dapat tercapai secara lebih optimal dan merata.
Implementasi Program KRPPA sebagai Upaya Mewujudkan Kesetaraan Gender di Kelurahan Sidotopo, Kota Surabaya Levina Linadi; Verysa Virgie Rahmadhani; Siti Nur Fahreza Irena; Amanda Adzkiyah; Revalia Cantika Sari Setiawan; Tjitjik Rahaju; Ardiyansah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Program Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) di Kelurahan Sidotopo, Kota Surabaya. Metode analisis yang digunakan mengacu pada teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program KRPPA di Kelurahan Sidotopo secara umum telah berjalan secara memadai sebagai upaya konkret dalam memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak sebagai kelompok rentan. Keberhasilan program ini didukung oleh rumusan tujuan yang jelas, kolaborasi lintas lembaga, dukungan aktif tokoh masyarakat setempat, serta keberadaan layanan PUSPAGA. Koordinasi antara Kelurahan Sidotopo dan DP3A Kota Surabaya juga telah berlangsung lancar melalui rapat berkala dan pengawasan berbasis digital. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan anggaran karena belum tersedianya alokasi dana khusus dari APBD, sehingga sebagian besar kegiatan bergantung pada swadaya masyarakat. Selain itu, hambatan budaya patriarki dan stigma terhadap permasalahan rumah tangga menyebabkan rendahnya pelaporan kasus kekerasan. Kapasitas sumber daya manusia, khususnya kader lapangan, juga masih perlu ditingkatkan, seiring dengan perluasan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan penguatan pada aspek-aspek tersebut, program KRPPA diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak di Kelurahan Sidotopo. 
Implementasi Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan Dan Anak (KAS RPA) Kampung Aman Di Kelurahan Balongsari Kota Surabaya Nadiya Suluki; Aulia Putri; Putri Aisya; Queena Kartika; Zain Ma'rufah; Tjitjik Rahaju; Ardiyansah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6511

Abstract

Tingginya jumlah korban kekerasan terhadap perempuan di Indonesia mencapai 27.658 kasus pada tahun 2024. Surabaya sebagai kota metropolitan mengalami peningkatan jumlah kekerasan terhadap perempuan sekitar 35% pada tahun 2023-2024. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan di tingkat kota masih perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis komunitas. Pemerintah kota Surabaya menginisiasi progam Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS RPA) sebagai inovasi kebijakan daerah yang sejalan dengan SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi KAS RPA indikator Kampung Aman di kelurahan Balongsari menggunakan teori George C. Edwards III dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak kelurahan, DP3APPKB, dan masyarakat perempuan penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi berjalan cukup baik melalui sosialisasi rutin, pembentukan Satgas PPA di tingkat RT dan adanya kolaborasi lintas sektor. Namun, masih terdapat kendala dimana korban memilih diam dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.