Talitha Inas Zhafira
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Postur Kerja, Lama Bekerja, dan Umur dengan Musculoskeletal Disorder (MSDs) pada Petani di Ngawi Talitha Inas Zhafira; Salsabila Purnamasari
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2736

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) are health problems that can reduce productivity. Farmers are prone to MSDs because their work often involves non-ergonomic postures. This study employed a quantitative observational method with a total sampling technique, involving 90 respondents, to determine the relationship between work posture, working hours, and age with complaints of MSDs among farmers in Pleset Village, Pangkur District. The study variables included work posture, working hours, age, and MSD complaints. Work posture was assessed using the REBA method, while MSD complaints were measured with the Nordic Body Map Questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test, with a significance level set at p<0.05. The results showed no significant relationship between age (p=0.164), duration of work (p=0.893), and standing work posture (p=0.877) with MSD complaints. However, there was a significant relationship with bending work posture (p=0.039). It can be concluded that a bent work posture affects MSD complaints, whereas age, length of employment, and standing posture do not. Therefore, to reduce the risk of MSDs, preventive measures such as muscle stretching before and after work can be implemented. Additionally, group exercises and ergonomic education can be conducted during community gatherings.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) untuk Pencegahan Penyakit DBD di Dusun 3 Desa Jatingarang Rahmadhani Aisyah; Elvina Nadya Reswara; Amanah Rizki Fadilah; Nur Hani; Talitha Inas Zhafira; Amanda Ayu Ciputri; Deby Aghata Risky Pinastika; Sarah Ayu Cahyaningtyas; Nasywa Azalia Nabila; Khalisa Masra Desandrina Hafid; Naufal Harris Akdhana; Izzatul Arifah
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang memiliki angka bebas jentik (ABJ) rendah yaitu 81,8%, jauh di bawah standar nasional >95%. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD melalui program Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) dan Pengolahan Limbah Jelantah Jadi Lilin Anti Nyamuk (PELITA). Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi sosialisasi pencegahan DBD, pelatihan jumantik mandiri satu rumah satu jumantik, serta demonstrasi pembuatan lilin anti nyamuk berbahan minyak jelantah dengan tambahan ekstrak serai dan jahe. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta pemantauan angka bebas jentik selama sepuluh hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 14,85% dan peningkatan angka bebas jentik dari 57,14% menjadi 96% setelah sepuluh hari pemantauan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan kembali pembuatan lilin anti nyamuk secara mandiri dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang bersifat inovatif dan ramah lingkungan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan inovatif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD, sekaligus mendorong terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.