Nasywa Azalia Nabila
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kelimpahan Mikroplastik pada Air Sungai Bengawan Solo Wilayah Kelurahan Pucangsawit Kota Surakarta, Jawa Tengah Nasywa Azalia Nabila; Windi Wulandari; Mitoriana Porusia
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24245

Abstract

ABSTRACT Microplastics are plastics formed from large pieces of plastic that are then exposed to technical, thermal, and biological factors, causing them to breakdown into very small particles. Microplastic pollution in freshwater ecosystems had become an increasingly worrying environmental issue because it could disrupt aquatic biota, ecosystem stability, and human health. This research was a quantitative descriptive study that aimed to analyze the abundance of microplastics in the Bengawan Solo River in the Pucangsawit sub-district, Surakarta City. The research was conducted using purposive sampling at 10 stations with a total of 10 liters of water filtered using a 200 µm mesh, then decomposed using 30% H₂O₂ and identified using a binocular microscope. The results of the study found 199 microplastic particles with an abundance of 19.9 particles/L. The highest abundance being 43 particles/L and the lowest abundance was 7 particles/L. The types of microplastics were dominated by fibers, while microplastics in the form of fragments, films, pellets, and foam were also observed. Thus, it could be concluded that the Bengawan Solo River, particularly in the Pucangsawit Village area of Surakarta City, has been polluted by microplastics. Keywords : Microplastic, River, Abundance, Bengawan Solo.  ABSTRAK Mikroplastik merupakan plastik yang terbentuk dari plastik berukuran besar yang kemudian terpapar oleh faktor teknis, termal dan biologis sehingga dapat terurai menjadi partikel-partikel yang sangat kecil. Pencemaran mikroplastik pada ekosistem air tawar menjadi isu lingkungan yang semakin mengkhawatirkan karena dapat mengganggu biota perairan, kestabilan ekosistem dan kesehatan manusia. Jenis penelitian berupa deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis kelimpahan mikroplastik pada air Sungai Bengawan Solo di wilayah Kelurahan Pucangsawit, Kota Surakarta. Penelitian dilakukan dengan purposive sampling pada 10 lokasi dengan total 10 liter air yang disaring menggunakan mesh 200 µm, kemudian di penguraian zat organik menggunakan H₂O₂ 30% dan diidentifikasi melalui mikroskop binokuler. Hasil penelitian menemukan 199 partikel mikroplastik dengan kelimpahan 19,9 partikel/L, dengan kelimpahan tertinggi yaitu 43 partikel/L serta kelimpahan terendah yaitu 7 partikel/L. Jenis mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh fiber, selain itu juga ditemukan mikroplastik dengan jenis fragmen, film, pellet dan foam. Sehingga dapat diketahui bahwa Sungai Bengawan Solo khususnya pada wilayah Kelurahan Pucangsawit, Kota Surakarta telah tercemar mikroplastik. Kata Kunci: Mikroplastik, Sungai, Kelimpahan, Bengawan Solo.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) untuk Pencegahan Penyakit DBD di Dusun 3 Desa Jatingarang Rahmadhani Aisyah; Elvina Nadya Reswara; Amanah Rizki Fadilah; Nur Hani; Talitha Inas Zhafira; Amanda Ayu Ciputri; Deby Aghata Risky Pinastika; Sarah Ayu Cahyaningtyas; Nasywa Azalia Nabila; Khalisa Masra Desandrina Hafid; Naufal Harris Akdhana; Izzatul Arifah
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang memiliki angka bebas jentik (ABJ) rendah yaitu 81,8%, jauh di bawah standar nasional >95%. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD melalui program Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) dan Pengolahan Limbah Jelantah Jadi Lilin Anti Nyamuk (PELITA). Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi sosialisasi pencegahan DBD, pelatihan jumantik mandiri satu rumah satu jumantik, serta demonstrasi pembuatan lilin anti nyamuk berbahan minyak jelantah dengan tambahan ekstrak serai dan jahe. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta pemantauan angka bebas jentik selama sepuluh hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 14,85% dan peningkatan angka bebas jentik dari 57,14% menjadi 96% setelah sepuluh hari pemantauan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan kembali pembuatan lilin anti nyamuk secara mandiri dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang bersifat inovatif dan ramah lingkungan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan inovatif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD, sekaligus mendorong terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.