Khalisa Masra Desandrina Hafid
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Postur Kerja dan Keluhan Nyeri Muskuloskeletal dengan Produktivitas Kerja pada Pekerja Kantor di Pt Jamu Air Mancur Khalisa Masra Desandrina Hafid; Sheena Ramadhia Asmara Dhani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55669

Abstract

Pekerja kantor umumnya bekerja dalam posisi duduk dengan durasi lama sehingga berpotensi menimbulkan risiko ergonomi dan keluhan nyeri muskuloskeletal yang dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan postur kerja dan keluhan nyeri muskuloskeletal dengan produktivitas kerja pada pekerja kantor PTJamu Air Mancur. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 50 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Penilaian postur kerja menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA), keluhan muskuloskeletal diukur dengan Nordic Body Map (NBM), dan produktivitas kerja menggunakan Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki risiko postur kerja tinggi, keluhan muskuloskeletal kategori agak sakit,dan produktivitas kerja kategori sedang. Uji korelasi menunjukkanpostur kerja berhubungan negatif namun tidak signifikan dengan produktivitas (r = −0,088; p > 0,05), sedangkan keluhan muskuloskeletal berhubungan negatif signifikan dengan produktivitas (r = −0,336; p < 0,05). Disimpulkan bahwa keluhan muskuloskeletallebih berpengaruh langsung terhadap produktivitas dibandingkan postur kerja.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) untuk Pencegahan Penyakit DBD di Dusun 3 Desa Jatingarang Rahmadhani Aisyah; Elvina Nadya Reswara; Amanah Rizki Fadilah; Nur Hani; Talitha Inas Zhafira; Amanda Ayu Ciputri; Deby Aghata Risky Pinastika; Sarah Ayu Cahyaningtyas; Nasywa Azalia Nabila; Khalisa Masra Desandrina Hafid; Naufal Harris Akdhana; Izzatul Arifah
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang memiliki angka bebas jentik (ABJ) rendah yaitu 81,8%, jauh di bawah standar nasional >95%. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD melalui program Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) dan Pengolahan Limbah Jelantah Jadi Lilin Anti Nyamuk (PELITA). Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi sosialisasi pencegahan DBD, pelatihan jumantik mandiri satu rumah satu jumantik, serta demonstrasi pembuatan lilin anti nyamuk berbahan minyak jelantah dengan tambahan ekstrak serai dan jahe. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta pemantauan angka bebas jentik selama sepuluh hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 14,85% dan peningkatan angka bebas jentik dari 57,14% menjadi 96% setelah sepuluh hari pemantauan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan kembali pembuatan lilin anti nyamuk secara mandiri dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang bersifat inovatif dan ramah lingkungan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan inovatif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD, sekaligus mendorong terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.