Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI KEBUGARAN JASMANI BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Oce Wiriawan; Sapto Wibowo; Ika Jayadi; Shery Iris Zalillah; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6729

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut kesiapan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk mengelola heterogenitas kemampuan siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus (SBK). Namun, kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan program kebugaran jasmani yang adaptif masih menjadi kendala. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PJOK anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Kota Batu dalam mengembangkan program kebugaran jasmani adaptif. Metode dilaksanakan melalui serangkaian workshop dan pendampingan terstruktur dengan model in-on-in, mencakup pemaparan konseptual, praktik penyusunan program latihan adaptif, simulasi pembelajaran, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman konseptual, serta analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dihasilkan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman guru (rata-rata N-Gain 0,65) dan kemampuan menyusun program kebugaran jasmani yang terdiferensiasi. Program ini memperkuat kapasitas profesional guru PJOK dalam mengakomodasi kebutuhan fisik SBK, sejalan dengan paradigma pendidikan jasmani inklusif.
SOSIALISASI AKTIFITAS OLAHRAGA SENAM DALAM MENJAGA KEBUGARAN JASMANI WARGA DESA Ika Jayadi; Shery Iris Zalillah
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i2.27860

Abstract

Abstrak Latihan aerobik adalah latihan yang menuntut oksigen tanpa menimbulkan hutang oksigen yang tidak terbayar. Latihan ini disebut juga sebagai general endurance, sehingga dapat dikemukakan pengertian senam aerobik, yaitu serangkaian gerak yang dipilih secara sengaja dengan cara mengikuti irama musik yang juga dipilih sehingga melahirkan ketentuan ritmis, kontinuitas, dan durasi tertentu. Aerobik adalah olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi dengan kecepatan dalam menempuh waktu. Dua ciri dari latihan aerobik adalah 1) olahraga tersebut cukup mengakibatkan tubuh berfungsi untuk jangka waktu sedikitnya 20 sampai 30 menit setiap olahraga, 2) Olahraga tersebut akan memberikan kegiatan yang cukup menarik hingga ingin mengulanginya kembali gerakan yang sudah dilakukan tadi. Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-sumber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme predominan. Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-sumber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme predominan. Di dalam senam aerobik ada yang namanya intensitas, dan cara menentukan intensitas senam aerobik. Untuk menentukan intensitas senam aerobik pada dasarnya sama dengan menentukan intensitas latihan pada olahraga lain. Intensitas latihan ditandai dengan tercapainya tingkat denyut nadi yang diharapkan meningkat. Secara umum, Intensitas latihan yang ditentukan tercapainya  denyut nadi sekitar 60-80% dari denyut nadi maksimal.
Peningkatan Pemahaman Guru PJOK Melalui Tes Dan Pengukuran Olahraga Sapto Wibowo; Ika Jayadi; Shery Iris Zalillah
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.27954

Abstract

Kegiatan pembelajaran PJOK pada dasarnya banyak melibatkan bagianbagian tubuh untuk bergerak seperti tubuh bagian atas, tubuh bagian tengah, dan tubuh bagian bawah. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung masih banyak ditemui para siswa yang mengalami cedera, terjadinya cedera bisa disebabkan oleh faktor internal (dari dalam diri pelaku) dan faktor eksternal (dari luar diri perilaku). Secara internal, selain kurangnya pemanasan cedera juga bisa disebabkan oleh kelelahan fisik, kelainan fungsi tubuh, kurangnya konsentrasi dan ketidak disiplinan.Sedangkan secara eksternal, cedera bisa dipicu oleh sarana dan prasarana yang kurang memadai dan kegiatan pembelajaran yang terlalu keras. Kedua faktor tersebut perlu mendapat perhatian bagi para guru dansiswa agar bias mengantisipasi danmeminimalisir terjadinya cedera. Agar dapat mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya cedera, maka guru dan siswa harus menyiapkan diri untuk melaksanakankegiatan pembelajaran dengan cara pemanasan yang cukup, memiliki sikap kedisiplinan yang tinggi, dan harus mengatahui kondisi tubuh. Apabila guru dan siswa tidak begitu memperhatikan tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan dalam pembalajaran penjas maka saat pembelajaran kemungkinan terjadinya cedera bisa menjadi sangat tinggi. Jadi sudah selayaknya bahwa pelaksanaan Pelatih Pemahaman Nutrisi, Psikologi dan Pencegahan Cedera Atlet bagi Pelatih dan Guru. Solusi yang di berikan Memberikan pelatihan/coaching clinic Pelatih Pemahaman Nutrisi, Psikologi dan Pencegahan Cedera Atlet bagi Pelatih dan Guru. Melihat permasalahan yang terjadi, target yang di tawarkan kepada para tenaga pegajar ataupun pelatih adalah : Memliki guru yang berkompeten dalam memberikan pembelajaran PJOK, dan pelatih di harapkan mampu memahami situasi dan kondisi atlet maupun siswa dalam hal psikologi, dan mampu memberikan pertolongan pertama pada saat terjadinya cedera olahraga, dan mampu memberikan gambaran nutrisi terhadap siswanya maupun atletnya. Berdasarkan hasil Tes Kebugaran Multistage Beep Test dapat diketahui hasil tes kebugaran jasmani. Dengan hasil tes kebugaran jasmani ibu guru smpn untuk usia 31-40 tahun hasilnya rendah. Average 7 orang 23,3%, Above Average 4 orang 13,3%, Below Average 6 orang 20%, Poor 13 orang 43,6%.