Ilo Raditio Wiriawan
Universitas Negeri Surabaya

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EDUKASI KEBUGARAN JASMANI BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Oce Wiriawan; Sapto Wibowo; Ika Jayadi; Shery Iris Zalillah; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6729

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut kesiapan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk mengelola heterogenitas kemampuan siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus (SBK). Namun, kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan program kebugaran jasmani yang adaptif masih menjadi kendala. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PJOK anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Kota Batu dalam mengembangkan program kebugaran jasmani adaptif. Metode dilaksanakan melalui serangkaian workshop dan pendampingan terstruktur dengan model in-on-in, mencakup pemaparan konseptual, praktik penyusunan program latihan adaptif, simulasi pembelajaran, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman konseptual, serta analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dihasilkan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman guru (rata-rata N-Gain 0,65) dan kemampuan menyusun program kebugaran jasmani yang terdiferensiasi. Program ini memperkuat kapasitas profesional guru PJOK dalam mengakomodasi kebutuhan fisik SBK, sejalan dengan paradigma pendidikan jasmani inklusif.
EDUKASI PENGUKURAN OLAHRAGA BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN Oce Wiriawan; Ika Jayadi; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6730

Abstract

Kompetensi dalam pengukuran dan evaluasi merupakan keterampilan fundamental yang harus dimiliki guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |untuk merancang program latihan yang tepat, individual, dan memantau perkembangan siswa. Namun, masih banyak guru PJOK di Indonesia yang belum menguasai pemahaman teoretis maupun keterampilan praktis untuk melakukan tes kebugaran, pengukuran, dan evaluasi secara efektif. Program pengabdian |kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru PJOK dalam pengukuran olahraga melalui edukasi terstruktur dan pelatihan langsung. Program menggunakan pendekatan participatory action research dengan desain one-group pre-test post-test, melibatkan guru PJOK anggota MGMP PJOK di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Intervensi terdiri dari dua komponen utama: (1) edukasi kelas yang mencakup prinsip tes, pengukuran, dan evaluasi dalam olahraga; dan (2) praktik lapangan supervisi dengan mengadministrasikan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) kepada 50 siswa SMP. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan guru (skor rata-rata meningkat dari 48,6 menjadi 82,1; p<0,001) dan kemampuan mereka dalam mengelola dan menginterpretasi tes kebugaran. Implementasi pada siswa mengungkapkan bahwa 62% siswa yang diuji berada pada kategori kebugaran "rendah" atau "sangat rendah", mengindikasikan kondisi kebugaran remaja yang memprihatinkan. Pembahasan mengelaborasi peran kritis literasi pengukuran dalam instruksi PJOK berkualitas, tantangan praktis penerapan tes standar di sekolah, dan potensi pemberdayaan guru sebagai solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil kebugaran siswa. Artikel ini menyajikan refleksi penulis utama sebagai pakar evaluasi olahraga dalam merancang program peningkatan kapasitas kontekstual bagi guru PJOK.
PELATIHAN IDENTIFIKASI ATLET BERBAKAT CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS BAGI GURU PJOK MGMP KOTA BATU Oce Wiriawan; Ika Jayadi; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6731

Abstract

Pemanduan bakat (talent identification) merupakan upaya sistematik untuk mengidentifikasi individu yang memiliki potensi untuk berhasil dalam olahraga. Kota Batu dikenal sebagai salah satu tolok ukur pembinaan olahraga bulutangkis di Jawa Timur, yang sering melahirkan juara dan menjadi penyuplai atlet untuk tim provinsi maupun nasional. Namun demikian, masih banyak guru Pendidikan Jasmani di Kota Batu yang belum mampu melakukan tes dan pengukuran antropometrik, fisiologis, dan biomotrik serta menganalisisnya untuk mendapatkan calon bibit atlet berbakat bulutangkis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan identifikasi atlet berbakat cabang olahraga bulutangkis bagi guru PJOK anggota MGMP di Kota Batu. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan pre-test post-test one group design selama 9 bulan (Maret–November 2025). Partisipan berjumlah 30 orang guru laki-laki usia 41–50 tahun dari jenjang SD, SMP, dan SMA di Kota Batu. Intervensi terdiri dari: (1) pelatihan teori tentang konsep pemanduan bakat; (2) pelatihan praktik pengukuran antropometrik, tes fisiologis, dan tes biomotorik; (3) pendampingan penggunaan software bulutangkis untuk analisis data; serta (4) asesmen kebugaran menggunakan Multistage Fitness Test (MFT). Hasil menunjukkan bahwa 30% peserta mencapai kategori kebugaran "average", 23% mencapai kategori "above average", dan 47% masih berada pada kategori "below average". Pengukuran denyut nadi istirahat menunjukkan seluruh peserta (100%) berada pada kategori "baik" (70–90 bpm). Artikel ini menyajikan refleksi akademik tentang pentingnya pelatihan pemanduan bakat yang sistematis bagi guru untuk mendukung pembinaan atlet berkelanjutan di daerah.
PENGENALAN DESAIN BESAR OLAHRAGA NASIONAL (DBON) DI KOTA BATU Hari Setijono; Oce Wiriawan; Kunjung Ashadi; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6732

Abstract

Pemahaman konsep Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) belum berjalan optimal di Kota Batu. Permasalahan yang dimiliki sekitar 20 guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Kota Batu yaitu mereka tidak memiliki pemahaman yang baik terkait pentingnya pemahaman guru PJOK dalam mengimplementasikan konsep DBON dalam menuju Indonesia sehat dan bugar 2045. Sebagai bentuk kepedulian yang tinggi pada isu pengembangan keolahragaan nasional, dengan keunggulan Unesa pada bidang olahraga dapat mengambil langkah strategis melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan peningkatan pemahaman Sebagai bentuk kepedulian yang tinggi pada guru PJOK di Kota Batu, dengan keunggulan Unesa pada bidang olahraga dapat mengambil langkah strategis melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat. Bentuk pengabdian yang dapat dilakukan yaitu 1) edukasi konsep besar DBON, 2) edukasi ragam aktivitas fisik dasar dalam menunjang pestasi olahraga. Metode dalam proses edukasi ini menggunakan pendekatan pelatihan yang didalamnya terdapat penyampaian materi DBON secara lisan serta edukasi ragam aktivitas fisik dalam menunjang prestasi olahraga. Dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan yaitu 1) persiapan pelaksanaan kegiatan dengan maksud utama menyiapkan berbagai hal untuk proses pelaksanaan kegiatan utama, 2) Pelaksanaan Edukasi DBON yang dilakukan secara tatap muka dengan tetap menjaga protokol kesehatan, 3) Pasca pelaksanaan untuk menyusun laporan dan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan kegiatan tersebut.
PENGUATAN KOMPETENSI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN GURU PJOK PADA KEBUGARAN JASMANI Hari Setijono; Oce Wiriawan; Kunjung Ashadi; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6733

Abstract

Guru sebagai pendidik mempunyai peran yang sangat penting dalam mengarahkan proses dan tujuan pembelajaran di kelas. Tujuan pembelajaran memerlukan arah yang jelas guna mencapai tujuan pendidikan yang telah dirancang. Seiring berjalannya waktu, kualitas pembelajaran diharapkan semakin meningkat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kurang beraktifitas fisik mengakibatkan adanya learning loss atau penurunan daya kemampuan yang bukan hanya terjadi pada peserta didik, tapi juga pada pendidik (guru). Pada dasarnya menekankan kepekaan terhadap dua hal: (1) peningkatan kesadaran terhadap persamaan hak, tanggung jawab, dan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan; (2) peningkatan kesadaran untuk mengangkat martabat masyarakat dan kemandirian individu--dari semua kelompok sosial--sebagai modal untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan pelaksanaan pengabdian di Guru SD, SMP, SMA MGMP PJOK Kota Batu ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya penguatan literasi dan gesi yang mengarah pada peningkatan kualitas pembelajaran yang literat dan ramah. Adapun yang menjadi sasaran pelatihan adalah guru Guru SD, SMP, SMA MGMP PJOK Kota Batu dengan berfokus pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau modul ajar mereka yang menggunakan strategi literasi. Melalui aktivitas pengabdian kepada masyarakat, Unesa dengan guru di Guru SD, SMP, SMA MGMP PJOK Kota Batu dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Penguatan dilaksanakan dengan metode pelatihan secara intensif dengan melibatkan partisipasi aktif guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran. PKM dilaksanakan selama 5 bulan.. Kegiatan ini akan menghasilkan luaran berupa satu artikel pada media massa cetak/elektronik yang bukan terbitan Unesa dan video kegiatan. Di samping itu, ada luaran tambahan berupa artikel yang disajikan dalam forum ilmiah internasional.
PENGEMBANGAN SPA TERAPI KESEHATAN DAN SENAM KEBUGARAN JASMANI UNTUK MENGATASI MASALAH KELELAHAN MENTAL BAGI PEREMPUAN DESA Ika Jayadi; Oce Wiriawan; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6734

Abstract

Kelelahan mental (mental fatigue) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling umum namun paling terabaikan di kalangan perempuan pedesaan Indonesia. Beban ganda sebagai ibu rumah tangga, pekerja sektor informal, dan pengurus organisasi sosial menyebabkan akumulasi stres yang seringkali bermanifestasi sebagai kelelahan fisik dan mental kronis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program intervensi holistik yang mengombinasikan spa terapi (rendam air hangat dengan aromaterapi, pijat refleksi, dan relaksasi) dengan senam kebugaran jasmani (aerobik intensitas sedang, penguatan otot inti, fleksibilitas, dan latihan pernapasan). Metode yang digunakan adalah community-based participatory research (CBPR) dengan pendekatan pre-test post-test one group design selama 8 minggu (24 sesi) di Desa Ngingas Waru, Kabupaten Sidoarjo. Partisipan berjumlah 40 orang perempuan usia 25–55 tahun yang memiliki skor Chalder Fatigue Scale (CFS-11) > 22. Intervensi terdiri dari: (1) sesi spa terapi 1x/minggu (60 menit: rendam kaki/hands aromaterapi 20 menit, pijat refleksi 20 menit, relaksasi guided imagery 20 menit); dan (2) sesi senam kebugaran jasmani 2x/minggu (45 menit). Hasil menunjukkan penurunan skor CFS-11 yang sangat signifikan (p<0,001) dari rata-rata 30,2 (pre-test) menjadi 14,8 (post-test)—penurunan sebesar 51,0%. Sebanyak 92,5% peserta melaporkan peningkatan kualitas tidur, 87,5% melaporkan penurunan keluhan nyeri otot punggung dan bahu, dan 85% melaporkan peningkatan produktivitas aktivitas harian. Kombinasi spa terapi dan senam kebugaran jasmani terbukti lebih efektif dibandingkan intervensi tunggal, karena bekerja pada dua jalur fisiologis yang saling melengkapi: aktivasi parasimpatis (melalui spa terapi) dan peningkatan kapasitas kardiorespirasi dan neuroplastisitas (melalui senam). Artikel ini juga menyajikan refleksi akademik penulis sebagai dosen kebugaran jasmani dan kesehatan dalam merancang intervensi yang bersifat holistik, kontekstual, dan berkelanjutan.
PEMBEKALAN TES KEBUGARAN JASMANI PELAJAR NUSANTARA BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN Rini Ismalasari; Oce Wiriawan; Del Asri; Ika Jayadi; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6735

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan komponen fundamental dalam mendukung prestasi akademik, pertumbuhan fisik, dan kesehatan mental pelajar. Namun, implementasi tes kebugaran jasmani pelajar nusantara seringkali terhambat oleh keterbatasan pemahaman guru terhadap prinsip-prinsip sport science, termasuk validitas instrumen, prosedur pengukuran yang standar, serta interpretasi hasil berbasis norma populasi lokal. Artikel ini memaparkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan pembekalan teoritis dan praktik tes kebugaran jasmani bagi guru PJOK anggota MGMP Kota Batu. Dari perspektif saya sebagai dosen sport science, pendekatan yang digunakan menekankan pada evidence-based practice, standardization of field tests, dan individualized feedback bagi peserta didik. Kegiatan meliputi pretest, pemaparan konsep fisiologi olahraga, demonstrasi tes (lari 1.000 m, push-up, sit-up, vertical jump, dan v-sit reach), serta pendampingan analisis data. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru sebesar 68% (pretest ke posttest) dan kemampuan menyusun laporan kebugaran berbasis persentil. Simpulan, pembekalan berbasis sport science efektif meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola asesmen kebugaran jasmani pelajar.
PEMBERDAYAAN GURU PEREMPUAN DALAM MENSOSIALISASIKAN PENTINGNYA MENJAGA KEBUGARAN JASMANI PADA SEKOLAH Shidqi Hamdi Pratama Putera; Oce Wiriawan; Del Asri; Yuri Lolita; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6737

Abstract

Rendahnya tingkat kebugaran jasmani pelajar Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak dan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan sekolah, khususnya guru. Guru perempuan mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran strategis sebagai pendidik sekaligus role model dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif di kalangan siswa. Namun, masih banyak guru perempuan yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mensosialisasikan dan mengimplementasikan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru perempuan SMA di Kabupaten Sidoarjo melalui pelatihan terstruktur tentang kebugaran jasmani dan administrasi TKPN. Program menggunakan pendekatan participatory action research dengan desain one-group pre-test post-test yang melibatkan 30 guru perempuan dari SMA Negeri di Kabupaten Sidoarjo. Intervensi terdiri dari tiga tahap: (1) edukasi tentang konsep kebugaran jasmani dan TKPN; (2) simulasi dan praktik terbimbing administrasi tes lari bolak-balik 20 meter; dan (3) praktik lapangan supervisi dengan siswa sesungguhnya. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan guru tentang kebugaran jasmani (dari rata-rata skor 52,3 menjadi 85,7; p<0,001) dan keterampilan administrasi TKPN (dari 40% menjadi 90% kemahiran pada penilaian praktik). Lebih lanjut, 93% guru melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mempromosikan kebugaran jasmani, dan seluruh sekolah yang terwakili berkomitmen untuk mengintegrasikan penilaian kebugaran rutin ke dalam program semester. Pembahasan menyoroti keunggulan spesifik gender dari pemberdayaan guru perempuan, efek pengganda dari pelatihan guru sebagai duta kebugaran, dan pentingnya promosi aktivitas fisik berbasis sekolah. Artikel ini juga menyajikan refleksi penulis sebagai dosen ilmu keolahragaan dalam merancang program peningkatan kapasitas yang responsif gender dan berkelanjutan bagi pendidik.
PROGRAM PELATIHAN SISWI DALAM MENJAGA KESEHATAN DAN KEBUGARAN JASMANI SAAT DI SEKOLAH Shidqi Hamdi Pratama Putera; Oce Wiriawan; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6738

Abstract

Penurunan aktivitas fisik di kalangan remaja putri di Indonesia telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan. Rendahnya tingkat kebugaran jasmani tidak hanya memengaruhi status kesehatan saat ini, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit tidak menular di masa dewasa. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan tingkat kebugaran jasmani siswi SMA melalui program pelatihan terstruktur yang mengintegrasikan edukasi, pendampingan, dan penerapan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, dengan melibatkan 50 siswi berusia 14-17 tahun. Metode terdiri dari tiga tahap: (1) edukasi tentang konsep dan manfaat kebugaran jasmani; (2) pendampingan praktik teknik latihan yang benar; dan (3) penilaian kebugaran jasmani menggunakan tes lari bolak-balik 20 meter TKPN. Hasil menunjukkan bahwa 62% peserta berada dalam kategori kebugaran jasmani rendah, 30% cukup, dan hanya 8% baik. Temuan ini mengindikasikan perlunya program aktivitas fisik berkelanjutan dan terstruktur di sekolah. Pembahasan menyoroti penyebab multifaktorial rendahnya kebugaran, termasuk gaya hidup sedentari, tingginya screen time dan terbatasnya akses fasilitas olahraga, serta mengusulkan strategi berbasis sekolah untuk peningkatan berkelanjutan. Artikel ini juga menyajikan refleksi akademik penulis sebagai dosen ilmu keolahragaan dalam merancang intervensi kebugaran yang kontekstual, menarik, dan terintegrasi di sekolah bagi remaja putri.
SOSIALISASI PEMAHAMAN DAN TES KEBUGARAN JASMANI PELAJAR NUSANTARA (TKPN) PADA PELAJAR SMAN DI KABUPATEN SIDOARJO Wijono; Oce Wiriawan; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6739

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan komponen krusial dalam mendukung prestasi akademik dan kesehatan pelajar secara menyeluruh. Namun demikian, banyak pelajar SMA, khususnya pelajar putri, memiliki tingkat kebugaran jasmani yang rendah akibat kurangnya pemahaman dan asesmen kebugaran yang terstruktur. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemahaman dan pelaksanaan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) pada pelajar putri SMAN di Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan pre-test post-test one group design selama 6 bulan (Juni–November 2025). Partisipan berjumlah 50 orang pelajar putri usia 14–16 tahun dari SMAN 1 Wonoayu, Sidoarjo. Intervensi terdiri dari: (1) sosialisasi di kelas tentang konsep kebugaran jasmani; (2) pendampingan prosedur TKPN; dan (3) asesmen kebugaran menggunakan pacer test (multi-stage fitness test). Hasil menunjukkan bahwa hanya 4 pelajar (8%) yang mencapai kategori kebugaran "baik", 14 pelajar (30%) mencapai kategori "cukup", dan mayoritas sebesar 32 pelajar (62%) masih berada pada kategori "rendah". Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat kebugaran jasmani pelajar putri SMA di wilayah pedesaan masih sangat memprihatinkan dan memerlukan intervensi berkelanjutan. Artikel ini menyajikan refleksi akademik tentang pentingnya asesmen kebugaran rutin dan program aktivitas fisik berkelanjutan di sekolah.