Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Dasar Pelatih Puslatcab Tulungagung Guna Menghadapi Porprov 2022 Agus Hariyanto; Gigih Siantoro; Ika Jayadi; Muhammad Kharis Fajar
Inspirasi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Inspirasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.677 KB)

Abstract

Sport has become a social phenomenon that is spread throughout the world. Sports can be used and directed for various purposes, every country in the world including Indonesia faces challenges to improve achievement in every sport and to maintain the physical fitness of its citizens. Various observations in the field regarding training have not shown good and correct fitness and have not understood the importance of training models for themselves and community groups. This is very likely due to insufficient or inadequate knowledge and meeting standards that can maximize physical fitness, this requires the world to be in a critical condition due to the Covid-19 pandemic. This community service activity in providing basic training for Puslatcab Tulungagung trainers is intended as a preparation for trainers to face the 2022 Porprov to maintain physical fitness by doing physical exercise for athletes and coaching staff during the Covid-19 pandemic era. This activity contains training given to coaches so that they can maintain the physical fitness of athletes and coaching staff of the Tulungagung Regency Puslatcab by doing physical exercises at home which will affect and maintain the body's immune system to avoid contracting the Covid-19 virus.
Evaluasi Pelaksanaan Perkuliahan dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Pembelajaran Daring dan Luring di Fakultas Ilmu Olahraga Unesa Faridha Nurhayati; Ika Jayadi; Irma Febriyanti; Panji Bana
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 6 No 2 (2023): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jpjo.v6i2.5347

Abstract

The purpose of this study will examine the evaluation of student learning and learning outcomes in online and offline learning at the Faculty of Sports Science. The research method used is comparative, which is to compare the results of lecture evaluations and learning outcomes. Sampling technique with purposive sampling, with a total of 274 students. Data analysis techniques using t-tests. The results showed that the average implementation of online learning was in the good category (56.2%) and the average offline learning was in the good category (59.1%). Conclusion There is no significant difference in the implementation of online learning and the learning outcomes of online and offline learning in Faculty of Sports Science Universitas Negeri Surabaya students. Key word: Evaluation, Learning, online, offline, learning outcomes
EDUKASI PENGUKURAN OLAHRAGA BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN Oce Wiriawan; Ika Jayadi; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6730

Abstract

Kompetensi dalam pengukuran dan evaluasi merupakan keterampilan fundamental yang harus dimiliki guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |untuk merancang program latihan yang tepat, individual, dan memantau perkembangan siswa. Namun, masih banyak guru PJOK di Indonesia yang belum menguasai pemahaman teoretis maupun keterampilan praktis untuk melakukan tes kebugaran, pengukuran, dan evaluasi secara efektif. Program pengabdian |kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru PJOK dalam pengukuran olahraga melalui edukasi terstruktur dan pelatihan langsung. Program menggunakan pendekatan participatory action research dengan desain one-group pre-test post-test, melibatkan guru PJOK anggota MGMP PJOK di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Intervensi terdiri dari dua komponen utama: (1) edukasi kelas yang mencakup prinsip tes, pengukuran, dan evaluasi dalam olahraga; dan (2) praktik lapangan supervisi dengan mengadministrasikan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) kepada 50 siswa SMP. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan guru (skor rata-rata meningkat dari 48,6 menjadi 82,1; p<0,001) dan kemampuan mereka dalam mengelola dan menginterpretasi tes kebugaran. Implementasi pada siswa mengungkapkan bahwa 62% siswa yang diuji berada pada kategori kebugaran "rendah" atau "sangat rendah", mengindikasikan kondisi kebugaran remaja yang memprihatinkan. Pembahasan mengelaborasi peran kritis literasi pengukuran dalam instruksi PJOK berkualitas, tantangan praktis penerapan tes standar di sekolah, dan potensi pemberdayaan guru sebagai solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil kebugaran siswa. Artikel ini menyajikan refleksi penulis utama sebagai pakar evaluasi olahraga dalam merancang program peningkatan kapasitas kontekstual bagi guru PJOK.
PELATIHAN IDENTIFIKASI ATLET BERBAKAT CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS BAGI GURU PJOK MGMP KOTA BATU Oce Wiriawan; Ika Jayadi; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6731

Abstract

Pemanduan bakat (talent identification) merupakan upaya sistematik untuk mengidentifikasi individu yang memiliki potensi untuk berhasil dalam olahraga. Kota Batu dikenal sebagai salah satu tolok ukur pembinaan olahraga bulutangkis di Jawa Timur, yang sering melahirkan juara dan menjadi penyuplai atlet untuk tim provinsi maupun nasional. Namun demikian, masih banyak guru Pendidikan Jasmani di Kota Batu yang belum mampu melakukan tes dan pengukuran antropometrik, fisiologis, dan biomotrik serta menganalisisnya untuk mendapatkan calon bibit atlet berbakat bulutangkis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan identifikasi atlet berbakat cabang olahraga bulutangkis bagi guru PJOK anggota MGMP di Kota Batu. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan pre-test post-test one group design selama 9 bulan (Maret–November 2025). Partisipan berjumlah 30 orang guru laki-laki usia 41–50 tahun dari jenjang SD, SMP, dan SMA di Kota Batu. Intervensi terdiri dari: (1) pelatihan teori tentang konsep pemanduan bakat; (2) pelatihan praktik pengukuran antropometrik, tes fisiologis, dan tes biomotorik; (3) pendampingan penggunaan software bulutangkis untuk analisis data; serta (4) asesmen kebugaran menggunakan Multistage Fitness Test (MFT). Hasil menunjukkan bahwa 30% peserta mencapai kategori kebugaran "average", 23% mencapai kategori "above average", dan 47% masih berada pada kategori "below average". Pengukuran denyut nadi istirahat menunjukkan seluruh peserta (100%) berada pada kategori "baik" (70–90 bpm). Artikel ini menyajikan refleksi akademik tentang pentingnya pelatihan pemanduan bakat yang sistematis bagi guru untuk mendukung pembinaan atlet berkelanjutan di daerah.
PENGEMBANGAN SPA TERAPI KESEHATAN DAN SENAM KEBUGARAN JASMANI UNTUK MENGATASI MASALAH KELELAHAN MENTAL BAGI PEREMPUAN DESA Ika Jayadi; Oce Wiriawan; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6734

Abstract

Kelelahan mental (mental fatigue) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling umum namun paling terabaikan di kalangan perempuan pedesaan Indonesia. Beban ganda sebagai ibu rumah tangga, pekerja sektor informal, dan pengurus organisasi sosial menyebabkan akumulasi stres yang seringkali bermanifestasi sebagai kelelahan fisik dan mental kronis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program intervensi holistik yang mengombinasikan spa terapi (rendam air hangat dengan aromaterapi, pijat refleksi, dan relaksasi) dengan senam kebugaran jasmani (aerobik intensitas sedang, penguatan otot inti, fleksibilitas, dan latihan pernapasan). Metode yang digunakan adalah community-based participatory research (CBPR) dengan pendekatan pre-test post-test one group design selama 8 minggu (24 sesi) di Desa Ngingas Waru, Kabupaten Sidoarjo. Partisipan berjumlah 40 orang perempuan usia 25–55 tahun yang memiliki skor Chalder Fatigue Scale (CFS-11) > 22. Intervensi terdiri dari: (1) sesi spa terapi 1x/minggu (60 menit: rendam kaki/hands aromaterapi 20 menit, pijat refleksi 20 menit, relaksasi guided imagery 20 menit); dan (2) sesi senam kebugaran jasmani 2x/minggu (45 menit). Hasil menunjukkan penurunan skor CFS-11 yang sangat signifikan (p<0,001) dari rata-rata 30,2 (pre-test) menjadi 14,8 (post-test)—penurunan sebesar 51,0%. Sebanyak 92,5% peserta melaporkan peningkatan kualitas tidur, 87,5% melaporkan penurunan keluhan nyeri otot punggung dan bahu, dan 85% melaporkan peningkatan produktivitas aktivitas harian. Kombinasi spa terapi dan senam kebugaran jasmani terbukti lebih efektif dibandingkan intervensi tunggal, karena bekerja pada dua jalur fisiologis yang saling melengkapi: aktivasi parasimpatis (melalui spa terapi) dan peningkatan kapasitas kardiorespirasi dan neuroplastisitas (melalui senam). Artikel ini juga menyajikan refleksi akademik penulis sebagai dosen kebugaran jasmani dan kesehatan dalam merancang intervensi yang bersifat holistik, kontekstual, dan berkelanjutan.
PEMBEKALAN TES KEBUGARAN JASMANI PELAJAR NUSANTARA BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN Rini Ismalasari; Oce Wiriawan; Del Asri; Ika Jayadi; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6735

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan komponen fundamental dalam mendukung prestasi akademik, pertumbuhan fisik, dan kesehatan mental pelajar. Namun, implementasi tes kebugaran jasmani pelajar nusantara seringkali terhambat oleh keterbatasan pemahaman guru terhadap prinsip-prinsip sport science, termasuk validitas instrumen, prosedur pengukuran yang standar, serta interpretasi hasil berbasis norma populasi lokal. Artikel ini memaparkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan pembekalan teoritis dan praktik tes kebugaran jasmani bagi guru PJOK anggota MGMP Kota Batu. Dari perspektif saya sebagai dosen sport science, pendekatan yang digunakan menekankan pada evidence-based practice, standardization of field tests, dan individualized feedback bagi peserta didik. Kegiatan meliputi pretest, pemaparan konsep fisiologi olahraga, demonstrasi tes (lari 1.000 m, push-up, sit-up, vertical jump, dan v-sit reach), serta pendampingan analisis data. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru sebesar 68% (pretest ke posttest) dan kemampuan menyusun laporan kebugaran berbasis persentil. Simpulan, pembekalan berbasis sport science efektif meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola asesmen kebugaran jasmani pelajar.
SOSIALISASI AKTIFITAS OLAHRAGA SENAM DALAM MENJAGA KEBUGARAN JASMANI WARGA DESA Ika Jayadi; Shery Iris Zalillah
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i2.27860

Abstract

Abstrak Latihan aerobik adalah latihan yang menuntut oksigen tanpa menimbulkan hutang oksigen yang tidak terbayar. Latihan ini disebut juga sebagai general endurance, sehingga dapat dikemukakan pengertian senam aerobik, yaitu serangkaian gerak yang dipilih secara sengaja dengan cara mengikuti irama musik yang juga dipilih sehingga melahirkan ketentuan ritmis, kontinuitas, dan durasi tertentu. Aerobik adalah olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi dengan kecepatan dalam menempuh waktu. Dua ciri dari latihan aerobik adalah 1) olahraga tersebut cukup mengakibatkan tubuh berfungsi untuk jangka waktu sedikitnya 20 sampai 30 menit setiap olahraga, 2) Olahraga tersebut akan memberikan kegiatan yang cukup menarik hingga ingin mengulanginya kembali gerakan yang sudah dilakukan tadi. Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-sumber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme predominan. Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-sumber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme predominan. Di dalam senam aerobik ada yang namanya intensitas, dan cara menentukan intensitas senam aerobik. Untuk menentukan intensitas senam aerobik pada dasarnya sama dengan menentukan intensitas latihan pada olahraga lain. Intensitas latihan ditandai dengan tercapainya tingkat denyut nadi yang diharapkan meningkat. Secara umum, Intensitas latihan yang ditentukan tercapainya  denyut nadi sekitar 60-80% dari denyut nadi maksimal.
Peningkatan Pemahaman Guru PJOK Melalui Tes Dan Pengukuran Olahraga Sapto Wibowo; Ika Jayadi; Shery Iris Zalillah
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.27954

Abstract

Kegiatan pembelajaran PJOK pada dasarnya banyak melibatkan bagianbagian tubuh untuk bergerak seperti tubuh bagian atas, tubuh bagian tengah, dan tubuh bagian bawah. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung masih banyak ditemui para siswa yang mengalami cedera, terjadinya cedera bisa disebabkan oleh faktor internal (dari dalam diri pelaku) dan faktor eksternal (dari luar diri perilaku). Secara internal, selain kurangnya pemanasan cedera juga bisa disebabkan oleh kelelahan fisik, kelainan fungsi tubuh, kurangnya konsentrasi dan ketidak disiplinan.Sedangkan secara eksternal, cedera bisa dipicu oleh sarana dan prasarana yang kurang memadai dan kegiatan pembelajaran yang terlalu keras. Kedua faktor tersebut perlu mendapat perhatian bagi para guru dansiswa agar bias mengantisipasi danmeminimalisir terjadinya cedera. Agar dapat mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya cedera, maka guru dan siswa harus menyiapkan diri untuk melaksanakankegiatan pembelajaran dengan cara pemanasan yang cukup, memiliki sikap kedisiplinan yang tinggi, dan harus mengatahui kondisi tubuh. Apabila guru dan siswa tidak begitu memperhatikan tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan dalam pembalajaran penjas maka saat pembelajaran kemungkinan terjadinya cedera bisa menjadi sangat tinggi. Jadi sudah selayaknya bahwa pelaksanaan Pelatih Pemahaman Nutrisi, Psikologi dan Pencegahan Cedera Atlet bagi Pelatih dan Guru. Solusi yang di berikan Memberikan pelatihan/coaching clinic Pelatih Pemahaman Nutrisi, Psikologi dan Pencegahan Cedera Atlet bagi Pelatih dan Guru. Melihat permasalahan yang terjadi, target yang di tawarkan kepada para tenaga pegajar ataupun pelatih adalah : Memliki guru yang berkompeten dalam memberikan pembelajaran PJOK, dan pelatih di harapkan mampu memahami situasi dan kondisi atlet maupun siswa dalam hal psikologi, dan mampu memberikan pertolongan pertama pada saat terjadinya cedera olahraga, dan mampu memberikan gambaran nutrisi terhadap siswanya maupun atletnya. Berdasarkan hasil Tes Kebugaran Multistage Beep Test dapat diketahui hasil tes kebugaran jasmani. Dengan hasil tes kebugaran jasmani ibu guru smpn untuk usia 31-40 tahun hasilnya rendah. Average 7 orang 23,3%, Above Average 4 orang 13,3%, Below Average 6 orang 20%, Poor 13 orang 43,6%.
ANALISIS KETERLIBATAN ORANG TUA TERHADAP LIFE SKILL ATLET BULU TANGKIS USIA REMAJA Muhammad Kharisna; Ika Jayadi; Yanuar Alfan Triardhana; Muhammad Labib Siena Ar Rasyid; Dewangga Yudhistira
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6974

Abstract

Bulu tangkis tidak hanya berperan sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kecakapan hidup atlet remaja. Dalam proses pembinaan, keterlibatan orang tua dapat mendukung perkembangan psikososial atlet, meskipun bentuk keterlibatan yang kurang tepat berpotensi menimbulkan tekanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan keterlibatan orang tua dengan kecakapan hidup atlet bulu tangkis remaja di PB Trisula Surabaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri atas 30 atlet berusia 13–18 tahun yang dipilih dari populasi 120 atlet menggunakan teknik purposive sampling. Data keterlibatan orang tua dikumpulkan menggunakan Parent Involvement in Sport Questionnaire, sedangkan kecakapan hidup diukur menggunakan Life Skills Scale for Sport. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasi Spearman’s Rho karena sebagian data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor total keterlibatan orang tua tidak berhubungan signifikan dengan skor total kecakapan hidup, tetapi memperlihatkan kecenderungan positif (? = 0,337; p = 0,068). Perilaku mengatur berhubungan positif dan signifikan dengan keterampilan sosial (? = 0,390; p = 0,033) dan komunikasi interpersonal (? = 0,432; p = 0,017). Keterlibatan aktif juga berhubungan positif dan signifikan dengan komunikasi interpersonal (? = 0,376; p = 0,040). Sementara itu, tekanan orang tua tidak berhubungan signifikan dengan seluruh dimensi kecakapan hidup, meskipun sebagian besar menunjukkan arah korelasi negatif. Disimpulkan bahwa keterlibatan orang tua yang terstruktur dan suportif berkaitan dengan beberapa kecakapan sosial atlet, sedangkan tekanan berlebihan perlu dihindari dalam pembinaan atlet remaja mereka.