Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Perlindungan HKI Merek Dagang melalui Klinik dan Pendampingan Kewirausahaan Mahasiswa P2MW Moh. Fahrurrozi; Ni Kadek Yuliandari; M. Iswahyudi; Mabruroh Mabruroh
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v3i1.1084

Abstract

Pengembangan usaha mahasiswa memerlukan kesiapan legal untuk melindungi aset tidak berwujud, khususnya merek dagang sebagai identitas usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat perlindungan HKI merek dagang pada kelompok usaha mahasiswa P2MW melalui klinik HKI dan pendampingan kewirausahaan. Kegiatan melibatkan 25 mahasiswa dari 6 kelompok usaha P2MW. Metode kegiatan terdiri atas workshop, klinik HKI, coaching per tim, pendampingan penyusunan dokumen, pengajuan merek, dan pemantauan status melalui sistem Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Proses pendampingan difokuskan pada identifikasi kelas merek, perbaikan identitas merek, kelengkapan dokumen pendaftaran, pengajuan permohonan merek, serta pemantauan sampai sertifikat terbit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 4 dari 6 kelompok melanjutkan proses sampai tahap pengajuan merek, sedangkan 2 kelompok belum melanjutkan karena identitas merek dan dokumen belum sepenuhnya siap. Seluruh 4 merek yang diajukan berhasil memperoleh sertifikat merek resmi, sehingga tingkat ketercapaian pada kelompok yang mengajukan mencapai 100%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa model klinik HKI yang aplikatif dan berkelanjutan mampu memperkuat kesiapan legal usaha mahasiswa, melindungi identitas bisnis, dan mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa yang lebih kompetitif. Program berikutnya disarankan mengintegrasikan pendampingan merek dengan legalitas usaha, sertifikasi halal, desain kemasan, pemasaran digital, dan pengembangan model bisnis.
Pendampingan Sertifikasi Halal Self-Declare Bagi UMKM Makanan Ringan di Desa Alasbuluh: Tinjauan Maqashid Al-Syariah: Pengabdian Uslan Adinata; Sofiatul Wahidah; Mabruroh Mabruroh; Arini Asma Firdaus; Jamilah Jamilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7663

Abstract

Kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan, minuman, dan jasa terkait telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Namun, UMKM skala rumahan di perdesaan masih menghadapi kendala literasi regulasi, digital, dan pembiayaan, sebagaimana ditemukan pada sentra UMKM makanan ringan di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Purpose. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pendampingan sertifikasi halal skema self-declare bagi UMKM makanan ringan di Desa Alasbuluh dalam perspektif maqashid al-syariah. Method. Kegiatan menggunakan pendekatan community-based participatory action melalui edukasi partisipatif, konsultasi regulasi, dan pendampingan teknis terhadap 10 pelaku UMKM, dengan analisis deskriptif-kualitatif terhadap perubahan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Results. Seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep dan prosedur sertifikasi halal, sementara 5 UMKM berhasil mengajukan sertifikasi melalui SIHALAL untuk pertama kalinya di desa tersebut, sekaligus membuka peluang kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan desa sebagai pilot project. Conclusion. Pendampingan yang gratis, personal, dan berkelanjutan efektif mendorong kepatuhan halal UMKM mikro serta mencerminkan prinsip hifz al-mal dan perlindungan konsumen Muslim dalam kerangka maqashid al-syariah.