Dudung Abdullah
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Asbabun Nuzul Dalam Menafsirkan Al-Qur’an: Kajian Terhadap Ayat-Ayat Mutasyabih Jesika Saputri; Baso Arsyadi; Achmad Abubakar; Dudung Abdullah
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1 (2024): Education and Islamic Studies (Januari-Juni)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i1.316

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang urgensi dan peranan Asbabun Nuzul dalam menafsirkan ayat Mutasyabih Al-Qur’an. Ayat Mutasyabih dapat diartikan sebagai ayat dengan makna yang samar, global dan universal sehingga membutuhkan pengkajian yang mendalam dalam pemaknaannya. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan memanfaatkan beberapa literatur baik berupa buku maupun jurnal publikasi yang berkaitan dengan tema ataupun pokok bahasan. Adapun hasil dalam kajian ini ialah Asbabun Nuzul memegang peran penting dalam penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk didalamnya ayat-ayat Mutasyabih yang dapat diketahui maknanya melalui pengkajian. Ayat Mutasyabih merupakan ayat yang sulit dalam pemaknaannya, terkadang membutuhkan pentakwilan ayat. Sehingga peran Asbabun Nuzul dalam hal ini sebagaimana memberikan gambaran secara komprehensif melalui tinjauan sejarah terakit dengan situasi ataupun kondisi pada saat diturunkannya ayat tersebut. Olehnya itu, dengan pengkajian Asbabun Nuzul dalam hal ini dapat menjadi sumber informasi dalam pemaknaan ayat.
Kalimat Imperatif (Amr) dalam Al-Qur’an: Perspektif Balagah dan Implikasinya dalam Penafsiran Muhammad Ardiansyah; Mohamad Harjum; Dudung Abdullah
Dirosah Islamiyah Vol 1 No 3 (2026): Juli
Publisher : Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines imperative sentences (amr) in the Qur’an with a focus on their forms, meanings, and the role of context in interpretation. This topic is important because imperative expressions in the Qur’an do not always indicate obligatory commands, but may convey various meanings depending on the context in which they appear. The study aims to analyze the forms of amr in the Qur’an, identify their functions and meanings from the perspective of balāgah, and explain the role of context in determining the meaning of imperative expressions. This research employs a qualitative-descriptive library research method. The data were collected from Qur’anic verses, classical books of balāgah, tafsir literature, uṣūl fiqh references, and relevant scholarly articles. The analysis uses the balāgah approach, particularly the science of ma‘ānī, by considering siyāq al-kalām and contextual indicators (qarīnah) accompanying the verses. The findings reveal that amr in the Qur’an appears in several forms, including fi‘il amr, fi‘il mudhāri‘ accompanied by lām al-amr, isim fi‘il amr, masdar functioning as fi‘il amr, and expressions containing imperative meanings. Furthermore, amr carries various semantic functions such as ibāḥah, takhyīr, tahdīd, ta‘jīz, du‘ā, iltimās, naṣīḥah, ikrām, imtinān, taḥqīr, and takwīn. This study concludes that context plays a crucial role in determining the meaning of imperative expressions in Qur’anic interpretation and contributes to a deeper understanding of Qur’anic rhetoric and interpretation