Rosmini Amin
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hakikat dan Wujud Ilmu Balaghah Sebagai Unsur Ilmu Tafsir Tiara Sani; Rahmi Damis; Rosmini Amin
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 7 No 1 (2026): Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v7i1.2179

Abstract

Ilmu balaghah memiliki kedudukan yang sangat krusial dalam studi tafsir Al-Qur’an karena berfungsi sebagai instrumen untuk menangkap kedalaman makna, estetika lafaz, dan ketepatan konteks ayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat ilmu balaghah, wujud penerapannya dalam kajian Al-Qur’an, serta kedudukannya sebagai unsur esensial dalam ilmu tafsir. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana data bersumber dari literatur klasik dan kontemporer terkait balaghah dan ulumul Qur'an. Hasil kajian menunjukkan bahwa hakikat balaghah bertumpu pada keselarasan ungkapan yang fasih dengan tuntutan situasi (muqtadha al-hal). Penerapan ilmu balaghah dalam tafsir mewujud melalui tiga cabang utamanya: ilmu ma’ani (kesesuaian struktur ujaran dengan konteks), ilmu bayan (penyingkapan makna kiasan/simbolik), dan ilmu badi’ (ornamen keindahan bahasa). Dengan demikian, ilmu balaghah bukan sekadar kajian estetika tambahan, melainkan prasyarat metodologis yang esensial bagi mufassir untuk menghasilkan penafsiran yang akurat, mendalam, dan kontekstual, serta mengungkap mukjizat (I’jaz) al-Qur’an.
Uslub al-Amr dalam Al-Qur’an: Kajian Balaghah terhadap Struktur dan Makna Imperatif Qarinah; Rahmi Damis; Rosmini Amin
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis uslub al-amr (struktur imperatif) dalam Al-Qur’an melalui pendekatan balaghah, khususnya cabang ilmu ma’ani. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Sumber data primer adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung kalimat imperatif, sedangkan sumber sekunder meliputi kitab-kitab balaghah klasik dan kontemporer serta jurnal-jurnal ilmiah relevan. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk-bentuk uslub al-amr, mengklasifikasikan makna-maknanya, serta menginterpretasikannya secara kontekstual berdasarkan kaidah balaghah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uslub al-amr dalam Al-Qur’an terwujud dalam empat bentuk struktural, yaitu fi’l amr, fi’l mudhari’ yang didahului lam al-amr, isim fi’l amr, dan mashdar sebagai pengganti fi’l amr. Selain makna asalnya yang menunjukkan kewajiban (wujub), kalimat imperatif dalam Al-Qur’an juga mengandung beragam makna kontekstual seperti ibahah (kebolehan), takhyir (pilihan), tahdid (ancaman), du’a (doa), irsyad (bimbingan), ikram (pemuliaan), ta’jiz (melemahkan), ihanah (penghinaan), taswiyah (penyamaan), tamanni (angan-angan), dan iltimas (permohonan setara). Keberagaman makna tersebut menunjukkan kekayaan stilistika Al-Qur’an sekaligus urgensi penguasaan ilmu balaghah dalam penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an.