Rosmini Amin
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Taqwa dalam Al-Qur’An: Analisis Tafsir Tematik Ahmad Ridha Jafar; Hasyim Haddade; Rosmini Amin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.646

Abstract

Kajian tentang taqwa sering direduksi menjadi nasihat moral yang bersifat individual, padahal Al-Qur’an menempatkannya sebagai kesadaran teologis, etika sosial, dan dasar pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep taqwa dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik dengan menelaah makna linguistik, derivasi, ayat-ayat pokok, karakteristik muttaqin, serta relevansinya bagi kehidupan modern dan pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir maudhu’i. Data primer bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an tentang taqwa dan kitab tafsir klasik-kontemporer, terutama Tafsir al-Tabari, Ibn Kathir, al-Qurthubi, Fi Zhilal al-Qur’an, Tafsir al-Azhar, dan Tafsir al-Misbah, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal ilmiah, buku metodologi tafsir, serta kajian psikologi dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taqwa berasal dari akar w-q-y yang bermakna menjaga atau melindungi diri; secara Qur’ani, makna ini berkembang menjadi kesadaran aktif yang mengintegrasikan iman, ibadah, keadilan, pengendalian diri, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral. Perbandingan tafsir menunjukkan bahwa mufassir klasik menekankan ketaatan normatif dan keselamatan eskatologis, sedangkan mufassir kontemporer memperluas taqwa ke ranah transformasi sosial, pendidikan, dan kesadaran etis publik. Kesimpulannya, taqwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah, melainkan paradigma hidup yang membentuk moral consciousness dan karakter manusia dalam relasi spiritual, sosial, dan pendidikan.
Melawan Teologi Kekerasan: Tafsir Tematik Anti-KDRT sebagai Solusi Masalah Gender Domestik Dwi Rezki Wahyuni; Rosmini Amin; Hasyim Haddade
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.649

Abstract

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di dalam masyarakat Muslim seringkali mendapatkan legitimasi teologis akibat interpretasi secara parsial, tekstual, dan patriarkis terhadap teks Al-Qur'an. Fenomena ini mendorong perlunya rekonstruksi pemikiran keagamaan yang jauh lebih adil. Artikel ini bertujuan mengonstruksi paradigma tafsir tematik (maudhu'i) yang responsif gender sebagai counter-narrative terhadap teologi kekerasan  tersebut, selain memberikan manfaat teoretis untuk memperkuat hak-hak perempuan di dalam ranah domestik. Dengan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini mengkonstruksi dan menyusun ayat-ayat Al-Qur'an terkait relasi domestik seperti mu’asyarah bil ma’ruf, sakinah, mawaddah, wa rahmah menjadi satu visi anti-kekerasan. Hasil studi menunjukkan bahwa Islam secara fundamental menolak segala bentuk kekerasan domestik ( baik fisik, psikis, seksual, ekonomi) karena bertentangan dengan prinsip keadilan ('adl) dan kemaslahatan yang digagas maqashid syariah. Kesimpulannya, konstruksi tafsir tematik ini menawarkan solusi metodologis terhadap masalah gender domestik melalui dekonstruksi otoritas mutlak suami menjadi relasi kesalingan (mubadalah) serta reinterpretasi teks-problem seperti ayat nusyuz dan visualisasi tindakan fisik (wadribuhunna).
Etos Kerja dalam Perspektif Al-Qur'An (Kajian Tafsir Maudhu'i Ayat-Ayat 'Amal, Sa'y, dan Keseimbangan Dunia-Akhirat Reski Eka Putri; Hasyim Haddade; Rosmini Amin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.651

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji wawasan Al-Qur'an tentang etos kerja sebagai landasan normatif dalam membentuk karakter kerja produktif, jujur, dan berorientasi pada ridha Allah. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik ( maudhu'i ), yaitu menghimpun dan menganalisis secara komprehensif ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan etos kerja. Sumber primer berupa Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir klasik-kontemporer, sedangkan sumber sekunder mencakup buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memandang kerja sebagai bagian integral dari misi kekhalifahan manusia di bumi. Etos kerja dalam perspektif Al-Qur'an mencakup prinsip-prinsip keikhlasan, kejujuran, profesionalisme, ketekunan, dan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Ayat-ayat seperti QS. At-Taubah: 105 menegaskan perintah universal bekerja, QS. Al-Jumu'ah: 10 mengajarkan keseimbangan ibadah dan ekonomi, QS. An-Najm: 39-41 menjamin balasan setimpal atas usaha, serta QS. Ar-Ra'd : 11 dan QS. Al-Qasas: 77 tekanan hukum kausalitas perubahan dan keseimbangan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wawasan Al-Qur'an tentang etos kerja memberikan kontribusi filosofis dan praktis bagi pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual. Temuan ini diharapkan menjadi landasan bagi pembentukan karakter kerja Islami di berbagai sektor kehidupan