Anggi Anggraini
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Elemen Akidah dalam Kurikulum Merdeka: Karakteristik, Implementasi, dan Tantangannya dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Abdullah Abdullah; Qhisthi Rahmadhini; Nurizatulail Nurizatulail; Anggi Anggraini; Anggini Anggini
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7696

Abstract

Kurikulum Merdeka membawa pembaruan mendasar dalam tata kelola pembelajaran agama Islam di madrasah, termasuk pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Elemen akidah, yang selama ini sering direduksi menjadi materi hafalan semata, kini dituntut untuk hadir sebagai landasan nilai-nilai yang hidup dan terinternalisasi dalam diri peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis elemen karakteristik akidah dalam Kurikulum Merdeka, menelaah pola implementasinya dalam pembelajaran Akidah Akhlak, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi strategi dalam penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode kepustakaan (penelitian perpustakaan), melalui teknik dokumentasi dan analisis isi (content analysis) model Krippendorff terhadap jurnal ilmiah, dokumen kurikulum, dan literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa elemen akidah dalam Kurikulum Merdeka memiliki empat ciri utama: berorientasi pada peserta didik, terintegrasi dengan pembentukan karakter, fleksibel dalam pendekatan pedagogi, serta mendukung moderasi beragama. Implementasinya menuntut penggunaan model pembelajaran aktif, pemanfaatan teknologi secara kontekstual, dan asesmen yang bersifat holistik mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Capaian Pembelajaran pada Fase D (kelas VII–IX MTs) dirancang secara berjenjang untuk menghadirkan peserta didik dari tahap pemahaman menuju penghayatan dan pengamalan nilai akidah. Kendati demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kompleksitas asesmen afektif, keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan pedagogis guru, dan kesenjangan pemahaman antara akidah sebagai konten dan akidah sebagai orientasi nilai. Artikel ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penguatan karakter religius melalui unsur akidah sangat bergantung pada kesiapan guru, dukungan institusi, serta komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan madrasah.