Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Z: Strategi Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Pancasila Sirojul Huda; Faqih Utsman; Akhmad Arifudin; Ifada Retno Ekaningrum
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8249

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial, cara berpikir, dan perilaku keberagamaan Generasi Z. Sebagai generasi yang tumbuh dalam lingkungan digital, Generasi Z memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi keagamaan yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan baru dalam upaya penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moderasi beragama di kalangan Generasi Z serta mengkaji strategi pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila sebagai upaya penguatan sikap keberagamaan yang moderat, toleran, dan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah nasional dan internasional, dokumen kebijakan pemerintah, serta hasil penelitian yang relevan dengan moderasi beragama, pendidikan karakter, nilai-nilai Pancasila, dan Generasi Z. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip moderasi beragama, terutama dalam aspek toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan. Strategi pendidikan karakter berbasis Pancasila dapat diimplementasikan melalui integrasi kurikulum, penguatan budaya sekolah, pengembangan literasi digital, keteladanan guru, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Model pendidikan karakter yang dikembangkan berorientasi pada internalisasi nilai, transformasi kesadaran, aktualisasi sosial, dan penguatan identitas kebangsaan. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk Generasi Z yang memiliki sikap moderat, berwawasan kebangsaan, serta mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural dan multikultural.
Inovasi Pengembangan Model Pendidikan Islam Transformatif Berbasis Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm) Akhmad Arifudin; Nur Cholid; M Ahsanul Husna
At-Tadris: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): At-Tadris: Journal of Islamic Education
Publisher : Ikatan Dai Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/1k7d1848

Abstract

Contemporary Islamic education is required to produce graduates who possess not only academic and spiritual competencies but also the ability to critically and effectively address various social challenges. One strategic approach is the development of a transformative Islamic education model that integrates research and community service activities as essential components of the learning process. This study aims to analyze and formulate an innovative model of transformative Islamic education based on research and community service that is relevant to the demands of twenty-first-century education. The study employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from scholarly books, national and international journal articles, and relevant studies concerning Islamic education, transformative education, research-based learning, and community engagement. The data were analyzed through content analysis to identify key concepts and develop an integrative educational model. The findings reveal that a transformative Islamic education model based on research and community service can be developed through the integration of philosophical foundations, curriculum design, learning processes, character and spiritual development, and social partnerships. Research serves as a source of innovation and knowledge development, while community service functions as a medium for applying knowledge to real-life contexts. The model promotes the implementation of Research-Based Learning, Problem-Based Learning, Project-Based Learning, and Service Learning approaches aimed at preparing learners to become agents of social transformation. The implementation of this model contributes to the enhancement of critical thinking, creativity, social responsibility, religiosity, and the overall relevance of Islamic education to societal needs. Therefore, transformative Islamic education based on research and community service represents an innovative strategy for fostering contextual, participatory, and sustainable Islamic education.