Moch. Arifudin
Universitas Al Falah As Sunniyah Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Aktivitas Pondok Pesantren terhadap Kesehatan Mental Santri Putri Moch. Arifudin; Eri Susilowati; Nadhira Fasya Salsabila; Ade Gusti Ningsih; Idang Ramadhan
Journal of Education Counseling Vol 5 No 01 (2025): Desember
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/jec.v5i01.2599

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek krusial, di samping kesehatan fisik, yang penting dalam setiap fase kehidupan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak aktivitas di pondok pesantren terhadap kesehatan mental santri putri. Santri putri dipilih sebagai subjek karena perempuan lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental dibandingkan dengan laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode statistik intervensi dengan menggunakan teknik analisis regresi linier yang melibatkan 77 santri putri dari sebuah pondok pesantren di Jawa Tengah, yang dipilih secara acak. Pengujian hipotesis statistik dengan uji-T pada taraf signifikansi α = 0,05 menghasilkan T hitung = 9,774, T tabel = 1,995, dan signifikansi = 0,000. Karena nilai T hitung > T tabel dan signifikansi < 0,05, maka hipotesis nol (H0) ditolak, yang menunjukkan bahwa aktivitas pesantren berpengaruh positif terhadap kesehatan mental santri putri. Nilai R Square sebesar 0,560 menunjukkan bahwa aktivitas di pesantren berpengaruh positif terhadap kesehatan mental santri putri sebesar 56%, sedangkan sisanya sebesar 44% dipengaruhi oleh variabel lain di luar aktivitas pesantren. Faktor-faktor seperti dukungan sosial dari interaksi dengan teman sebaya, nilai spiritualitas dalam aktivitas pesantren, serta pembatasan penggunaan media sosial menjadi beberapa elemen yang berperan penting. Selain itu, ketaatan beribadah dan pengembangan diri melalui kegiatan fisik juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.
Learning Guidance and Counseling Services to Support Student Learning in Junior High Schools Moch. Arifudin; Firda Af’idatun Nisa’; Mariana Rahmawati Erna Ningrum; Lukmanah Nabilah; Annisa Dwi Fariha Bin Yasak
Journal of Education Counseling Vol 5 No 02 (2026): Juni
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/jec.v5i02.3205

Abstract

Guidance and counseling (BK) services play an important role in supporting student learning in junior high schools, but their implementation still faces various challenges influenced by student characteristics, family environment, and the development of digital technology. This study aims to explore the implementation of learning guidance and counseling services in supporting student learning in junior high schools. The study used a qualitative approach with a multiple case study design. The research participants consisted of four BK teachers from four junior high schools in the South Jember region who were selected using purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis, while data validity was maintained through source triangulation and member checking. The results of the study identified six main themes, namely (1) needs assessment as the basis for services, (2) academic and psychosocial assistance, (3) collaboration between BK teachers, subject teachers, homeroom teachers, and parents, (4) factors causing learning difficulties including personal, family, and digital technology aspects, (5) intervention strategies based on student needs, and (6) indicators of success characterized by increased motivation, learning independence, emotional regulation, and self-confidence. The findings indicate that learning guidance and counseling services have shifted from a curative approach to a preventive and developmental approach focused on developing students' potential. This study confirms that assessment-based, collaborative, and responsive guidance and counseling services are essential components in creating effective, inclusive, and sustainable learning in junior high schools.