Kesehatan mental merupakan aspek krusial, di samping kesehatan fisik, yang penting dalam setiap fase kehidupan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak aktivitas di pondok pesantren terhadap kesehatan mental santri putri. Santri putri dipilih sebagai subjek karena perempuan lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental dibandingkan dengan laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode statistik intervensi dengan menggunakan teknik analisis regresi linier yang melibatkan 77 santri putri dari sebuah pondok pesantren di Jawa Tengah, yang dipilih secara acak. Pengujian hipotesis statistik dengan uji-T pada taraf signifikansi α = 0,05 menghasilkan T hitung = 9,774, T tabel = 1,995, dan signifikansi = 0,000. Karena nilai T hitung > T tabel dan signifikansi < 0,05, maka hipotesis nol (H0) ditolak, yang menunjukkan bahwa aktivitas pesantren berpengaruh positif terhadap kesehatan mental santri putri. Nilai R Square sebesar 0,560 menunjukkan bahwa aktivitas di pesantren berpengaruh positif terhadap kesehatan mental santri putri sebesar 56%, sedangkan sisanya sebesar 44% dipengaruhi oleh variabel lain di luar aktivitas pesantren. Faktor-faktor seperti dukungan sosial dari interaksi dengan teman sebaya, nilai spiritualitas dalam aktivitas pesantren, serta pembatasan penggunaan media sosial menjadi beberapa elemen yang berperan penting. Selain itu, ketaatan beribadah dan pengembangan diri melalui kegiatan fisik juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.
Copyrights © 2025