Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Pembuatan Sempas (Sempol Ikan, Ayam, Dan Sayur) Sebagai Makanan Tambahan Pemulihan Bagi Balita Wasting Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Novita Ayu Indraswati; Dian Rizeki Finarti; Kiki Rezki Aulia
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1229

Abstract

Wasting merupakan salah satu masalah gizi pada balita yang ditandai dengan berat badan rendah dibandingkan tinggi badan akibat kekurangan gizi akut. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan kerentanan terhadap penyakit infeksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki status gizi balita wasting adalah melalui pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT) berbasis pangan lokal yang bergizi dan mudah diterima anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita mengenai pembuatan SEMPAS (Sempol Ikan, Ayam, dan Sayur) sebagai alternatif PMT bagi balita wasting. Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2026 di wilayah kerja Puskesmas Martapura dengan melibatkan 35 ibu yang memiliki balita. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan SEMPAS, praktik langsung peserta, serta evaluasi menggunakan lembar pertanyaan sederhana sebelum dan sesudah kegiatan. Materi edukasi mencakup pengertian wasting, faktor penyebab, dampak, pentingnya PMT, serta kandungan gizi SEMPAS. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang (48,6%), sedangkan setelah kegiatan sebagian besar peserta memiliki pengetahuan baik (80,0%). Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan SEMPAS secara mandiri. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pemanfaatan pangan lokal sebagai PMT sehingga berpotensi mendukung perbaikan status gizi balita wasting.
Improving school-age children's knowledge about the ethics of coughing and sneezing Nafa Umairahmah; Siti Romlah; Dian Rizeki Finarti; Susilawati Susilawati; Nainie Faiqatul; Nahdah Nahdah; Lina Ratnasari; Eka Suryaning Tyas; Aldi Febrian Wieminaty; Liza Ulil Azmi; Erisa Yuniardiningsih; Revina Fiandany Erynda; Siti Nur Hanifah; Priyo Sasmito
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 7 No. 12 (2025): Volume 7 Number 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v7i12.745

Abstract

Background: Coughing is a natural defense mechanism that helps clear the respiratory tract of irritants and pathogens. In addition to being a necessary physiological reflex, coughing can also be caused by diseases that attack the respiratory tract, such as tuberculosis, asthma, pneumonia, acute respiratory infections, and other respiratory diseases. Transmission of the disease occurs when an infected person releases these droplets, which can be inhaled by others. Purpose: To determine the effectiveness of flip chart-based health education in improving children's knowledge about coughing and sneezing etiquette. Method: Pre-experimental quantitative research design with a one-group pretest-posttest design approach. The sample was selected through total sampling involving Al-Huda Elementary School, Jember. This research was conducted in October-December 2024. The independent variable in this study is the use of flip charts, while the dependent variable is knowledge of cough etiquette. The instrument used was a questionnaire on knowledge of coughing and sneezing etiquette consisting of 10 multiple-choice questions. Results:  The average age of the participants was 8.4 years with a standard deviation of 1.0 in the age range of 7-10 years. The number of male and female participants had the same percentage of 12 participants (50%). The average pre-test score was 55.8 with a standard deviation of 25.7, while the post-test score increased to 75.0. Statistical calculations revealed a z value of -3.7 and a significance level (2-tailed) of less than 0.001. This indicates a significant increase in knowledge of cough etiquette pre-post test. Conclusion: Flip chart media is an effective educational tool to improve children's knowledge about coughing and sneezing etiquette. By providing structured, interesting, and visually appealing content, flip charts improve learning outcomes and contribute to the implementation of better health behaviors.