Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berperan dalam mendukung kesiapan belajar, kemandirian, dan perkembangan kognitif anak. Salah satu kegiatan yang diyakini mampu menstimulasi kemampuan tersebut adalah menganyam. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai pengaruh kegiatan menganyam terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), meliputi tahapan identification, screening, eligibility, dan included. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan fine motor skills, weaving activity, early childhood, dan motor development dengan rentang publikasi tahun 2018–2025. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 15 artikel yang dianalisis secara kualitatif melalui sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan menganyam secara konsisten memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik halus anak, terutama dalam meningkatkan koordinasi mata–tangan, koordinasi tangan–jari, ketepatan manipulasi objek, genggaman presisi, dan kontrol gerak halus. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan motorik halus berkontribusi terhadap perkembangan fungsi eksekutif, konsentrasi, dan kesiapan akademik anak. Meskipun demikian, penelitian internasional yang secara khusus mengkaji kegiatan menganyam masih relatif terbatas dan lebih banyak menggunakan aktivitas manipulatif sejenis sebagai bentuk stimulasi motorik halus. Oleh karena itu, penelitian eksperimental dengan desain yang lebih kuat masih diperlukan untuk memperkaya bukti empiris. Secara keseluruhan, kegiatan menganyam direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif, kontekstual, dan menyenangkan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak usia dini.