Rendahnya kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I sekolah dasar masih menjadi permasalahan penting, terutama dalam aspek membaca lancar, mengenali hubungan huruf dan bunyi, membaca suku kata dan kata sederhana, serta memahami makna kalimat. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kemampuan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran pada jenjang berikutnya. Selain itu, pembelajaran membaca permulaan juga perlu diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik kelas awal, salah satunya melalui penerapan Metode Struktur Analitik Sintetik (SAS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Metode SAS terhadap kemampuan membaca permulaan dan berpikir kritis peserta didik kelas I Sekolah Dasar di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu tipe non equivalent control group design. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 114 peserta didik kelas I dari SDN Parung 02 dan SDN Waru Jaya sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian terdiri atas tes objektif kemampuan membaca permulaan sebanyak 20 butir dan tes berpikir kritis sebanyak 6 butir. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dan uji Hotelling’s T². Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode SAS berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan dengan nilai Z = -4,8357 dan Sig. = 0,000, serta berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai Z = -3,093 dan Sig. = 0,002. Hasil uji simultan juga menunjukkan nilai Sig. = 0,000. Dengan demikian, Metode SAS efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas I sekolah dasar.