Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Development of Grade 11 Indonesian History Question Exercises on Japanese Occupation in Indonesia (1942-1945) using the Zep Quiz Media Ardi Tri Yuwono; Andi Sebastian; Gijsbert ter Braake
Paedagogos: Journal of Education and Learning Vol. 2 No. 1 (2026): Paedagogos Journal of Education and Learning
Publisher : Yayasan Mutiara Hati Moeslem

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64131/paedagogos.v2i1.88

Abstract

History learning at the high school level still faces challenges in the form of a lack of media variety and low motivation for students to learn complex material, such as the Japanese Occupation of Indonesia (1942-1945). This research aims to develop a history question exercise based on Zep Quiz that is valid, practical, and potentially effective in practicing historical thinking skills of grade 11 students. The method used is Research and Development (R&D) with a 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate) model. The product was developed in the form of 20-tiered multiple-choice questions from cognitive levels C1 to C5 which were integrated with Zep Quiz gamification features such as avatars, leaderboards, and explanatory feedback, and were equipped with a Student Worksheet as a reflection tool. The validation results of material experts reached 95% and media experts 95.6% with the category of very feasible. The test on 36 students in grade 11-K of Madrasah Aliyah Negeri 1 Kediri City showed that all students managed to access the quiz with an average score of 78.2. The student response questionnaire showed that 94.4% felt motivated and 97.2% were interested in using similar media in the future. The theoretical implication of this research is a synergy model between gamification and historical pedagogy, while the practical implication is the availability of a ready-to-use integrated Zep Quiz Media learning package for teachers.
Pemanfaatan Wayang Punakawan sebagai Media Pembelajaran Sejarah Lokal pada Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar Negeri Adan-Adan 1 Ardi Tri Yuwono; Andi Sebastian; Gijsbert ter Braake; M. Bahjatul Afiiful Masolih; Edi Sujiyanto
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i1.729

Abstract

Sejarah lokal adalah aspek yang krusial dari identitas suatu masyarakat karena mencatat peristiwa, tokoh, budaya, dan nilai-nilai kearifan di tingkat daerah. Pembelajaran sejarah lokal, khususnya bagi anak-anak, berperan dalam menumbuhkan rasa bangga, kepedulian, dan keterikatan dengan daerah asalnya. Namun, selama proses pembelajaran sejarah lokal, siswa sering mengalami kebosanan. Situasi ini mendorong peneliti untuk menciptakan terobosan yang layak berdasarkan perilaku siswa sekolah dasar, yakni dengan memanfaatkan media pembelajaran berupa Wayang Punakawan dalam kegiatan pembelajaran sejarah lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi dampak penggunaan media Wayang Punakawan terhadap pengetahuan sejarah lokal siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, pada kelas enam, Sekolah Dasar Negeri Adan-Adan 1, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa. Data dikumpulkan melalui lembar observasi untuk menilai kompetensi guru untuk mengatur dan melaksanakan pembelajaran serta mengadakan tes tertulis untuk menilai capaian belajar siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi guru mempersiapkan pembelajaran sejarah lokal dalam mengaplikasikan media Wayang Punakawan memperoleh nilai rata-rata 3,54 (sangat baik); (2) Kompetensi guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran sejarah lokal dengan media Wayang Punakawan mendapat nilai rata-rata 3,71 (sangat baik), dan; (3) Capaian belajar siswa kelas enam Sekolah Dasar Negeri Adan-Adan 1 menunjukkan perbaikan. Hasil ini membuktikan bahwa media Wayang Punakawan efektif dalam menciptakan suasana belajar yang konkret, menarik, dan menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa.