This study aims to examine the effectiveness of using Vyond animation media based on Task-Based Language Teaching (TBLT) on Arabic speaking skills (maharah kalam) at the higher education level. The primary challenge in contemporary Arabic language learning is the dominance of conventional methods, which leads to low student participation and high levels of speaking anxiety. This research employed a quasi-experimental design with a nonequivalent control group model. The sample consisted of 41 students, purposively divided into an experimental class (N=21) and a control class (N=20} Data were collected through structured oral tests validated using performance rubrics. Descriptive statistical analysis showed that the experimental class achieved a post-test mean score of 82.48, significantly higher than the control class, which obtained an average of 68.50. The hypothesis test via Independent Samples T-test yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05 with a t-value of 7.188, confirming a strong positive effect of the intervention. Furthermore, the mean N-Gain score of 0.58 (58.3%) placed this media in the quite effective category for enhancing students' communicative performance. These findings indicate that the integration of Vyond media with the TBLT approach successfully creates interactive visual contexts, reduces psychological barriers, and encourages more authentic language production. Pedagogically, this research recommends the use of digital animation media as an alternative strategy to enrich Arabic language teaching methodologies in the digital era. Absrtak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media animasi Vyond berbasis Task-Based Language Teaching (TBLT) terhadap keterampilan berbicara bahasa Arab (maharah kalam) pada tingkat pendidikan tinggi. Tantangan utama dalam pembelajaran bahasa Arab saat ini adalah dominasi metode konvensional yang menyebabkan rendahnya partisipasi aktif siswa serta tingginya tingkat kecemasan saat berkomunikasi secara lisan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan model nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 41 siswa yang terbagi secara purposif ke dalam kelas eksperimen (N=21) dan kelas kontrol (N=20). Data dikumpulkan melalui instrumen tes lisan terstruktur yang divalidasi menggunakan rubrik penilaian performa berbicara. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kelas eksperimen mencapai nilai rata-rata post-test sebesar 82,48, secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 68,50. Hasil uji hipotesis melalui Independent Samples T-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai t-hitung 7,188, yang mengonfirmasi adanya pengaruh positif yang kuat dari intervensi yang diberikan. Selain itu, perolehan rata-rata N-Gain score sebesar 0,58 (58,3%) menempatkan media ini dalam kategori cukup efektif untuk meningkatkan performa komunikatif siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi media Vyond dengan pendekatan TBLT mampu menciptakan konteks visual yang interaktif, mengurangi hambatan psikologis, dan mendorong produksi bahasa yang lebih autentik. Secara pedagogis, hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan media animasi digital sebagai strategi alternatif untuk memperkaya metodologi pengajaran bahasa Arab di era digital.