Mesiono Mesiono
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Bahaya Kerja, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko di Kalangan Pekerja Angkutan Sampah di TPA Terjun, Medan, Indonesia Faiz Agung Luthfiansyah; Nofi Susanti; Mesiono Mesiono; Yulia Khairina Ashar
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 3 (2026): Juni 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i3.2663

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pekerja pengangkut sampah memiliki risiko tinggi akibat paparan bahaya fisik, biologis, kimia, dan ergonomi selama proses kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan pengendalian risiko menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) pada pekerja pengangkut sampah di TPA Terjun Kota Medan. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 100 pekerja pengangkut sampah, sedangkan jumlah sampel sebanyak 80 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, checklist HIRARC, dan dokumentasi prosedur kerja. Hasil penelitian mengidentifikasi 26 risiko kerja yang terdiri atas 1 risiko rendah (3,8%), 13 risiko sedang (50,0%), dan 12 risiko tinggi (46,2%). Risiko yang paling dominan berasal dari bahaya ergonomi dan biologi akibat aktivitas pengangkatan beban, gerakan berulang, serta kontak langsung dengan sampah. Pengendalian risiko dilakukan melalui rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Penerapan metode HIRARC terbukti membantu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko kerja secara sistematis pada pekerja pengangkut sampah.
Hubungan antara Paparan Pestisida Organofosfat dengan Gejala Neurotoksik pada Petani Padi: Studi Cross-Sectional di Desa Tanjung Pasir, Indonesia Salsabila Syakira; Syafran Arrazy; Mesiono Mesiono; Romiza Arika
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2802

Abstract

Pestisida di sektor pertanian memiliki peran penting untuk mendorong peningkatan hasil produksi, tetapi paparan secara terus-menerus, terutama pestisida organofosfat, dapat meningkatkan risiko gangguan neurotoksik pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan pestisida organofosfat beracun dan gejala gangguan neurologis toksik pada petani di Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Langkat, Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, variabel pajanan pestisida, dan kuesioner Q18 Jerman, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja (p = 0,001; PR =11,47; IK 95% = 1,67-78,70), frekuensi penyemprotan (p = 0,001; PR = 2,63; IK 95% = 1,42-4,84), cara penyemprotan (p = 0,006; PR = 1,60; IK 95% = 1,15-2,24), dan penggunaan alat pelindung diri (APD) (p = 0,001; PR = 6,83; IK 95% = 2,71-17,22) dengan gejala gangguan neurotoksik pada petani. Disimpulkan bahwa pajanan pestisida berhubungan signifikan dengan gangguan neurotoksik, sehingga diperlukan praktik penyemprotan yang aman, penggunaan APD sesuai standar, serta peningkatan edukasi untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan pada petani.