Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Tari Tor-Tor dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMP PGRI 11 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru/pelatih ekstrakurikuler dan 41 peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Tari Tor-Tor. Penelitian dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan, yaitu pada tanggal 18 Oktober 2025 serta 11, 18, dan 25 April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tari Tor-Tor dalam kegiatan ekstrakurikuler mencakup tiga tahapan utama. Pertama, perencanaan: guru mempersiapkan materi gerak Tari Tor-Tor, musik pengiring, speaker, ruang latihan yang kondusif, serta jadwal pertemuan secara berkala. Kedua, pelaksanaan: pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan awal (apersepsi, olah tubuh, motivasi), kegiatan inti (demonstrasi gerak dan latihan berulang dalam kelompok kecil), dan kegiatan akhir (evaluasi dan pemberian tugas). Guru menggunakan metode demonstrasi dan latihan berulang sebagai strategi utama. Ketiga, evaluasi: penilaian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap proses latihan dan pengambilan nilai pada pertemuan keempat berdasarkan aspek wiraga (penguasaan gerak), wirama (kesesuaian dengan irama musik), dan wirasa (ekspresi dan penghayatan). Hasil penilaian menunjukkan seluruh peserta didik (41 siswa) berhasil mencapai predikat A dengan rentang nilai 80–100. Pembelajaran Tari Tor-Tor juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, meliputi kedisiplinan, rasa percaya diri, kemampuan kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya tradisional