Theodorus Lamaurin Herin
Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Manokwari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tingkat Pendapatan dan Kelayakan Usaha Batako Dindey di Kampung Uripcu Distrik Warmare Kabupaten Manokwari Lapika Ullo; Theodorus Lamaurin Herin; Mariana Salosso
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8300

Abstract

Usaha produksi batako berbasis alat cetak manual merupakan salah satu sektor UMKM yang penting bagi penyediaan material bangunan terjangkau di daerah terpencil Papua Barat, namun kajian empiris tentang profitabilitas dan kelayakan usaha sejenis di wilayah ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total biaya produksi, pendapatan kotor, laba bersih, serta kelayakan finansial Usaha Batako Dindey di Kampung Uripcu, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari melalui empat instrumen analisis: R/C ratio, Break Even Point (BEP), Harga Pokok Produksi (HPP), dan marjin kontribusi. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung proses produksi, dan dokumentasi catatan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) total biaya produksi per bulan sebesar Rp 7.375.000 yang terdiri dari biaya tetap Rp 3.525.000 dan biaya variabel Rp 3.850.000, dengan HPP per batako sebesar Rp 1.180; (2) penerimaan kotor per bulan sebesar Rp 12.500.000 dari produksi 6.250 batako dengan harga jual Rp 2.000 per batako; (3) laba bersih per bulan sebesar Rp 5.125.000, mewakili margin laba bersih 41,0%; (4) R/C ratio sebesar 1,69, jauh di atas ambang 1,0; (5) BEP unit sebesar 2.547 batako/bulan (40,8% dari kapasitas) dengan margin of safety 59,2%; dan (6) marjin kontribusi per unit Rp 1.384 dengan Rasio Marjin Kontribusi (RMC) 69,2%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Usaha Batako Dindey adalah usaha yang layak dan menguntungkan, namun membutuhkan penerapan sistem pencatatan keuangan yang terstruktur, manajemen persediaan bahan baku yang lebih baik, dan strategi antisipasi terhadap fluktuasi permintaan musiman.
Pengaruh Harga Jual Sayur dan Permintaan Konsumen terhadap Pendapatan Penjual Sayur di Pasar Wosi Manokwari Maryance Yeum; Desi Suharnani Suharsono; Theodorus Lamaurin Herin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8301

Abstract

Pasar Wosi Manokwari merupakan pasar tradisional terbesar di Provinsi Papua Barat yang menjadi pusat perdagangan sayur-mayur dengan dinamika harga dan permintaan yang sangat fluktuatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh harga jual sayur (X1) dan permintaan konsumen (X2) terhadap pendapatan penjual sayur (Y) di Pasar Wosi Manokwari, baik secara parsial maupun simultan. Metode kuantitatif asosiatif diterapkan dengan purposive sampling terhadap 50 pedagang sayur aktif yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner 24 item berskala Likert 1–5 dan wawancara langsung, dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) harga jual sayur berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan (β=0,697; t=6,879; p<0,05) dengan korelasi bivariat yang sangat kuat (r=0,819); (2) permintaan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan (β=0,447; t=3,692; p<0,05) dengan korelasi yang kuat (r=0,698); dan (3) secara simultan keduanya berpengaruh signifikan (F=68,479; p<0,05; R²=0,744), artinya 74,4% variasi pendapatan pedagang sayur di Pasar Wosi dijelaskan oleh harga jual dan permintaan konsumen. Harga jual sayur merupakan prediktor yang lebih dominan. Strategi penetapan harga yang adaptif terhadap kondisi pasar dan upaya meningkatkan loyalitas konsumen merupakan rekomendasi utama bagi pedagang sayur di Pasar Wosi